Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah di Prodi Tadris IPS

No comments

Pada Hari Selasa 7 September 2021 M yang bertepatan dengan tanggal 29 muharram 1443 H Pukul : 10.00 WIB Program STudi Tadris IPS melaksanakan Workshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah di Prodi Tadris IPS (Pendidikan Ekonomi syariah)  Fakultas Tarbiyah IAI Tazkia bertemakan Implementasi Pendidikan Ekonomi Syariah Bagi Mahasiswa dan Masyarakat.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah bapak Dr.Andang Heryahya,M.Pd.,M.Pd.I yang mengatakan bahwa fakultas tarbiyah mendorong dan memfasilitasi dosen dalam mengajar agar lebih baik. Kemudian acara dilanjutkan workshop dan koordinasi dosen yang langsung di pimpin Koordinator Program Studi Tadris IPS bapak Asnan Purba ,Lc.,M.Pd.I, QWP yang memaparkan evaluasi pembelajaran semester lalu dan kebijakan Tahun Ajaran 2021/2022. Dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa prodi mengharapkan keterisian content di E-Learning meningkat sampai 95 % untuk mendukung pembelajaran di prodi Tadris IPS

Dalam acara ini hadir seluruh pengampu mata kuliah di Program Studi Tadris IPS Bapak Syamsul Hadi, M.Si, Bapak Afrad Arifin, S.IP., M.E.Sy., CIPA (AAOIFI), Bapak Fadhli Suko Wiryanto, M.Si, Ibu Yosi Trisa, S.Pd., M.Pd, Bapak Undang Bin Achjadilaga, Ph.D, Bapak Bagja Waluya, S.Pd., M.Pd Bapak Eldi Mulyana, S.Pd.,M.Pd, Bapak Asep Munajat, M.Pd, Bapak Muhammad Eko Sucipto, MIRKH. Dalam acara ini para dosen berdiskusi dan mereview RPS yang ingin diajarkan pada semester ganjil TA 2021/2022 di akhir acara KPS Tadris IPS mengatakan bahwa sebagai pendidik kita harus mencontohkan dalam pembelajaran agar calon guru yang di didik di Prodi Tadris IPS bisa menjadi pendidik yang Aktif Kreatif dan Amanah sesuai dengan Motto yang dimiliki Tadris IPS

diasmWorkshop dan koordinasi dosen pengampu mata kuliah di Prodi Tadris IPS
read more

Workshop & Rapat Koordinasi Dosen Kewarganegaraan

No comments

Senin, 6 September 2021 M / 29 Muharram 1443 H dalam rangka persiapan perkuliahan Tahun Akademik  2021/2022 Prodi Tadris IPS sebagai koordinator Rumpun Mata Kuliah Kewarganegaraan  mengadakan Workshop dan koordinasi dosen dengan tema “Pendidikan Kewarganegaraan, sebagai modal moderasi dalam beragama, berbangsa, dan bernegara”.

Acara yang dilaksanakan pada Pukul 13.00 WIB secara daring melalui aplikasi google meet ini dibuka oleh koordinator Tadris IPS yang merupakan koordinator rumpun mata kuliah MKDU Bapak Asnan Purba ,Lc.,M.Pd.I. dengan dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah kewarganegaraan yaitu: Bapak Dr. Lilik Mulyono, M.A.P., Bapak  Fakhrudin, S.E., M.M., Bapak Ir. Achmad Syamsul Huda, M.M. dan Bapak Asep Munajat, M.Pd.

Dalam acara ini koordinator rumpun MKDU memberikan informasi terkait perkuliahan dari di Institut Agama Islam Tazkia dan mempimpin untuk review Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar lebih terbarukan mengikuti kondisi dan perkembangan terkini terkait  kewarganegaraan.

Di akhir acara beliau menghimbau kepada seluruh dosen pengampu untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dosen dalam tridharma perguruan tinggi agar senantiasa selalu aktif, kreatif dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

melvinaWorkshop & Rapat Koordinasi Dosen Kewarganegaraan
read more

Workshop & Koordinasi Dosen Pengampu Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Tazkia

No comments

Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 Prodi Tadris IPS (Pendidikan Ekonomi Syariah) Fakultas Tarbiyah IAI Tazkia mengadakan workshop dan koordinasi dosen pengampu Bahasa Indonesia di Institut Agama Islam Tazkia pada hari jumat tanggal 3 September 2021 M yang bertepatan dengan 25 Muharram 1443 H pukul 09.00 WIB secara daring melalui aplikasi GoogleMeet.

