Berita Terbaru

(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”

No comments

Tazkia TV Mempersembahkan Program Baru dengan Judul:

“G.U.A (Gerebek Usaha Alumni)”

Sebuah program yang ditujukan untuk mengapresiasi seluruh mahasiswa & alumni Tazkia yang telah sukses mendirikan atau menjalankan bisnisnya masing-masing.

Selain itu program ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada seluruh penonton terutama mahasiswa Tazkia untuk berani memulai bisnisnya sendiri (menumbuhkan jiwa entrepreneur)
——————————————–
Hope You Enjoy This Video…Salam Tazkia TV!!!
——————————————–
Kritik & Saran boleh langsung tulis dikolom komentar ya!!! atau kalo kalian ada masukan usaha atau bisnis apalagi yang harus digerebek Tazkia TV, tulis d kolom komentar juga ya!!!
___________________________
Please Follow & Subscribe:
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCgYgEX95uEHoljswnmiDvYA

Official Website: https://tazkia.ac.id/
Instagram: https://www.instagram.com/tazkiaofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/institut.tazkia

Miftahul Anwar(Video) G.U.A – Gerebek Usaha Alumni : “Gerebek Usaha coffee shop hits di Bogor”
read more

Interactive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia

No comments

Thanks Progres Tazkia for a very interactive session on Sandwich Generation and Islamic Economics.

We will do more sessions in the future ان شاء الله.

Nuhun Kang May for the joining us and for the gifts.

@eoagold.official @tazkiaofficial @progrestazkia #murniatimukhlisin #instituttazkia #progrestazkia

Miftahul AnwarInteractive Session on Sandwich Generation and Islamic Economics with Progres Tazkia
read more

Dampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah

No comments

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Murniati Mukhlisin dan Ratna Komalasari (Institut Agama Islam Tazkia/Sakinah Finance)

Saat ini para netizen sedang membicarakan tentang Peraturan Presiden (PP) No. 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang salah satunya mengatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol. Dalam PP No 10 Tahun 2021, terdapat izin permodalan untuk bidang usaha tersebut di beberapa daerah seperti Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua. Beragam tulisan netizen yang secara umum menggambarkan respon dari masyarakat terhadap peraturan tersebut, ada yang pro dan ada yang kontra.

Secara umum opini masyarakat memandang disahkannya kebijakan tersebut terbagi pada dua alasan. Pertama adalah tidak sesuainya dengan norma yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia dan kedua adalah dari segi hitung-hitungan keuntungan dengan disahkannya kebijakan tersebut. Tapi bagaimana respons Sakinah Finance atas kebijakan tersebut?

Miras atau minuman keras adalah salah satu wujud benda haram yang dilarang selain berjudi karena lebih banyak dosa besar dibandingkan manfaatnya (lihat QS Al-Baqarah (2): 219). Dalam Tafsir Al-Muyassar, miras dapat menjadikan seseorang kehilangan akal dan harta bendanya, bahkan dapat memicu kepada kasus kriminal lain. Misalnya permusuhan, perselisihan, penghalang zikir dan sholat, bahkan bisa memperkosa dan membunuh. Di ayat lain, QS Al-Maidah (5): 91, Allah SWT menegaskan untuk menghentikan kedua perbuatan itu.

Dari landasan syariah tersebut dapat diketahui bahwa idealnya sebagai seorang Muslim menolak unsur apapun yang dapat melegalisasi miras karena merupakan dari bagian yang dilarang dalam Islam. Lalu, apakah ada hubungannya antara di sahkannya peraturan tersebut dengan keuangan keluarga?

Minimal ada tiga aspek bagaimana miras ini dapat merusak keuangan keluarga: 1. Menganggu pendapatan keluarga. Kepala rumah tangga yang wajib mencari nafkah tapi kecanduan mengkonsumsi miras tidak akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Penghasilannya baik dari bekerja atau berbisnis dapat terancam. Untuk Indonesia sendiri masih kurang umum ditemukan bagaiman miras mampu mempengaruhi keluarga, namun di negara seperti India misalnya isu ini merupakan hal yang serius dan telah banyak dibahas dalam penelitian. Isu tersebut merupakan analisa tentang bagaimana jika salah satu anggota keluarga khususnya yang bertugas mencari nafkah ketika memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras, dari berbagai studi tersebut ditemukan ada kecenderungan para pencari nafkah akan menghabiskan pendapatannya untuk minuman keras bahkan hingga mengabaikan pengeluaran rumah tangga yang seharusnya diprioritaskan.

