Berita Terbaru

Gandeng Institut Tazkia, Pemprov Kaltim Mulai Program Pengembangan SDM Syariah

No comments

Senin 23 September 2019, bertempat di Ruang Program Internasional Kampus Tazkia Sentul City, Institut Tazkia mengadakan acara serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Acara yang langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si beserta jajaran staff nya ini dimulai dengan pemberian sambutan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc. selaku Rektor Institut Tazkia.

Dengan adanya program kerjasama beasiswa utusan daerah ini, Rektor Institut TAZKIA menitipkan pesan kepada suluruh mahasiswa penerima beasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Tazkia dan selalu mengedepankan adab sebelum ilmu.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Tazkia dan selalu mengedepankan adab sebelum ilmu sebagai bentuk rasa syukur yang besar terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.dan setelah lulus dari Tazkia kami harapkan seluruh mahasiswa dapat kembali ke tanah asal dan mampu berkontribusi dalam membangun Kalimantan Timur menjadi Provinsi yang Gemah Ripah Loh Jinawi” Tegas Murniati.

“Kampus Terbaik Ekonomi Syariah ini akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa. Kami selaku manajemen dan seluruh dosen Tazkia akan berusaha membimbing mahasiswa dengan sepenuh hati baik baik dalam sisi keilmuan dan juga pembentukan akhlak mahasiswa.” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S. Si, M. Si. Hadi Mulyadi mengucap terima kasih banyak kepada Institut TAZKIA yang sudah berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 200 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut TAZKIA pada tahun depan khusus untuk program hafidz ekonomik Tazkia.

“Saya berpesan kepada 35 putra/i daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa dimana kerja keras dan cinta manusia dapat menjadi satu frekuensi menuju cita-cita yang diinginkan karena doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini.

Sebagai info, terdapat 3 poin inti yang akan dibangun dalam kerjasama Institut TAZKIA dengan Pemprov Kalimantan Timur, yaitu:
1) Menyiapkan SDM bidang Ekonomi Syariah, SDM bidang Hukum Syariah, SDM bidang Pendidikan Ekonomi Syariah, SDM Profesional, dan Penghafal Al-Quran.
2) SDM yang akan merancang dan mengembangkan sektor-sektor industri halal: PARIWISATA HALAL, MAKANAN HALAL, UVOP, dan INDUSTRI KREATIF HALAL.
3) SDM yang siap mengelola SDA Kutai dan sekitar Kalimantan Timur. (Naufal & Anwar)

 

Miftahul AnwarGandeng Institut Tazkia, Pemprov Kaltim Mulai Program Pengembangan SDM Syariah
read more

Perkuat Sinergi Mahasiswa Tadris IPS, Kaprodi membentuk HIMTAS

No comments

Perilaku organisasi sebuah lembaga adalah wajah dari organisasi itu sendiri, karena dasar inilah Prodi Tadris IPS melakukan program Latihan Dasar Kepemimpinan dan Tata Cara Berorganisasi yang baik dan benar melalui Musyawarah Akbar untuk para mahasiswa/i Tadris IPS.

Kegiatan ini diharapkan dapat menstimulasi para mahasiwa Tadris IPS agar lebih aktif dan kreatif dalam menjalankan roda organisasi dengan baik dan terstruktur, sehingga nantinya mereka dapat berkiprah dengan baik di masyarakat

Koordinator Prodi Tadris IPS Bapak Syamsul Hadi, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh prodi karena kepengurusan perdana sehingga perlu diarahkan dan diberikan pembinaan yang komprehensif, kedepannya para mahasiswa/i dapat berfikir kreatif dan responsif terhadap perubahan dan perkembangan organisasi.