Acara yang dihadiri oleh Koordinator Program Studi dan Sekertaris Program Studi Tadris IPS yang menaungi Rumpun Bahasa Indonesia serta seluruh Pengampu Mata kuliah Bahasa Indonesia bertemakan Peningkatan Kualitas Bahasa Indonesia dalam penulisan Karya Ilmiah berlangsung khidmat.

Dalam acara ini Koordinator Prodi Tadris IPS memberikan informasi terkait jadwal mengajar, kewajiban dosen dalam Tridharma perguruan tinggi dan juga mereview Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Bahasa Indonesia yang merupakan mata kuliah dasar umum (MKDU) di Institut Tazkia.

Di akhir acara KPS Tadris IPS berharap agar setiap dosen senantiasa mengembangkan Tridharma perguruan tinggi dan terus berkreasi selama pandemi khususnya terkait penulisan dan penelitian berbasis Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah dasar umum dan menjadi landasan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah dibawah bimbingan dosen yang memiliki keahlian dan kompetensi dalam mata kuliah Bahasa Indonesia.

 

melvinaWorkshop & Koordinasi Dosen Pengampu Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Tazkia
read more

Kunjungan ke Pendahulu Tazkia, Kenang Perjuangan & Tumbuhkan Semangat Perjuangan

No comments

Bogor, 1 September 2021 / 23 Muharram 1443. Tim Humas & Kemahasiswaan IAI Tazkia di bawah Wakil Rektor III melakukan kunjungan ke makam pendahulu Tazkia yang telah wafat. Kunjungan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat perjuangan serta mengambil pesan tersirat atas segala dedikasi yang telah ditorehkan oleh para pendahulu Tazkia.

 

Tahun 2020-2021 lalu menjadi tahun yang berat bagi keluarga Tazkia, tidak hanya kondisi Pandemi, tapi juga menjadi masa wafatnya beberapa keluarga Tazkia, dampak Pandemi di bawah takdir Allah Ta’ala. Bapak Dr. Mukhamad Yasid, Bu Neng Sri Hartati, Dr. Achmad Djazuli, Kang Jaisul, Bapak Noor, Bapak Kemal, adalah beberapa keluarga Tazkia yang telah wafat pada tahun ini.

Selama hidup, para Pendahulu telah melakukan yang terbaik saat menjalankan amanah di Tazkia. Mengukir berbagai pencapaian serta kontribusi yang dapat dirasakan oleh seluruh stakeholder Tazkia.

Semua perjuangan yang telah diukirkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Tazkia untuk ikut berkontribusi lebih dalam menjalankan tugas di Tazkia.

Dengan langkah awal ini, tim Warek III Tazkia, mewakili segenap Keluarga Tazkia berupaya menumbuhkan semangat baru menghadapi tugas amanah masa akademik 2021-2022 untuk mewujudkan visi Tazkia menjadi rujukan global bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual sesuai perkembangan digital berkarakter T-A-Z-K-I-A.

diasmKunjungan ke Pendahulu Tazkia, Kenang Perjuangan & Tumbuhkan Semangat Perjuangan
read more

Wapres Tekankan Kolaborasi Dengan Tazkia dan Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal

No comments

KBRN, Jakarta : Perkembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan daya tahan di tengah kondisi Pandemi COVID-19.

Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020 Bank Indonesia menyebutkan, ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan PDB nasional.

Sebagai kunci dalam mengakselerasi ekonomi syariah sekaligus mencapai visi Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia, pemerintah pun mempercepat pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) industri halal.

“Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk mengakselerasi pengembangan UMKM industri halal. Juga, tidak kalah penting adanya kemitraan dari usaha besar yang saling menguntungkan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin pada “Kick Off Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal” melalui konferensi video, Rabu, (25/08/2021).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) tersebut, Wapres menekankan, adanya perhatian besar dari banyak pihak kepada UMKM merupakan modal yang harus dioptimalkan.

“Sejumlah inisiatif juga telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu UMKM naik kelas. Sebagai contoh, apabila UMKM industri halal membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, maka tersedia dukungan dari bank syariah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah, Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah, saham syariah, serta pembiayaan dari financial technology (fintech) syariah,” paparnya.

