Pemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba

No comments

Wakil Bupati Siak Husni Merza menginginkan badan usaha milik desa di Kabupaten Siak bisa di syariahkan.

“Kita akan buat bagaimana badan usaha milik desa yang ada di Kabupaten Siak ini sebanyak mungkin kita syariahkan dalam hal simpan pinjam dan jual beli yang jauh dari riba,” kata Husni saat membuka secara resmi rapat kerja regional FoSSEI (SUMBAGTENG) ke-16 tahun 2022 di Gedung Tengku Maharatu Kecamatan Siak, Sabtu (12/2/2022).

Acara itu sekaligus seminar nasional bertema Peran Generasi Millenial Dalam Menggunakan Digitalisasi Demi Pengoptimalan Ekonomi Syari’ah yang Inklusif.

“Saya sangat tertarik dengan tema seminar ini, maka mari kita dorong bagaimana bermitra dengan perbankan yang syariah jika tidak kita yang mulai siapa lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, ini merupakan kajian tentang ekonomi syariah dan edukasi kepada masyarakat.

Turut hadir disana mendampingi Wabup Ketua STAI, Ketua Baznas , Kepala Bank Riau Kepri, Kepala Bank Syari’ah Indonesia, Ketua lembaga MUI.

Disisi lain Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Siak Iwan Agus Supriono menyampaikan bahwa pihaknya telah dua periode ini menamatkan wisudawan dan wisudawati yang berbasis ekonomi syariah, ini proses yang panjang selama 2 tahun.

Dia sangat mendukung kegiatan itu dan disini mahasiswi diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah FoSSEI.

Sementara itu Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin yang datang langsung dari Bogor menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Dia menjelaskan peranan mahasiswa milenial memang sangat diharapkan yaitu pertama mendukung dan mengembangkan program ekonomi syariah yang berbasis digital.

Kedua, mempelajari industri digital yang sudah berkembang saat ini. Literasi tentang digital syariah masih sangat minim bahkan karenanya banyak yang terjerumus ke pinjol ilegal.

Murniati yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi FinTech Syariah Indonesia ini juga mengharapkan para hadirin untuk ikut menjadi pelaku industri digital. Misalnya, berpartisipasi sebagai pedana aktif atau pelaku UMKM di FinTech Syariah.

Dia juga ikut menjelaskan tentang metaverse, NFT, robotrading, investasi kripto, dan bagaimana rambu-rambu syariah harus dipastikan di dalam semua transaksinya. (JaringNasional.net)

Miftahul AnwarPemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba
read more

PEMKOT BANDA ACEH TERIMA KUNJUNGAN INSTITUTE TAZKIA BOGOR

No comments

Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan dari Institut Tazkia Bogor, kegiatan dalam rangka silaturahmi dan penandatanganan kerjasama dalam bidang pendidikan dan ekonomi syariah ini digelar di Aula DSI Kota. Selasa (8/2/2022)

Dalam sinergisitas yang berlangsung hangat tersebut, hadir langsung Rektor Institut Tazkia Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, IFP.

Sementara dari Pemko Banda Aceh hadir Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Teuku Syahluna Polem,S.Sos, Plt Kadis DSI Kota Ridwan,S.Ag.,M.Pd dan Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh Muhammad, S.Sos beserta jajarannya.

Dr. Murniati Mukhlisin atau yang akrab disapa madam Ani dalam presentasinya mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan beasiswa jalur khusus bagi santri-santri Kota Banda Aceh yang memiliki prestasi dibidang hafalan qur’an.

Begitupun peningkatan implementasi dibidang sosial ekonomi dan peningkatan kualitas SDM Pegawai ASN Pemko Banda Aceh untuk memenuhi tujuan dari kedua lembaga tersebut.

