Siaran Pers

Webinar Series “Economic Struggle in Pandemic Covid-19” ~ H. Hendri Tanjung, Ph.D

No comments

Tazkia Webinar Series edisi H. Hendri Tanjung, Ph.D (Dosen Pascasarjana Tazkia, Komisioner Badan Wakaf Indonesia) dengan tema:

“Economic Struggle in Pandemic Covid-19”

Saksikan video lengkapnya dibawah ini ya!!!

Jangan lupa like, comment & subscribe channel YouTube Tazkia TV ya…terimakasih atas dukungannya😇

 

Miftahul AnwarWebinar Series “Economic Struggle in Pandemic Covid-19” ~ H. Hendri Tanjung, Ph.D
read more

Kebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab

No comments

Oleh Nurizal Ismail (Kepala Unit Pemberdayaan Masyarakat LPPM dan Direktur Pusat Studi Klasik Islami Tazkia)

Umar bin Khattab memberikan pengalaman kepemimpinannya kala menghadapi wabah dan ancaman ekonomi masyarakatnya. Sejumlah negara seperti India, Jepang dan Malaysia seolah menyontoh bagaimana Umar mengeluarkan kebijakan yang berorientasi masyarakat dalam situasi COVID-19.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia, WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi langkah India yang menggelontorkan dana 22,5 Miliar Dollar untuk stimulus ekonomi. Tedros pun mengamini langkah India karena COVID-19 membawa permasalahan ekonomi tersendiri terkhusus bagi negara-negara berkembang.

Angka pengangguran berisio meningkat. Ekonomi dunia pun berpotensi melambat. Suplai rantai makanan antar negara pun terancam ambyar. Kabupaten penghasil Sayuran segar seperti Magetan pun terpaksa gigit jari karena pemerintah daerah membatasi pengiriman ke Kabupaten tetangga seperti Madiun, Ponorogo dan Ngawi. Di lain sisi, ketiga Kabupaten sekitar Magetan itu mengalami kekurangan pasokan dan mengakibatkan harga sayuran membumbung tinggi.

India mengalokasikan dana sebesar senilai 379 Triliun Rupiah untuk membantu puluhan juta warga berpenghasilan rendah selama karantina atau lockdown.

Senada dengan India, Jepang mengalokasikan sekitar 69 Triliun Rupiah untuk membantu perusahaan kecil dan menengah dalam mengajukan pinjaman tanpa bunga. Termasuk di dalamnya subsisi langsung kepada warga.

Negeri Jiran Malaysia juga tidak mau ketinggalan dalam membantu masyarakat dalam situasi COVID-19. Mereka menggelontorkan hampir 494 Triliun Rupiah untuk menjaga kesejahteraan rakyat, 377 Triliun bagi kalangan bisnis dan pelaku usaha serta 7 Triliun Rupiah untuk memperkuat ekonomi.

Kebijakan yang digelorakan oleh India, Jepang dan Malaysia tidak lepas dari prediksi pengamat yang menyebut COVID-19 memicu krisis ekonomi global.

Secara umum, warga tentu saja berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Masyarakat sudah kadung percaya dengan keberadaan pemerintah. jika tidak, mana mungkin masyarakat tunduk terhadap aturan lockdown atau semacamnya.

Karenanya, kaidah Tasarrafu al-imām manūṭan bi al-maṣlaḥaḥ tentu harus betul-betul dipertimbangkan oleh pemimpin sebuah negara. Kebijakan pemimpin harus dan wajib berorientasi pada kemaslahatan warga bukan kemaslahatan golongan, atau bahkan kemaslahatan pribadi pemimpin negara.

Saat itu, Madinah dilanda bencana kelaparan selama 9 bulan akibat perubahan cuaca. Dalam catatan Ibnu Katsir, bencana yang terjadi pada tahun 18 Hijriyah itu membuat tanah menghitam karena minimnya hujan. Warna tanah pun berangsur-angsur menjadi warna abu-abu. Para ulama pun sepakat menamakan kondisi saat itu sebagai ‘am ramadha atau tahun kekeringan.