Sementara, untuk meningkatkan penjualan, lanjut Wapres, UMKM tersebut dapat bekerja sama dengan penyedia layanan pemasaran digital.

“Demikian pula guna meningkatkan kualitas operasional perusahaan maka terdapat banyak provider digital yang siap membantu UMKM,” ungkapnya lagi.

Wapres berharap Pilot Project Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal yang hari ini dicanangkan, dapat menjadi gerakan awal yang akan mensinergikan berbagai inisiatif penguatan UMKM dan bisnis industri halal di Indonesia dalam suatu ekosistem yang saling memberikan kemanfaatan.

“Pada tahap awal terdapat 13 lembaga dan perusahaan yang telah bersinergi sebagai Sahabat UMKM Industri Halal.  Saya sangat berharap inisiatif ini akan terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan agar mempercepat terbentuknya ekosistem digital ekonomi syariah di Indonesia yang akan mendukung ekonomi nasional Indonesia,” ucap Wapres.

Di samping itu, Wapres menyampaikan bahwa KNEKS dengan lima inkubator perguruan tinggi yaitu UI, IPB, ITB, Unpad, Tazkia dan Bank Syariah Indonesia University, telah menyusun delapan Modul Dasar UMKM Industri Halal yang membantu memahami pola pikir pengusaha sesuai syariah dan ilmu mengelola usaha secara syariah.

“Saya berharap modul ini dapat digunakan oleh berbagai pihak yang membina UMKM Industri Halal, di antaranya BUMN, perusahaan swasta dan perguruan tinggi. Sinergi ini juga hendaknya dapat dipercepat dengan dukungan IAEI melalui berbagai perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Manajemen Eksekutif KNEKS,” imbaunya.

Khusus terkait sertifikasi halal pelaku UMKM, Wapres meyakini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dapat mengoptimalkan sinergi dengan 12 pemangku kepentingan yang ada untuk mempercepat implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) bagi pelaku UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga mengimbau pelaku UMKM Industri Halal bersinergi dengan Kawasan Industri Halal (KIH) yang sudah memiliki izin di Indonesia.

“UMKM bisa mendapatkan pembinaan, dan menggunakan fasilitas-fasilitas di dalam KIH tersebut. Dengan demikian, kapasitas UMKM Industri Halal bisa meningkat dan efisiensi produksi diharapkan dapat tercapai,” jelas Wapres.

Wapres turut memberikan apresiasi kepada KNEKS serta kementerian/lembaga/pelaku usaha yang telah berperan dalam merancang dan melaksanakan Pilot Project ini.

“Saya berharap dengan adanya Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal, cita-cita kita untuk menjadi pusat halal dunia bisa terwujud dan UMKM Indonesia bisa naik kelas. Kedepan, sinergi yang dilaksanakan diharapkan tidak hanya berhenti dan terbatas sampai di sini saja, tetapi bisa dikembangkan lebih luas dengan pihak – pihak lain yang memiliki potensi, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (Foto : Setwapres RI)

 

Source : Wapres Tekankan Kolaborasi Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal – Ekonomi | (rri.co.id)

Rizqi ZakiyaWapres Tekankan Kolaborasi Dengan Tazkia dan Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal
read more

Kunjungan Dan Dukungan DPRD Bangka Selatan Terhadap Program Hafizpreneur Tazkia

No comments

Jum’at, 27 Agustus 2021 Institut Tazkia menerima kunjungan dari DPRD Kabupaten Bangka Selatan.

Kunjungan yang dihadiri oleh 3 anggota DPRD Bangka Selatan ini bertujuan untuk melihat & memantau langsung kondisi para Mahasiswa Penerima Beasiswa Hafizpreneur Tazkia yang berasal dari daerah Bangka Selatan. Selain itu anggota DPRD yang hadir juga berkesempatan untuk memberikan motivasi dan pengalaman mereka masing-masing tentang perjuangan dalam meraih kesuksesan.

Kunjungan & pemberian motivasi ini diharapkan dapat menambah semangat para Mahasiswa dalam menyelesaikan hafalan 30 Juz sekaligus menjadi Mahasiswa yang berprestasi selama mengikuti perkuliahan di kampus Tazkia. (Miftahul Anwar Guswanda)

Miftahul AnwarKunjungan Dan Dukungan DPRD Bangka Selatan Terhadap Program Hafizpreneur Tazkia
read more

Pajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?