 

Musyawarah Akbar ini juga mengesahkan kepengurusan HIMTAS Periode 2019-2020 sebagai berikut:

Pembina

Koordinator Prodi Tadris IPS (Ketua )

Sektetris Prodi Tadris IPS (Anggota)

Pengawas

Dosen Prodi Tadris IPS

Susunan Pengurus Himpunan Mahasiswa Tadris IPS (HIMTAS)

Periode 2019-2020

Ketua:

Gunawan

Wakil Ketua:

Dewi Sartika Wakanubun

Sekretaris :

M. Naufal Irfan

Bendahara:

Ayu Astiani

Departemen Intelektual dan Keilmuan:

Ujang R Mokan (Koordinator)

Raudhatul J Lie  (Anggota)

Departemen Minat Bakat dan Dana Usaha:

Sahdan Rabo (Koordinator)

Novianti La Daera (Anggota)

Departemen Humas dan Media:

Sahlan Abbas (Koordinator)

Nurmina Mansur (Anggota)

Semoga para mahasiswa dapat memanfaatkan pendidikan berorganisasi ini untuk menjadi bekal mereka berdakwah dan berkontribusi nyata dimasyarakat nantinya.

Rizqi ZakiyaPerkuat Sinergi Mahasiswa Tadris IPS, Kaprodi membentuk HIMTAS
read more

Institut Tazkia Adakan Workshop Pengayaan SIstem Informasi Perpustakaan Dengan RFID

No comments


Rabu 18 September 2019, Bagian Perpustakaan Institut Tazkia mengadakan Workshop  Pengayaan Sistem Informasi Perpustakaan dengan RFID.

Workshop yang dihadiri oleh perwakilan sekolah dan kampus se-jabodetabek ini ditujukan untuk mendorong perpustakaan universitas, sekolah dan balai penelitian menggunakan teknologi RFID yang diterapkan dalam sistem informasi perpustkaan SLiMS.

Erus Effendi selaku pembicara menyampaikan bahwa sistem RFID ini memiliki manfaat dan keunggulan yang jauh lebih baik dibanding penggunaan barcode.

“Sistem RFID ini meiliki manfaat dan keunggulan yang jauh lebih baik dibandingkan barcode. keunggulan utama RFID adalah adanya peningkatan kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga perpustakaan, karena teknologi RFID memungkinkan untuk pengguna perpustakaan melakukan pelayanan mandiri (self-service) baik peminjaman maupun pengembalian bahan pustaka dengan menggunakan kartu anggota yang sudah ditanami chip RFID (smartcard).” Jelas Erus.

kedepannya Workshop yang merupakan salah satu program Perpus Seru ini akan terus diadakan dengan harapan dapat membantu memperbaiki sistem perpustakaan yang diterapkan di Universitas-universitas dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. (Anwar)

 

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Workshop Pengayaan SIstem Informasi Perpustakaan Dengan RFID
read more

Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019

No comments

Rabu 18 September 2019 bertempat di ruang International Program, Institut Tazkia menggelar acara “Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer” yang diisi oleh Nashr Akbar, S.E.I., M.Ec. (Penulis Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer & Kaprodi Ekonomi Syariah Tazkia) dan Nurizal Ismail, M.A (Direktur Pusat Studi Kitab Klasik & Kabag Pengabdian Masyarakat LPPM Tazkia).

Acara yang dihadiri oleh civitas akademik dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek, mengupas habis tentang buku yang menjadi karya pertama dari Nashr Akbar yang ditulis bersama rekannya Abdul Wahid Al-Faizin (Alumni Tazkia Angkatan 5). Meskipun merupakan hasil karya pertama, Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer Karya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari Islamic Book Fair 2019 dengan kategori Non Fiksi Dewasa Terbaik yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada para penulis buku Islam terbaik di Indonesia.

Nashr Akbar menjelaskan bahwa bukunya yang diterbitkan oleh Gema Insani ini disusun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits).

“Buku ini kami susun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits). Keistimewaan lain dari buku ini adalah kami menggunakan metode tafsir mudui, dimana penjelasan isi bukunya disusun dalam satu tema tentang Ekonomi Islam.” Jelas Nashr Akbar

Pada sesi lain, Nurizal Ismail selaku Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Institut TAZKIA menjelaskan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang paling luas karena di dalamnya membahas berbagai macam disiplin ilmu yang berperan sebagai sumber ilmu syariah dan juga alat ukur untuk memahami ayat-ayat Al-Quran, khususnya terkait dengan ide-ide ekonomi.