Sementara itu, Plt. Kadis DSI Kota Ridwan mengatakan bahwa kerjasama ini sangat menarik, mengingat pengalaman Institut Tazkia yang telah melahirkan para hafiz-hafiz qur’an yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Wali Kota Banda Aceh selain mempunyai visi dan misi menciptakan kota gemilang dalam bingkai syariah, juga ingin menciptakan seribu tahfiz di Kota Banda Aceh. Kita juga memiliki lembaga sertifikasi tahfiz”Pungkas Ridwan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh dan Kadisdik Dayah Kota Banda Banda Aceh. jika kerjasama ini bisa terjalin maka banyak program yang akan dapat dikembangkan kedepannya. (syariatislam.bandaacehkota.go.id)

Miftahul AnwarPEMKOT BANDA ACEH TERIMA KUNJUNGAN INSTITUTE TAZKIA BOGOR
read more

Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi

No comments

Program Studi Akuntansi Syariah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia mengadakan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi Pesantren pada tanggal 19-20 Januari 2022.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Ibu Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa penting mengajarkan akuntansi sejak dini kepada para siswa dan santri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Achmad Firdaus, M.Si. Bapak Achmad Firdaus menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pendidikan akuntansi syariah ada di pesantren. Pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan nilai-nilai Islam, sudah selayaknya juga mempraktikkan pencatatan laporan keuangan berdasarkan metode dalam akuntansi syariah. Tidak hanya itu, sistem yang berjalan di pesantren seharusnya juga tetap bisa bertahan, walaupun pendiri awal pesantren sudah meninggal atau berganti. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren berhasil melanjutkan kemaslahatan yang terus mengalir dan membawa banyak manfaat.

Pedoman akuntansi pesantren merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Seperti yang disampaikan oleh narasumber pertama Bapak Dr Sigid Eko Pramono, SE Ak, MIBA, CA, penguatan ekonomi syariah di Indonesia salah satunya dimulai dari Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren. Pada umumnya, pesantren memiliki aliran dana dari iuran pendidikan yang dibayarkan oleh para santri, usaha mandiri pesantren, dan juga wakaf. Pedoman ini dibuat untuk memudahkan pengelolaan asset dan juga transaksi operasional pesantren. Seringkali pesantren menghadapi kesulitan ketika ingin mengetahui mengenai berapa total dana yang diterima, berapa total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan, bahkan berapa jumlah total utang dan piutang yang dimiliki pesantren.

Pedoman Akuntansi Pesantren disusun sebagai hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2017 dan diperbaharui di tahun 2020. Pada tahun 2018, Bank Indonesia menginisiasi aplikasi SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia). Aplikasi ini adalah sistem pencatatan transaksi keuangan pesantren berbasis pedoman akuntansi pesantren. Tujuannya adalah untuk mengelola transaksi keuangan dan administrasi siswa pesantren serta memudahkan proses kontrol transaksi keuangan dari sisi unit bisnis dan pembayaran biaya pendidikan santri.

Dr. Sigid Eko Pramono, yang juga selaku inisiator Pedoman Akuntansi Pesantren dan aplikasi SANTRI menambahkan, jika kunci sukses penerapan pedoman ini ada pada pimpinan pondok pesantren. Pimpinan pondok pesantren harus berkomitmen untuk melakukan pemisahan harta yayasan/pesantren dan harta pimpinan pondok. Tanpa komitmen yang kuat, pelaksanaan penerapan pedoman ini akan sulit dilakukan.

Pedoman Akuntansi Pesantren mengacu pada PSAK 112 mengenai akuntansi wakaf dan ISAK 35 mengenai penyajian laporan keuangan entitas berorientasi non laba. Dalam paparannya, narasumber kedua Ibu Dr. Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss. Acc., CMA. CIBA menyampaikan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi wakaf, merujuk pada PSAK 112. Pesantren sejak dulu hidup dan berkembang berkat dukungan masyarakat. Lahan tanah yang di atasnya didirikan bangunan umumnya tanah-tanah wakaf. Lebih lanjut, badan hukum yang menaungi pesantren, pada umumnya adalah yayasan. Menilik dari tujuannya, yayasan tidak mencari profit atau keuntungan, namun demikian diperbolehkan memperoleh pendapatan dari badan usaha yang didirikan. ISAK 35 mengatur mengenai penyajian Laporan Keuangan Entitas yang berorientasi Nonlaba.