No comments

Oleh : Murniati Mukhlisin (Rektor Institut Agama Islam Tazkia/Pendiri Sakinah Finance dan Sobat Syariah)

Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu mengumumkan tentang akan memberlakukan tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dengan persentase yang agak mengejutkan.

Bagi negara yang sedang mengalami krisis ekonomi, hal ini wajar saja dikarenakan pungutan PPh selama ini sangat membantu keuangan negara.

Namun jangan kwatir, yang disasar adalah Pajak Orang Kaya atau High Networth Individual. Mereka adalah kelompok masyarakat yang ternyata justru memperoleh penghasilan yang lebih baik di masa pandemi saat ini.

Tarif Pajak dan Zakat 2021

Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008, tarif pajak bagi yang memiliki penghasilan:

  1. Hingga Rp. 50 juta per tahun dikenakan 5 persen;
  2. Di atas 50 juta – 250 juta per tahun, tarifnya 15 persen;
  3. Di atas Rp. 250 juta – 500 juta per tahun, tarifnya 25 persen;
  4. Di atas Rp. 500 juta per tahun, tarifnya 30 persen.

Adapun usulan kenaikan adalah pada penghasilan di atas Rp 5 miliar per tahun, yang diusulkan tarifnya 35 persen.

Bulan Ramadhan yang lalu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021.

Semula perhitungannya mengikuti qiyas pertanian untuk nishab dan haul (524 kg beras selama sebulan) dan emas untuk kadar zakat (2.5 persen), sekarang merujuk pada qiyas emas baik nishab dan kadarnya yaitu 85 gram emas dihasilkan selama satu tahun hijriyah, dikeluarkan per bulan.

Baznas merespon Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1503 mengenai Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif serta peraturan – peraturan yang telah ada sebelumnya.

Adapun perbedaan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sebelum 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021 Zakat Profesi/Penghasilan adalah setara dengan 524 kg beras dengan harga Rp 10.000 per kilo, kadar zakat 2,5 persen.

Bagi siapa yang memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 5.240.000 per bulan atau lebih, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari nilai tersebut. Misalnya Bapak A memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan maka nilai zakatnya adalah Rp 150.000 per bulan.

Sejak 18 Ramadhan 1442H/30 April 2021, Zakat Profesi/Penghasilan adalah nilai akumulasi per tahun setara dengan 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5 persen per tahun dibayar per bulan. Misalnya penghasilan Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.868 per bulan.

Tax Amnesty Vs Zakat Amnesty

Langkah Menteri Keuangan yang memberlakukan Tax Amnesty Jilid 1 dinilai cukup efektif dalam mengejar Wajib Pajak (WP) yang mangkal.

Banyak masyarakat yang mendeklarasi daftar kekayaannya dan menyerahkan pajak yang selama ini ditunda.

Dalam APBN 2018 yang lalu dilaporkan bahwa terdapat kenaikan dari target penerimaan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun menjadi Rp 1.896,6 triliun atau meningkat sebesar 100,1 persen.

Meski ada tax amnesty, sayangnya tidak ada Zakat Amnesty walaupun cukup banyak masyarakat muslim yang tergolong Wajib Zakat (WZ) lalai dalam kewajiban dalam menunaikan zakatnya.

Laporan para pengelola lembaga zakat menunjukkan bahwa selama ini belum target yang diharapkan belum tercapai.

Misalnya total potensi zakat nasional 2020 adalah Rp 233,84 triliun namun yang dicapai hanya Rp 8 rupiah atau 3,5 persen yang terkumpul.

Porsi terbesar terletak pada zakat penghasilan, yaitu Rp 139,07 triliun, di mana jika diadakan Zakat Amnesty pasti banyak yang akan antri.

Pemahaman Zakat Amnesty pastinya tidak sama dengan Tax Amnesty, karena kadar zakat tidak boleh ditawar. Bahkan di Malaysia bagi muzakki yang sengaja lalai menunaikan zakatnya, dikenakan denda maksimal dua kali lipat nilai zakat yang harus ditunaikan.