Beliau berharap buku karangan Nashr Akbar bersama temannya ini dapat menjadi khazanah ilmu bagi pengemban amanah ekonomi Islam dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat dibaca juga oleh seluruh penggerak ekonomi Islam di berbagai mancanegara. (Naufal & Anwar Tazkia TV)
Miftahul AnwarBedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019
read more

Institut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol

No comments



Rabu 18 September 2019, Institut Tazkia mengadakan kerjasama dengan Universitat Jaume I yang berlokasi di Castellon, derah timur Spanyol, tutur Humas Institut Tazkia.

Provinsi Castellon merupakan provinsi di bawah regional Valencia yang berdekatan dengan Provinsi Alicante. Kampus Jaume I didirikan pada tahun 1991, memiliki kampus seluas 18 hektar dan 15.000 mahasiswa. Jarak kampus ini ke Granada dimana terletak istana AlHambra di masa kejayaan Andalusia adalah lima jam dengan mobil menyisiri pantai.

Rektor Jaume I, Eva Alcon Soler mengatakan bahwa kampusnya memang sedang melebarkan sayap ke dunia internasional. Dia sangat mendukung kalau dosen dan mahasiswa di kampusnya mengadakan riset yang berkenaan dengan keuangan atau industri beretika (keuangan syariah dan industri halal).

Emili Tortosa-Ausina yang merupakan guru besar di kampus tersebut mengungkapkan bahwa walaupun dia bukan Muslim tapi dia sudah lama menekuni penelitian tentang keuangan korporasi syariah sejak tahun 2012 yang lalu. Baginya, penelitian di bidang syariah sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

Dalam pesan elektroniknya dari Spanyol, Murniati Mukhlisin mengharapkan kerjasama ini dapat memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa supaya dapat berinteraksi dalam Tridharma pendidikan di level internasional. Kerjasama yang digagas meliputi joint student’s supervision, joint-research, joint-conference, dan double degree serta Erasmus scholarship.

Murniati menghimbau agar para peneliti keuangan syariah meluaskan konteksnya di luar Indonesia, baiknya disandingkan dengan studi kasus negara lain supaya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia.

Untuk anggaran tahun ajaran baru di Kampus Tazkia, Murniati mengatakan bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan terutama dalam bidang penelitian guna memperbaiki kualitas menuju SDM Unggul.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol
read more

Institut Tazkia Membentangkan Sayap Riset di Valencia, Spanyol

No comments

Dua hari ini, 16-17 September 2019 berlangsung The 4th Islamic Finance, Banking & Business Ethics 2019 Conference di Facultat d’ Economia, Universistat De Valencia, Espana, Spanyol. Acara ini diselenggarakan oleh empat kampus yaitu INCEIF Malaysia, LUMS Pakistan, Universitat de Valencia Spanyol dan Universitat Jaume I Spanyol.

Muhammad Syafii Antonio dan Murniati Mukhlisin dipilih untuk mewakili Institut Tazkia untuk membentangkan hasil penelitian mereka.

Syafii Antonio bukan hanya aktif sebagai pengawas syariah di berbagai lembaga keuangan syariah tapi juga sebagai dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Tazkia tepatnya di program Pascasarjana.

Bagi Murniati walaupun sibuk menjalankan tugasnya sebagai Rektor Institut Tazkia tetapi tetap membagi waktunya untuk memenuhi kewajiban Tridharma sebagai dosen di Program Studi Akuntansi Syariah, Institut Tazkia.

Konferensi kali ini mengangkat tema “Building a better world through inclusion, sustainability and ethics”. Riset Syafii Antonio adalah tentang Islamic Spiritual Quotient di bidang audit internal sedangkan Murniati mengangkat isyu tentang survei etnografi disiplin keuangan dalam program pemberdayaan ekonomi dhuafa di Indonesia dan Pakistan.

Kampus tuan rumah kali ini adalah kampus yang cukup tua di Spanyol yang didirikan pada tahun 1499 namun fakultas ekonomi baru didirikan 50 puluh tahun yang lalu. Mengikuti perkembangan pesat ekonomi dan keuangan syariah saat ini, para peneliti dalam bidang tersebut sudah mulai muncul di Spanyol. Hal ini nampak dari penelitian dan presentasi dari para dosen, mahasiswa dan praktisi asal Spanyol, demikian disampaikan oleh Murniati.