Dalam kaitannya dengan standar keuangan, pesantren sebagai suatu entitas, harus memahami tiga hal penting berikut ini. Pertama mengenai Pengakuan (Recognition). Pesantren harus memahami kapan sebuah transaksi boleh dicatat dan diakui dalam laporan keuangan. Berikutnya, mengenai Pengukuran (Measurement). Setelah mengidentifikasi transaksi yang akan dilaporkan, pesantren diharapkan mampu mengukur besaran transaksi yang akan dicatat, khususnya transaksi berupa asset non moneter/bukan berbentuk uang. Yang terakhir adalah bagaimana cara melaporkan dan menyajikan transaksi tersebut sesuai standar (disclosure). Pada paparannya, Ibu Sugiyarti Fatma Laela menjelaskan mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian sebagaimana yang telah diatur dalam PSAK 122. Kemudian beliau melanjutkan dengan penjelasan lima (5) jenis laporan keuangan entitas nonlaba menurut ISAK 35. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Materi selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Grandis Imama Hendra, M.Sc. Acc., SAS yang membahas mengenai teknis akuntansi pesantren. Dalam materinya, Bapak Grandis memaparkan dengan detail mengenai pesantren sebagai entitas pelapor, penyajian laporan keuangan, akuntansi asset pesantren, akuntansi liabilitas, akuntansi liabilitas pesantren, akuntansi asset netto pesantren, akuntansi penghasilan dan beban, akuntansi arus kas, dan catatan atas laporan arus kas. Pada paparannya,beliau juga menyampaikan jika pesantren harus menyimpan dengan baik dokumentasi bukti-bukti transaksi untuk memudahkan pencatatan keuangan. Selanjutnya, juga diperlukan  komitmen dan disiplin dalam melakukan pencatatan berdasarkan bukti-bukti transaksi untuk menyusun laporan keuangan

Rangkaian acara ini, tidak hanya berhenti sampai acara webinar pada tanggal 19-20 Januari 2022, namun insya Allah akan dilanjutkan hingga pendampingan pelaksanaan pedoman Akuntansi Pesantren pada pesantren yang terpilih. Rangkaian kegiatan hari pertama ini akan dilanjutkan esok hari, Kamis 20 Januari 2022 dengan materi pengenalan Aplikasi SANTRI kepada para peserta.

Hari I – Rabu, 20 Januari 2022

 

Melvina SyahnumSosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi
read more

Persiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ

No comments

 

Sentul City, 12 Januari 2022 / 8 Jumadil Akhir 1443 H. Institut Agama Islam Tazkia menunjukkan komitmen untuk mewujudkan World Class University, dengan melakukan Studi Banding ke Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta yang telah mendapatkan Akreditasi Internasional AQAS. Hadir dalam kesempatan ini Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP selaku Rektor IAI Tazkia, Dr. Afif Zaerofi selaku Direktur LPM, Sekretaris LPM Syafiqha I. H Basri dan Kabag SDM Zulfikar, MM. Tim manajemen berkunjung dengan semangat untuk meningkatkan kualitas Penjaminan Mutu (Quality Assurance) dan Rekognisi Tazkia di tingkat Global.

Rektor Tazkia dan Tim Penjaminan Mutu disambut oleh jajaran Manajemen Pascasarjana UNJ, diantaranya, Direktur Pascasarjana Prof Dr. Dedi Purwana, M.Bus, Wadir 1, Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si, Wadir 2, Prof. Dr. M. Japar, M.Si dan Tim AQAS, Dr. Faisal Madani dan Dr. Mutia Delina, M.Si. Madani, ketua Tim akreditasi AQAS, menjelaskan dokumen yang dibutuhkan dan proses akreditasi dari mulai persiapan, submit dokumen hingga site visit. Penjelasan ditutup dengan kunci sukses diperolehnya akreditasi AQAS, komitmen semua stakeholder yang terlibat dan kerjasama tim tingkat Universitas, Fakultas dan Prodi.