Zakat Amnesty dari sisi syariah tentunya melihat berbagai faktor seperti:

  • Mengingatkan muzakki akan harta yang bersih dan tumbuh setelah dikeluarkan zakatnya,
  • Mendoakan muzakki untuk ketenangan hidupnya dengan cara meningkatkan kepeduliaannya,
  • Menegur muzakki akan hak orang lain yang ada di dalam hartanya yang diminta atau tidak diminta oleh para mustahik,
  • Menunjukan muzakki cara menghitung nisab harta serta ketentuan lainnya,
  • Menyadarkan muzakki akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga zakat,
  • Mengajak muzakki untuk menjadikan lembaga zakat sebagai mitra yang kompeten dan terpercaya, dan
  • Menjelaskan perbedaan antara kewajiban zakat dan pajak.

Strategi meningkatkan kepedulian adalah cukup ampuh yang dibantu dengan penyebaran informasi melalui media sosial, seperti yang dialami umat Islam sepanjang pandemi Covid-19 ini.

Alhasil, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 385,5 miliar pada tahun 2020 naik dari Rp 296 miliar di tahun 2019. Padahal di masa pandemi konon kabarnya banyak yang mengalami masalah keuangan.

PR besar ke depan adalah harmonisasi zakat dan pajak, di mana pemerintah perlu mencoba kebijakan tax credit. Dalam hal ini zakat yang ditunaikan WP dapat mengurangi nilai pajak yang harus dibayar. (kompas.com)

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarPajak Orang Kaya Naik, Zakat Orang Kaya Naik?
read more

Peran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

No comments



Jumat, 6 Agustus 2021/ 27 Dzulhijjah 1443 H. Pusat Studi Fintech Syariah (PSFS) Hadir dalam Agenda Rapat Anggota Tahunan 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). PSFS yang diketuai oleh Bpk. Yaser Taufik Syamlan, SE, ME, CIFP merupakan salah satu Center of Excellence dalam bidang keuangan digital di bawah Naungan Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IAI Tazkia.


Acara dihadiri oleh berbagai kalangan yang memiliki satu perjuangan untuk memajukan fintech Syariah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Bapak Dr. Adiwarman Karim & Dr. Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat AFSI, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., selaku Dewan Pengawas AFSI, juga Bapak Triono Gani selaku GIKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga nya memberikan sambutan, apresiasi, dukungan serta masukan untuk AFSI sebagai Asosiasi yang memiliki peran besar mendukung perputaran keuangan syariah, khususnya di masa Pandemi.

Agenda ini merupakan langkah nyata Tazkia berperan serta dalam potensi pengembangan keuangan syariah dalam kondisi apapun, khususnya di masa Pandemi, saat banyak orang tidak banyak memiliki pilihan, diantaranya yang terbuka lebar adalah dengan memanfaatkan fintech yang ada untuk kebutuhan dan pengembangan bisnis yang diharapkan. Tanpa adanya fintech Syariah, maka jeratan rentenir online, lintah darah digital, para pelaku riba dunia maya akan semakin merebak dan menjerumuskan banyak muslim dalam jeratan riba yang merupakan salah satu dosa besar yang banyak dilupakan. Semoga Kiprah PSFS bersama AFSI dapat terus semakin besar dan membuka mata Dunia khususnya muslim untuk sadar betapa besar potensi pengembangan keuangan syariah yang ada dengan berbagai tantangan seiring kemajuan teknologi yang semakin masif belakang ini. Aamiin

Ref :
https://tazkia.ac.id/dosen/assoc-prof-dr-murniati-mukhlisin-m-acc/ https://tazkia.ac.id/dosen/yaser-taufik-syamlan-m-e-cifp/ https://fintechsyariah.id/id/about dan https://sharianews.com/posts/memupuk-semangat-idealisme-perjuangan-afsi
@afsi.id : https://www.instagram.com/p/CSWXKiFBH06/

Penulis/Kontributor: Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI)
https://tazkia.ac.id/dosen/afrad-arifin-m-e-sy/
https://id.linkedin.com/in/afrad-arifin-cipa-aaoifi-ba842437