2. Memerlukan biaya kesehatan lebih tinggi.  Secara umum diketahui bahwa miras mengakibatkan ancaman pada kesehatan. Dari beberapa sumber medis diketahui bahwa miras mengganggu sistem pencernaan, merusak hati, menurunkan fungsi otak dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Dari risiko-risiko kesehatan tersebut secara logika dapat berdampak pada peningkatan pengeluaran untuk biaya kesehatan.

3. Menganggu investasi keluarga. Investasi sendiri untuk masyarakat secara umum masih belum menjadi tren. Masyarakat masih berasumsi bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang tergolong ‘the have’, padahal investasi bisa dilakukan dalam jumlah yang kecil. Dalam konsep Sakinah Finance, secara umum pendapatan akan dibagi pada beberapa hal pertama adalah zakat dan sumbangan, konsumsi, proteksi asuransi syariah, dan investasi syariah. Pada poin satu sebelumnya, miras dapat menyebabkan bengkaknya biaya kesehatan. Jika dari sisi pendapatan sudah berkurang maka aspek-aspek keuangan keluarga lainnya seperti investasi akan terancam.

Ekonomi Syariah

Netizen cukup gembira karena per 2 Maret kemarin, karena Presiden Jokowi telah resmi mencabut lampiran III yang mengatur investasi baru Industri Minuman Keras mengandung Alkohol.

Jelas saja kalau lampiran PP ini dibiarkan, akan sangat berlawanan dengan misi Presiden sendiri yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024. Semua sektor ekonomi dan keuangan syariah jelas menentang kehadiran miras di dalam semua lini bisnisnya. Misalnya, lembaga keuangan syariah dilarang menyalurkan pembiayaan untuk perusahaan miras. Sektor makanan dan minuman halal jelas tidak memasukan miras dalam bisnisnya. Pariwisata halal tidak menawarkan miras untuk tamunya. Media Islami dilarang mempromosikan miras.

Namun seyogyanya pencabutan lampiran pada PP tersebut belum ideal karena masih ada ketidakjelasan dari konteks PP keseluruhan. Mengutip pernyataan Sonny Zulhuda, dosen senior bidang Hukum Islam di International Islamic University Malaysia, dia mengusulkan perubahan pasal 77 ayat 2, UU no 11/2020 tentang Cipta Kerja untuk memasukkan Bidang Usaha Minuman Keras ke dalam daftar Bidang Usaha yang Tertutup. Kedua, usulan perubahan terhadap pasal 14 huruf a, pada Perpres No 10/2021 agar tidak membatalkan Perpres No 76/2007 tentang Kriteria dan Persyaratan Penyusunan Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Semoga permasalahan ini akan mendapatkan solusi yang lebih baik dan berkepihakan kepada semua lapisan masyarakat yang sudah tidak kuat lagi menghadapi dampak miras dalam kehidupan mereka.  Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Miftahul AnwarDampak Miras pada Keuangan Keluarga dan Ekonomi Syariah
read more

Silahturahim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ke kampus IAI Tazkia

No comments

Silahturahim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ke kampus IAI Tazkia dilakukan pada hari Rabu, 17 Februari 2021/ 5 Rajab 1442 H. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Bapak H. Rohandi, M.Si dan Bapak Arifin dari tim Edukasi dan Kemitraan Zakat IZI. Kunjungan tersebut disambut baik oleh Ibu Melvina Syahnum Lubis, M.E.Sy sebagai Kepala Bagian Humas IAI Tazkia. Lembaga IZI sendiri sudah berkiprah kurang lebih tujuh tahun untuk membantu masyarakat mengentaskan kemiskinan.

Diskusi berlanjut dengan menjelaskan berbagai program pengabdian terhadap masyarakat dari program penyaluran air bersih di Karawang, bantuan korban banjir bandang, pembangunan klinik Hemodialisa IZI yang bertujuan untuk membantu pasien duafa yang terkena gagal ginjal dan tidak mampu membayar fasilitas kesehatan. Salah satu program yang dimiliki oleh IZI juga yaitu beasiswa tahfidz bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi. Program hafiz Al- Qur’an tersebut juga dimiliki oleh kampus Tazkia. Pada program ini mahasiswa ditempatkan di asrama khusus selama masa studi, selain belajar ilmu ekonomi dan bisnis syariah, mahasiswa pada program ini akan dibimbing khusus untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Pada tahun pertama mahasiswa program hafiz ini diwajibkan menghafal 15 juz, tahun kedua 9 juz, tahun ketiga 6 juz dan pada tahun terakhir mahasiswa dari program hafiz dapat mengulang atau melancarkan Kembali hafalannya.

Dalam antara IZI dan IAI Tazkia juga membicarakan potensi kerjasama antar lembaga, kerjasama yang akan dilakukan diantara program beasiswa, peluang kerja maupun penempatan magang. (MSL)

melvinaSilahturahim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ke kampus IAI Tazkia
read more