Rizqi ZakiyaInstitut Tazkia Membentangkan Sayap Riset di Valencia, Spanyol
read more

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments


Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Muhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional

No comments

MuhammadIkram Abdul Aziz, mahasiswa tahun terakhir jurusan Akuntansi Islam, Intitut Tazkia, Bogor, saat ini terpilih sebagai Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional di Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, 7-13 September 2019 / 7-13 Muharram 1441H.

Dengan prestasi tersebut, Ikram menjadi salah satu kebanggan yang dimiliki Institut Tazkia, kampus yang sejak awal memprioritaskan pendidikan Islami pada jurusan akuntansi, bisnis, kewirausahaan atau bidang serupa lainnya.

Melihat realita saat ini, jumlah generasi muda yang mengabaikan nilai, norma dan perilaku moral telah meningkat selama bertahun-tahun. Karena itulah, harus diyakini bahwa Al-Qur’an sebagai Asy-Syifa, Al-Furqan adalah salah satu pendorong utama untuk solusi ini.

Tazkia sebagai universitas telah berkomitmen untuk terus menawarkan program gelar ke huffaz / potensi huffaz, untuk menjaga mereka tetap dekat dengan Al-Qur’an pada saat yang sama menanamkannya dalam kegiatan ekonomi.

Program Hafidzpreneur (Diploma 3-30 Juz) dan Hafidznomist (Sarjana-30 Juz) telah dikembangkan oleh Tazkia secara serius dari waktu ke waktu. Minggu ini misalnya, akan ada agenda pemindahan 97 siswa di bawah dua program ini ke kampus ketiga kami di Cilember, Bogor. 400 siswa baru lainnya akan tinggal di kampus asrama kami sementara 2403 siswa yang ada akan memiliki program mereka di kampus utama Tazkia.

Upaya ini tentu saja membutuhkan dukungan dan doa kita semua sehingga Tazkia dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan umat. (suaraislam.id)

Miftahul AnwarMuhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional
read more

PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI BEASISWA BATCH III

No comments

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama perkenankan kami menghaturkan tahiyyah islamiyyah semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Berikut kami sampaikan hasil akhir seleksi beasiswa ekonomi syariah Batch III dengan catatan sebagai berikut :
1. Peserta yang dinyatakan LULUS, harus melakukan daftar ulang paling lambat 09 September 2019
jika tidak maka beasiswa yang sudah didapatkan hangus.
2. Peserta yang tidak LULUS dapat masuk melalui jalur reguler dengan diskon uang pangkal khusus.
silahkan hubungi admin spmb untuk info lebih lanjut :

NO NAMA LENGKAP HASIL TEST KATAGORI BEASISWA KETERANGAN
1 Rossy Destrian LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
2 Salsabiilla Faradikha Fakhrunnisa TIDAK LULUS
3 muhammad nur azzami LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
4 Alfiransa LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
5 Mufidatul Husna TIDAK LULUS
6 Rijal Tasdiq TIDAK LULUS
7 SITI HADJAR LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%
8 Salwa LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%
9 Aria Nur Jamal LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
10 Hafizh Abdullah Wiranatakusuma LULUS SILVER BEASISWA UKT 50%
11 MUHAMMAD RAFIF DIFA LULUS SILVER BEASISWA UKT 50%
12 TARNO LULUS SILVER BEASISWA UKT 50%
13 Muhamad Irfan Solahuddin LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%
14 Nira Zakiya Nurrahman LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%
15 Rajaa Wildan Mubarok Rahman TIDAK LULUS
16 Nurol Majid TIDAK LULUS
17 Evie Rosydayanti LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%
18 Maharani Ayu M.D LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
19 Nur Irsyad Musthafa TIDAK LULUS
20 Alfiola Qatrunnada Disya TIDAK LULUS
21 Sayyid Almuhtadi Abdussalam LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
22 Aufa LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
23 Muhammad Raihan TIDAK LULUS
24 AHMAD FAUZAN RAMDHANI TIDAK LULUS
25 NAJWA NURUL HUWAIDAH TIDAK LULUS
26 Bernika Ifada Putri TIDAK LULUS
27 Khofifah Indah Ramadhaniah LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
28 AYU TRI ANGGRAINI TIDAK LULUS
29 Khansa Suci Karimah LULUS PLATINUM BEASISWA UKT 100%
30 Yafi Prastya Kusuma TIDAK LULUS
31 Nisrina Afga Rahmania LULUS SILVER BEASISWA UKT 50%
32 TARISA LULUS PLATINUM PLUS BEASISWA UP + UKT 100%