Rizqi ZakiyaPeran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
read more

Asesmen Lapangan Daring Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia

No comments

Program studi tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tarbiyah pada hari Jumat dan Sabtu di tanggal 20-21 agustus 2021 M yang bertepatan dengan tanggal 11-12 muharram 1443 H telah melaksanakan Asesmen Lapangan yang berlangsung daring dan luring menggunakan aplikasi zoom dan luring yang bertempat di Kampus Alif Tazkia Sentul. Dengan tim asesor ibu Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih,M.Si dari Universitas Diponegoro dan Bapak Dr.Wahyudi,M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Bapak Dr. Syafii Antonio, M.EC, Rektor Institut Agama Islam Tazkia ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP.,Dekan Fakultas Tarbiyah Bapak Dr. Andang Heryahya ,M.Pd., Koordinator Program Studi Tadris IPS selaku Program studi yang diasesmen Bapak Asnan Purba, Lc.,M.Pd.I, dosen Prodi Tadris IPS, Tendik Fakultas tarbiyah serta mahasiswa prodi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah IAI Tazkia dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dibuka dengan acara seremonial pembukaan di hari pertama  pada Pukul 8 pagi WIB hingga pukul 4 Sore.

Di hari kedua asesor mengkonfirmasi data pelayanan data dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Tadris IPS fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia Di akhir acara asesmen lapangan daring ini asesor memberikan catatan terhadap Fakultas Tarbiyah khususnya di Program Studi Tadris IPS IAI Tazkia diantaranya : 1. Pada Visi Misi Tujuan Strategi PS dan unit pengelola program studi sudah dirumuskan dengan jelas, saling terkait dan melibatkan stakeholder (internal dan eksternal), serta telah mencerminkan visi misi tujuan strategi institusi, IAI Tazkia. Namun demikian, rumusan VMTS akan lebih baik jika secara eksplisit secara koherensi mengandung Tri dharma PT.

  1. Pada tata pamong, kelola dan kerjasama secara umum berjalan dengan baik, setiap unsur UPTS dan UPPS berfungsi sesuai fungsi institutsi dan civitas akademika, perspektif dalam menerapkan tata pamong good governmentuntuk menyelenggaraan tugas dan fungsi pengelolaan organisasi perlu ditingkatkan, demikian dalam jejring kerjasama, penting untuk ditingkatkan cakupan dan keluasannya dalam bingkai pelaksanaan tri dharma PT. Tentu jaringan kerjasama menjadi salah satu modal sosial bagi tercapainya visi dan misi institusi baik di level PT, maupun fakultas dan prodi Tadris IPS.
  2. Pada kriteria mahasiswa prodi Tadris IPS sudah cukup kompetitif, karena masuk dengan proses persaingan yang ketat, karena tidak semua pendaftar tidak dapat diterima karena beragam alasan. Maka, terjaring mahasiswa yang dari sisi kompetensi pasti lebih baik. Ada beragam latar belakang asal daerah dan etnik yang jelas potensi akademik mahasiswa tidak sama, bahkan cenderung ada gap/benturan. Kondisi tersebut membawa konsekuensi adanya alokasi waktu untuk persiapan / matrikulasi untuk bidang tertentu dan kompetensi tertentu (pembinaan Bahasa dan al-qur’an). Kondisi tersebut perlu ada treatmentkhusus dari institusi, dalam konteks tersebut ada konsekuensi yang tidak ringan, namun demikian dalam konteks perkuliahan, mahasiswa sudah cukup puas dalam pelayanan dalam UPPS dan UPS. Ada usulan berupa Perkuliahan PPL ditingkatkan lagi, animo dan jumlah mahasiswa yang diterima juga terus ditingkatkan, agar rasio jumlah mahasiswa dan dosen membaik, mendekati dan sesuai yang ditetapkan oleh dikti. (rasio ideal mahasiswa dan dosen 30-40/dosen).
  3. Pada kriteria SDM UPPS unsur tendik secara kualitas dan kuantitas sudah baik, tetapi dalam Prodi IPS menghadapi kondisi kritikal karena jumlah SDM masih terbatas secara kualitas dan kuantitas (7 dosen tetap dengan latar belakang pendidikan S3 1 orang, dengan jabfung Asisten Ahli 3 orang). Mohon perhatian serius dari unsur pimpinan agar dalam waktu dekat ada program akselerasi dalam penambahan dosen tetap dan memacu dan memicu para dosen untuk studi lanjut serta kenaikan jenjang jabfung lebih tinggi (PR Mendesak dan komitmen luar biasa).
  4. Kriteria Keuangan, Sarana Prasarana UPPS dalam aspek jumlah sudah memadai, dalam arti dapat memenuhi kebutuhan operasional dalam kemahasiswaan, dll. Sarana dan prasarana sudah memadai (dari hasil tayangan video dan diskusi) untuk perkuliahan yang digunakan dosen, mahasiswa dan tendik. Namun demikian PS Tadris, perlu direkomendasikan: agar dalam alokasi keuangan jumlahnya perlu ditingkatkan terutama dalam pengembangan kapasitas penelitian dan publikasi (penelitian dan riset menjadi pintu masuk perubahan-perubahan signifikan secara kelembagaan).
  1. Kriteria pendidikan terkait kurikulum, pembelajaran, kompetensi lulusan sudah baik. Kurikulum sudah sesuai standar pembelajaran. Perkuliahan sudah sesuai dengan kurikulum yang dituntut dalam setiap mata kuliah dan Kebijakan pemerintah terkait dengan merdeka belajar, prodi harus meng-update kurikulum agar bisa ikut merdeka belajar, termasuk memberi peluang bagaimana mahasiswa dari PT lain juga bisa mengambil mata kuliah di Tadris IPS. mengintegrasikan kegiatan penelitian dan PKM dalam proses pendidikan terutama dalam struktur kurikulum, langkah awal sebelum penelitian dan PKM menjadi mata kuliah.