Rizqi ZakiyaPersiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ
read more

Kepemimpinan dalam Konteks Islam

No comments

 

“Ketahuilah: kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang rakyat yang dipimmpinnya. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang keluarga yang dipimpinnya. Isteri adalah pemelihara rumah suami dan anak-anaknya. Budak adalah pemelihara harta tuannya dan ia bertanggung jawab mengenai hal itu. Maka ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari)

Bogor, 10 Januari 2022 / 7 Jumadil Akhir 1443 H. Apel Pagi IAI Tazkia menghadirkan Dr. Andang Heryahya, M.Pd. sebagai pemateri yang menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dalam konteks Islam. Mengutip hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Umar tentang Kepemimpinan, Dr. Andang menyampaikan bahwa setiap orang dapat memberi manfaat jika memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Konteks yang disampaikan dalam redaksi hadits Rasulullah tentang kepemimpinan sangat relevan sekali untuk memotivasi setiap individu agar memiliki dampak/ pengaruh dimanapun berada.

Konteks kepemimpinan menjadi perhatian penting di IAI Tazkia dikarenakan sejalan dengan visi IAI Tazkia untuk melahirkan calon pemimpin bisnis berkaratakter Tauhid, Amanah, Zero Defect & Quality, Knowledge & Competence, Innovative & Istiqomah serta Achievement Through Team Work sebagai Value TAZKIA. Karena itu pemateri menyampaikan agar setiap individu kita bertanya kepada diri kita apakah kita telah memberikan pengaruh yang baik di sekitar kita, mulai dari rumah, masyarakat, tempat kita bekerja/belajar, dan dimanapun kita berada. Atau justru kita menjadi beban bagi orang lain saat kita berada di tempat tersebut.

Pada akhir sesi, pemateri kembali menyampaikan bahwa setiap dari kita tidak kekurangan bekal untuk menjadi pemimpin. Pasti Allah Ta’ala yang telah mewajibkan kita untuk menjadi pemimpin dalam setiap peran dalam kehidupan kita, juga telah mempersiapkan bekal terbaik. Mulai dari lahir kita sudah dibekali pendengaran, penglihatan, hati akal pikiran. Sehingga dengan mengoptimalkan semua potensi tersebut, karakter pemimpin akan terbentuk dengan baik dalam kehidupan kita. Sebaliknya jika kita sia-siakan, maka kita harus siap untuk mempertanggung jawabkan semua beban yang kita hadirkan pada orang sekitar kita.

Rizqi ZakiyaKepemimpinan dalam Konteks Islam
read more

MoU and PKS Institut Agama Islam Tazkia dengan LAZ Al-Bunya

No comments

 

Bogor, 29 Desember 2021 / 25 Jumadil Awwal 1443. Institut Agama Islam Tazkia mengadakan kunjungan ke Lembaga Amil Zakat Al Bunyan. Hadir dalam kesempatan ini, Rektor IAI Tazkia Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP, Hubungan Industri Nurul Imaroh, M.E. dan Kepala Bagian Kemahasiswaan & Alumni Rizqi Zakiya, ME. Rombongan Tazkia disambut dengan hangat oleh Al Ustadz Ahmad Zainil selaku Dewan Pengawas LAZ Al Bunyan yang juga merupakan Mahasiswa Pascasarjana Tazkia, Bapak Genap Agus, juga Bapak Ketut Eko Arisaputro, M.Si. selaku Ketua Yayasan Al Bunyan.