 

Keterangan :
Item Biaya perkuliahan di Institut Tazkia Terdiri dari 3 Item :
1. Uang Pangkal
2. UKT (Uang Kuliah Tunggal)
3. Matrikulasi (Asrama)

Biaya yang dicover beasiswa bisa dilihat berdasarkan katagori sebagai berikut :
1. PLATINUM PLUS = Biaya yang dicover Beasiswa adalah Uang Pangkal dan Uang Kuliah Tunggal 100%
2. PLATINUM = Biaya yang dicover Beasiswa adalah Uang Kuliah Tunggal 100%
3. GOLD = Biaya yang dicover Beasiswa adalah Uang Kuliah Tunggal 75%
4. SILVER = Biaya yang dicover Beasiswa adalah Uang kuliah Tunggal 50%

Item Biaya yang tidak disebutkan dalam katagori diatas maka biaya ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Bogor, 02 September 2019

 

 

Tim seleksi Beasiswa tazkia

Rizqi ZakiyaPENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI BEASISWA BATCH III
read more

Institut Tazkia Bentuk Asosiasi Guru Ekonomi Syariah (AGESI)

No comments


Menindak lanjuti rekomendasi dari peserta Seminar dan Workshop Pendidikan Ekonomi Syariah, Program Studi Tadris IPS atau Pendidikan Ekonomi Syariah membentuk tim Ad Hoc yang akan bermusyawarah pada tanggal 14 September 2019 M/14 Muharrma 1441 H dengan tugas merancang AD ART AGESI, membentuk susunan pengurus selama tiga tahun kepengurusan 2019-2023.

Adapun peserta yang diutus adalah perwakilan dari peserta dari berbagai daerah sebanyak 13 orang dengan komposisi sebanyak 9 orang dari peserta AGESI dan 4 orang dari institut Tazkia. Musyawarah Khusus yang dilakukan bertempat di ruang rapat Fakultas Tarbiyah prodi Tadris IPS dimulai dari pukul 09.00 – 15.00 WIB menghasilkan AD ART AGESI serta susunan kepengurusan 2019-2023 sebagai berikut:

PEMBINA

Dekan Fakultas Tarbiyah

Koordinator Prodi Tadris IPS

Sektetris Prodi Tadris IPS

PENGAWAS

Dosen Prodi Tadris IPS

SUSUNAN DEWAN PENGURUS PUSAT

ASOSIASI GURU EKONOMI SYARIAH INDONESIA (AGESI) PERIODE 2019-2022

Presiden:

Yuli Rahayu, S.Pd

Sekretaris Jendral:

Marzuki, SE.Sy,. AAIJ,.CPD.

Bendahara Umum :

Yundri Astiani M.E

Divisi Humas dan Kelembagaan:

Afief Ardhila S.Ag (Direktur)

Divisi SDM dan Kurikulum:

Indah Nuhyatia, M.Pd (Direktur)

Nur Nugrahani,. S.E,M.E,Ak.CA (Anggota)

Divisi Media dan Tekhnologi Pembelajaran:

Aqiful Khair,. S.Phil (Direktur)

Divisi Sosial dan Kemasyarakatan:

Endang Nugraha Putra S.E.I (Direktur)

Koordinator Wilayah:

Ratih Ramdhiana,. S.E.Sy (Jabodetabek)

Yeyen Parlina,M.E (Pulau Jawa)

Nasron Hasibuan (Luar Pulau Jawa)

Semoga dengan susunan kepengurusan ini bisa lebih baik lagi dalam mengabdi, berdakwah dan berkontirbusi nyata untuk pengembangan kualitas pendidikan ekonomi syariah,amin..

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Bentuk Asosiasi Guru Ekonomi Syariah (AGESI)
read more