 

7 dan 8. Kriteria Penelitian dan pengabdian, kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa UPPS sudah cukup memadai dengan luaran yang dapat memenuhi ke arah pencapaian SN Dikti. Beberapa hal yang harus ditingkatkan diantaranya meningkatkan penelitian kompetitif baik yang bersumber dari Dalam Negeri dan Luar Negeri, dari institusi pemerintah maupun swasta (Toyota Foundation, dll untuk sumber pendanaan) dan  luaran penelitian dalam jurnal ilmiah reputasi nasional dan internasional perlu terus ditingkatkan, demikian juga untuk luaran dalam penetapan HAKI dan hak paten sederhana dan hak paten serta peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen (kualitas dan kuantitas) dan mengintegrasikan kegiatan penelitian dalam proses perkuliahan.

  1. Sedangkan Kriteria luaran dan capaian tri dharma Asesor memberikan rekomendasi: animo jumlah mahasiswa, harus ditambah., jumlah dosen secara kualitas dan kuantitas harus ditingkatkan, jumlah publikasi dosen dan mahasiswa pada jurnal ilmiah, kalo perlu prodi Tadris IPS membuat jurnal secara online, Luaran penelitian PKM dan penelitian dosen diupayakan hak haknya.

Semoga sukses dan barokah, amin

diasmAsesmen Lapangan Daring Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tazkia
read more

Peran Sektor Agribisnis Dalam Mendukung Indonesia Sebagai Pusat Industri Halal Dunia

No comments

Kamis, 19 Agustus 2021, Program Studi Diploma 3 Manajemen Keuangan Mikro Syariah Institut Tazkia telah menggelar webinar yang dilaksanakan secara daring dengan tema “Peran Sektor Agribisnis Dalam Mendukung Indonesia Sebagai Pusat Industri Halal Dunia”.

Webinar kali ini menghadirkan narasumber yaitu Dr. Ir. Suswono, M. M. A (mantan Menteri Pertanian era Presiden SBY) yang memaparkan materi dengan judul “Peran Sektor Agribisnis Dalam Mendukung Indonesia Sebagai Pusat Industri Halal Dunia”, dan dimoderatori oleh Fakhrudin S. E., M. M yang merupakan Dosen Program Studi D3 Manajemen Keuangan Mikro Syariah Institut Tazkia.

 

 

Acara dibuka secara langsung oleh Fakhrudin S. E., M. M selaku moderator dan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Ir. Suswono, M. M. A, diawali dengan penjelasan tentang posisi indonesia di kancah global yang dimana indonesia masih berperan sebagai konsumen besar dan belum menjadi produsen atau pemain utama.

Dilanjutkan amanat undang-undang pangan Indonesia, ancaman dan permasalahan serta strategi dari sektor pangan di Indonesia, pentingnya produk halal, tantangan dan peluang dari bisnis pangan halal dan pentingnya penguatan kerjasama masyarakat dalam membangun bisnis sektor pangan halal di Indonesia.

Dan diharapkan webinar ini dapat menjadi motivasi untuk masyarakat Indonesia mengembangkan sektor agribisnis sebagai pusat industri halal dunia.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara.

diasmPeran Sektor Agribisnis Dalam Mendukung Indonesia Sebagai Pusat Industri Halal Dunia
read more