All posts tagged: Stadium General

Wakaf Goes to Campus ; Institut Tazkia Menghadirkan BWI & MoU BNI Syariah

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari ini, Selasa (24/9), Institut TAZKIA kedatangan tamu dari Badan Wakaf Indonesia dan BNI Syariah pada acara Studium Dynamic Student (SDS) yang dilaksanakan di Aula Al-Hambra Masjid Andalusia, Sentul.

Dalam kesempatan ini, dihadiri pula sekaligus diisi oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Wakaf Indonesia. Terdapat juga General Manager (GM) Funding Division BNI Syariah, Bambang Sutrisno dan Rektor Institut TAZKIA, Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc.

Dalam sambutan wanita yang sehari-harinya dipanggil Madam Ani ini, menekankan bahwa generasi muda, terutama mahasiswa harus mengembangkan wakaf menjadi sarana perekonomian yang mampu mengentaskan permasalahan kemiskinan di Indonesia. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa setiap generasi muda hari ini harus memetik banyak pelajaran dari adanya praktik wakaf karena dapat menjadikan manusia untuk selalu bersyukur akan hal tersebut.

Dalam pemaparan materi pada acara SDS ini yang berjudul Waqf: Digital Native Life Style, Kepala Badan Wakaf Indonesia menyampaikan bahwa wakaf harus dijadikan sebagai gaya hidup baru setiap generasi muda. Beliau menekankan bahwa wakaf itu adalah kesempurnaan dalam keabadian karena praktik tersebut dapat memberikan nilai kebahagiaan yang lebih daripada lainnya. Beliau juga menjelaskan prinsip dari adanya wakaf ini adalah menahan asalnya dan mengalirkan hasilnya sehingga wakaf dikatakan lebih produktif dibandingkan dengan zakat, infak, dan sadaqah. Beliau pun berpesan agar setiap mahasiswa harus selalu beradaptasi dan berinovasi dalam mengembangkan potensi wakaf.

Di sesi pembicara lain, Bambang Sutrisno menyampaikan pandangannya terhadap pengelolaan wakaf di Indonesia ini yang cenderung masih kurang diminati oleh kebanyakan orang. Selain itu, beliau juga memaparkan inovasi wakaf yang dibuat oleh BNI Syariah atau program Hasanah Way sebagai bentuk upaya merespon terhadap disrupsi teknologi yang terjadi hari ini.

Kegiatan SDS tersebut kemudian diakhiri dengan penandatanganan MoU antara Institut TAZKIA dengan BNI Syariah untuk kerjasama pengembangan wakaf di Indonesia yang disaksikan langsung oleh Kepala Badan Wakaf Indonesia dan jajaran dari karyawan BNI Syariah.

 

Journalist: Naufal Rizqullah Al Banjar

Rizqi ZakiyaWakaf Goes to Campus ; Institut Tazkia Menghadirkan BWI & MoU BNI Syariah
read more

Global Monetary Trend: Its Effect Towards The Growth of Islamic Finance

No comments

Senin, 14 Januari 2019 / 08 Jumadil Awal 1440 H, dengan Pemateri :Prof. Dr. Muhammad Said, MA. (Ketua Program Doktor Keuangan dan Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah) serta Moderator: Ries Wulandari,M.Si (Kepala LPPM STEI Tazkia)

Banyak pertanyaan dibenak masyarakat terkait eksistensi Ekonomi Islam dalam tataran hukum positif saat ini. Begitu pun juga para pelaku sistem ekonomi konvensional mempertanyakan apakah sistem ekonomi konvensional yang saat ini digunakan mampu menghadapi fluktuasi keuangan global.


Dalam pemaparannya di Monday Forum yang diselenggarakan LPPM STEI Tazkia, Prof. Muhammad Said mengatakan “Banyak terjadi kekhawatiran di negara-negara maju terhadap sistem keuangan saat ini, padahal teori ekonomi keuangan telah dirumuskan, namun rangkaian badai krisis belum menunjukkan titik terang akan segera berlalu, apakah penyebabnya?, apakah manusianya yang salah, ataukah premis tentang pembangunan yang kurang tepat?. Lalu bagaimana jika dengan hadirnya sistem keuangan Islam, apakah ia dapat meresolve problema-problema yang terjadi?.”
Kita saat ini hidup di era revolusi digital, platform trading online dan mata uang daring seperti bitcoin, mereka tumbuh dengan cepat sejalan dengan pertumbuhan perusahaan finansial teknologi. Fakta mengingatkan kita bahwa sistem keuangan akan selalu berkembang dan Regulator/pengawas keuangan harus selalu waspada terhadap evolusi tersebut dan berlaku tangkas menghadapinya. Dalam outlook ekonomi tahunan IMF, mengatakan bahwa kita harus berhati-hati terhadap tantangan global yang terjadi pada perekonomian dunia untuk mencegah Great Depresion yang kedua kalinya. (Wall Street Crash (1929-1930).


Premis pembangunan yang kurang tepat juga merupakan kelemahan dari sistem ekonomi dan keuangan konvensional saat ini. Agama dan moral adalah salah satu penyebab masalah ekonomi, selain itu masyarakat juga tamak terhadap uang, dan segala sesuatu. Seperti halnya Plato yang memiliki sifat serakah, Bernard de Mandevilee (1670-1733) “ The Fable of the Bees” greedy animal memberikan dampak yang negatif pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat. Adam Smith juga sangat mempercayai sifat Materialistic dan Egoistic.


Pada akhirnya kesalahan ekonomi konvensional menyebabkan ketidakadilan dan distribusi kekayaan yang tidak merata, menjadi tidak sejahtera, kesalahan dalam problem solving kemiskinan, eksploitasi sumber daya, terjadinya peperangan untuk memperebutkan sumber daya, inflasi, deflasi, pengangguran. Kesalahan dalam teori konvensional ini membuat proses pembangunan negara menjadi tidak sempurna.
Lalu, bagaimanakah resolusi Islam atas pembangunan ekonomi dan keuangan modern ini. Prof Muhammad Said mengatakan bahwa dalam Islam, manusia adalah sebagai agen ekonomi, yang menjadi makhluk madani, bukan hanya memenuhi keinginan akan tetapi memenuhi kebutuhan akan material dan spiritual. Spiritual manusia menjadi lokus personal yang membuat Ekonomi dan Keuangan Islam dibangun atas dasar hakekat manusia, jasmani dan rohani.
Dalam pembangunan Ekonomi dan Keuangan Islam, menerapkan hukum Islam dalam ekonomi alam, hal ini tumbuh secara cepat di negara barat maupun negara timur. Dalam perkembangan jangka pendek ekonomi dan keuangan Islam masih belum stabil, akan tetapi dalam jangka panjang ekonomi Islam akan menjadi kuat, ia akan tumbuh 30% per tahun sejalan dengan kaum muslim yang telah menggunakan jasa keuangan saat ini sebanyak 1,4 juta orang. Menurut Nida (2016) hari ini industri keuangan telah memakai sistem keuangan Islam secara menyeluruh. Pangsa pasar pada akhir tahun 2018 juga mencapai $ 3,4 juta.

Rizqi ZakiyaGlobal Monetary Trend: Its Effect Towards The Growth of Islamic Finance
read more