 

 

Kedua belah pihak sepakat untuk bersinergi dalam peningkatan implementasi Kontribusi sosial ekonomi antar kedua lembaga sekaligus peningkatan kualitas SDM untuk memenuhi tujuan tersebut. Dengan pengalaman IAI Tazkia yang telah melanglang buana mengimplementasikan literasi serta aplikasi ekonomi syariah dari masyarakat kurang mampu hingga edukasi halal untuk UMKM di berbagai lokasi di Indonesia, besar kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang juga diupayakan oleh LAZ Al Bunyan yang fokus pada pengkaderan di lingkungan pesantren untuk kemaslahatan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengimplementasikan kampus merdeka demi mendukung optimasi potensi yang ada di keduanya. Pertemuan ini merupakan komitmen untuk memperluas kontribusi kedua lembaga dalam penguatan ekonomi umat baik melalu zakat khususnya maupun ekonomi Islam umumnya.

Melvina SyahnumMoU and PKS Institut Agama Islam Tazkia dengan LAZ Al-Bunya
read more

Wakil Gubernur NTB dukung Literasi Keuangan Syariah terus digalakan di Pulau Lombok

No comments

Pelatihan Literasi Keuangan Syariah dan Pendampingan Sertifikasi Halal dilaksanakan kembali oleh Institut Tazkia dan Bank NTB Syariah.

Kamis, 23 Desember 2021, Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja Lenek Kabupaten Lombok Timur. acara yang didukung oleh beberapa organisasi pengusaha wanita di NTB ini dihadiri kurang lebih 100 pelaku UMKM.

Wakil Gubernur NTB, Ibu Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah didampingi ketua TPKK Kabupaten Lombok Timur beserta jajaran Pemerintahan ikut hadir serta sekaligus membuka acara pelatihan pada hari ini.

Pada momentum pembukaan acara pelatihan ini, turut hadir juga Rektor Institut Tazkia Bogor, Ibu Dr. Murniati Mukhlisin yang biasa disapa Madam Ani beserta Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk bertugas menjadi narasumber literasi keuangan Syariah dan Pelatihan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Lombok Timur dan umumnya di Nusa Tenggara Barat.

Selain membuka acara, Wakil Gubernur menyerahkan secara simbolis berkas Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Institut Tazkia tentang Tridharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk jalinan kerjasama yang baik antara NTB dan Tazkia.

Miftahul AnwarWakil Gubernur NTB dukung Literasi Keuangan Syariah terus digalakan di Pulau Lombok
read more

Ground Breaking Tazkia University Apartment (Rusunawa Tazkia)

No comments

 

Alhamdulillah pada tanggal 15 November 2021 bertepatan dengan 10 Rabiul Akhir 1443 H berlokasi di lapangan futsal Institut Agama Islam Tazkia dalam acara Ground Breaking Tazkia University Apartment (RusunawaTazkia) Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Dihadiri oleh ketua dewan pembina Yayasan Tazkia Cendekia Bapak Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec., Ibu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP (Rektor), Bapak Ditto Ferakhim, S.T., M.T (Kepala SATKER Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat), Bapak R. Rifi Firdaus Lustika, S.T., M.T (PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus SATKER Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat), seluruh pimpinan unit-unit Tazkia diantaranya Ibu Ir. Mirna Rifki (Pembina Yayasan), Bapak Syaripudin, S.E (Direktur Andalusia Islamic Centre), Bapak Mudzakir, S.E, AAAIJ, AIIS, CHRP (Direktur Asuransi Syariah Keluarga Indonesia) Bapak Widodo Saputro (Direktur PT Quantum Global Korpora), Bapak Ir. Andi Ihsan Arkam (Direktur Tazkia Micro Finance Center (TMFC)), Bapak Duddy Yustiadi (Direktur Tazkia Consulting), Bapak Iwan S.Th,I (Direktur Baitulmaal Tazkia), Bapak Ir. Agus Haryadi (Ketua Yayasan), Bapak Ir. Agus Siswanto (Sekretaris Yayasan), jajaran wakil rektor, dekan, dan seluruh civitas akademika Institut Agama Islam Tazkia.

Ketua dewan Pembina Tazkia Bapak Dr. Muhammad Syafii Antonio mengatakan hari ini merupakan suatu momentum yang sangat luar biasa dalam perkembangkan kampus Tazkia dan untuk meningkatkan kualitas sdm yang paham ekonomi juga hafal Al Qur’an, Tazkia sudah berdiri sejak tahun 2005, awal kehadiran kampus Tazkia yaitu dari permintaan Bank Indonesia untuk memberikan training setelah terjadi krisis moneter tahun 1999. Melihat animo masyarakat yang ingin belajar ekonomi Syariah sangat banyak, sehingga didirikanlah kampus Tazkia. Semoga pembagunan rumah susun untuk mahasiswa membawa keberkahan, beliau banyak mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkontribusi terutama kepada direktorat jenderal perumahan kementerian pekerjaan rumah dan perumahan rakyat, semoga apa yang dilakukan menjadi catatan amal.

Rektor IAI Tazkia juga turut mengomentari pembangunan rusunawa ditargetkan selesai pada November 2022 mendatang. Sehingga di 2023 nanti sudah bisa dihuni oleh para mahasiswa. “Total itu ada 2.500 siswa. Jadi 350 siswa itu khusus hafidz untuk program S1 yang targetnya mencapai 30 juz, lalu yang 2200 siswa targetnya hanya 2 juz saja dan mereka tidak banyak di asrama, tetapi tinggal tidak jauh dari kampus,” bebernya. Sementara, Kepala Satker penyediaan perumahan Provinsi Jawa Barat, Dito Ferakhim dalam sambutan ground breaking menuturkan, pembangunan Rusunawa di kampus Tazkia ini mendapat perhatian langsung Bapak Menteri PUPR. “Mohon kontraktor menjaga kualitas pembangunan, karena Menteri PUPR memantau langsung pembangunan Tazkia University apartement ini dan selalu menjaga kesehatan selama masa pandemi ini, ,” pesannya. Dito berharap dengan adanya pembangunan Rusunawa Tazkia ini bisa selesai tepat waktu dan hasil pembangunannya bermanfaat. “Soal perizinan juga mohon segera diurus dan diselesaikan. Kami juga akan memantau terus perkembangan tiap pembangunannya,” tegasnya. Runtunan acara pagi ini juga ada penanda tanganan kontrak tentang pembagunan rusunawa Institut Tazkia, pemotongan tumpeng dan foto bersama. (MSL)

Melvina SyahnumGround Breaking Tazkia University Apartment (Rusunawa Tazkia)
read more

TAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA

No comments

22/12/2021 – Lombok Tengah, NTB

Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki Sumber Daya yang begitu luar biasa, diantaranya adalah peternakan, perikanan, garam, rumput laut dan lain sebagainya. Dalam program roadshow kegiatan pendampingan UMKM untuk mendapatkan Literasi keuangan syariah dan pelatihan UMKM yang dilaksanakan oleh Bank NTB Syariah, pada hari ini Tim Institut Tazkia bergeser ke Lombok Tengah pada hari Rabu, 22/12/2021 tepatnya di Hote Sima Kuta Lombok Tengah.

Pelatihan dihadiri oleh sekitar 100 an pelaku UMKM di Lombok tengah yang terdiri dari beberapa Organisasi pengusaha Wanita. Sebagai apresiasi dan dan juga memperingati Hari Ibu, mayoritas peserta yang hadir adalah Ibu-ibu hebat pelaku usaha. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat Bank NTB Syariah, Sekda Kabupaten Lombok Tengah, juga para kepala dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, dan Dinas Perindustrian.

”UMKM di Lombok tengah harus mengedepankan potensi dan target kedepannya. Selain itu kita harus mengedepankan apa yang diinginkan pasar di bidang pemasaran. Digitalisasi merupakan hal yang penting saat ini, para UMKM diharapkan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memaksimalkan digitalisasi. Ujar Sekda Lombok Tengah, Ibu Maya Firman Wijaya.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi Institut Tazkia memberikan Literasi keuangan Syariah dan pelatihan sertifikat halal kepada masyarakat karena ini merupakan Pemberdayaan Masyarakat yang dipersembahkan oleh para dosen-dosen Tazkia. pada kesempatan kali ini Tim Tazkia yang hadir adalah M. Dimas Anugrah, M. Yusuf Ibrahim, Syarifudin, dan Fakhry Barly Ramdhani.

Harapan besar bagi UMKM di Lombok tengah yang memiliki julukan UMKM Kuta Mandalika di NTB, sertifikasi halal merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua pelaku saha karena itu menjadi salah satu tolak ukur konsumen dalam membeli suatu produk.

Miftahul AnwarTAZKIA ADAKAN PELATIHAN DI MANDALIKA
read more

“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM

No comments

Produk halal memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Baik untuk produksi dalam negeri maupun ekspor.

“Ada potensi ekonomi yang tinggi dari sertifikasi halal dalam berbagai produk makanan maupun minuman,” kata Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Prof Murniati Mukhlisin saat pembukaan Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Provinsi Kalimantan Timur di UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM di Jalan DI Pandjaitan Samarinda, Kamis (9/12/2021).

Dijelaskan, saat ini masyarakat negara-negara di dunia semakin sadar pentingnya makanan dan minuman halal. Makanan halal, bukan hanya baik bagi warga muslim, tapi juga nonmuslim.

Dia mengungkapkan, masyarakat dunia semakin menyadari bahwa makanan yang diolah melalui proses halal, ternyata lebih sehat dan baik untuk kesehatan. Dia memberi contoh makanan halal dari proses pengolahan makanan dari hewan yang disembelih. Mulai saat dipotong dengan pisau yang tajam, tidak boleh terlihat hewan lainnya untuk menghindari stres. Dia akan lebih sehat karena darahnya bersih keluar. Itu sangat berbeda dengan hewan yang mati karena ditembak.

“Lama kelamaan mereka menyadari. Halal itu sehat, halal itu baik,” tandas Murniati.

Sebab itu perlu terus dilakukan edukasi kepada pelaku UMKM untuk melengkapi usaha mereka dengan sertifikasi halal. Pemerintah harus terus melakukan sosialisasi, sekaligus menghapus stigma bahwa mengurus sertifikasi halal itu memakan waktu yang lama, susah dan mahal.

Sekarang semuanya sudah lebih mudah dengan keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dibentuk pemerintah sekitar dua tahun lalu.

“Berikutnya kita harus bergerak bersama. Tidak mungkin MUI bergerak sendiri mengurusi ini, tidak mungkin juga BPJPH bekerja sendiri. Insan kampus juga harus turun memberikan sosialisasi sebagai bentuk pengabdian sosial untuk membantu UMKM kita,” sambung Murniati.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, sudah semestinya Indonesia bisa menjadi “Dapur Halal Dunia”. Tidak kalah dari Thailand yang dengan hanya 5 persen komposisi penduduk muslimnya (sekitar 3 juta jiwa), sudah berani mengkampanyekan diri sebagai “Halal Kitchen of The World”.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor diwakili Kepala UPTD Pelatihan Koperasi dan UMKM Zainuddin Fanani mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.

Karena itu perlu dilakukan pembinaan secara terus menerus. Salah satunya dengan sertifikasi halal produk makanan dan minuman.

“Sertifikasi halal MUI untuk makanan, kosmetika, obat-obatan dan produk lainnya harus dilakukan demi menentramkan batin konsumen untuk mengonsumsinya. Sebab itu, pelaku UMKM harus menerapkan sistem jaminan halal,” ungkap Zai, sapaan akrabnya.

Pembukaan pelatihan juga dihadiri perwakilan MUI Kaltim dan PT Sucofindo. (sul/yans/adpimprovkaltim)

 

 

Miftahul Anwar“Halal Itu Sehat, Halal Itu Baik”, Tazkia & Pemprov Kalimantan Timur Adakan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM
read more