Belum selesai dengan ‘Am Ramadha, wabah ‘Taūn Amwās menerjang wilayah Syam. Dalam sejarah Islam, wabah pertama yang terkonfirmasi di di zaman khalifah tersebut mengakibatkan 30 Ribu kematian. Umar bin Khattab pun diceritakan sangat sedih karena sahabat-sahabatnya seperti Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, dan Suhail bin Amr meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Demi menanggulangi ‘Ta’un Amwās dan ‘Am Ramadha, Umar bin Khattab pun mengeluarkan sejumlah kebijakan: 1) Meminta kepada rakyat agar senantiasa berdoa kepada Allah swt; 2) mengirimkan kebutuhan dasar pokok masyarakat; 3) menghimbau masyarakat agar bersikap hemat dalam mengonsumsi makanan yang tersedia dan; 4) penangguhan zakat peternakan.

Terkait hal pertama, Umar berkata: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dalam diri kalian, dan dalam urusan kalian yang tidak terlihat oleh manusia. Karena sesungguhnya aku diuji dengan kalian dan kalian diuji denganku. Aku tidak tahu apakah kemurkaan itu ditujukan kepada diriku dan bukan kepada kalian atau kemurkaan itu ditujukan kepada kalian dan bukan kepada diriku atau kemurkaan itu berlaku umum kepadaku dan juga kepada kalian. Karenanya, marilah marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar Dia memperbaiki hati-hati kita, merahmati kita, dan mengangkat bencana ini dari kita.”

Terkait hal kedua, Umar juga mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Ia mengirimkan surat ke beberapa Gubernurnya di beberapa daerah seperti Abu Musa di Basrah,  ’Amru bin Ash di Mesir, Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Syam dan Sa’ad bin Waqs di Iraq, untuk mengirimkan bantuan kebutuhan pokok ke Madinah. Solidaritas antar daerah ini diberikan masyarakat guna mendukung kehidupan warga Madinah selama ‘Am Ramadha.

Hal ketiga yang diusahakannya adalah dengan menghimbau masyarakat untuk hemat dalam konsumsi. Kalifah Umar melarang warganya di tahun itu untuk menyajikan minyak samin dan daging dalam satu hidangan. Sekalipun Umar yang dulu terbiasa menyantap susu, samin, dan daging dalam keadaan normal dan stabil namun, sejak musim paceklik hanya, menyantap minyak zaitun. Bahkan tak jarang pengganti Khalifah Abu Bakar As-Siddiq justru mengalami kelaparan.

Kebijakan keempat yang diberlakukan oleh Umar adalah penangguhkan zakat peternakan. Muhammad bin Umar menceritakan, Ṭalḥaḥ bin Muhammad meriwayatkan dari Hausyab bin Basyar al-Fazari, dari ayahnya, bahwa dia berkata, “Kami melihat pada tahun ramadha (kerusakan/ paceklik), paceklik menghanguskan ternak kami, sehingga tersisa pada banyak orang, sesuatu (harta) yang tidak ada artinya. Maka Umar pun tidak mengutus para petugas pengumpul zakat pada tahun itu.”

”Tahun setelahnya, dia mengutus para petugas untuk mengambil dua zakat dari pemilik hewan, lalu separuhnya diberikan kepada orang-orang yang miskin di antara mereka dan separuh lainnya dibawa kepada Umar. Lalu tidaklah diperoleh dari semua zakat yang berasal dari Bani Fazarah melainkan enam puluh kambing, lalu yang tiga puluh dibagikan, sedangkan tiga puluh yang lain dibawa kepada Umar. Dan Umar mengutus petugas zakat kemudian memerintahkan para petugas zakat untuk mendatangi manusia yang sekiranya masih ada.”

Dalam situasi COVID-19 saat ini, Umar bin Khattab menekankan tentang pengurangan pajak guna membantu meringankan beban rakyat.

Ibrah dari upaya Umar bin Khattab dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi rakyatnya merupakan tanggungjawab kepemimpinan seorang Khalifah. Umar pun menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Saat ini, kebijakan paket ekonomi oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 ini sangat dinanti oleh masyarakat. Rakyat pun berharap bahwa dikeluarkan oleh pemerintah memberikan manfaat dan kemaslahatan besar bagi masyarakat.

Teladan Umar bin Khattab ini juga mengingatkan akan arti penting peningkatan iman dalam setiap bencana atau musibah yang mendera. Di lain sisi, tingkat imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan ketersedian pasokan makanan bagi masyarakat.

Terakhir, pemerintah harus menjamin rasa aman kepada masyarakat dalam situasi COVID-19 dengan tidak membuat hal-hal yang menimbulkan  kepanikan. Wallāhu alam bi al-ṣawāb!

 

Miftahul AnwarKebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab
read more

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

No comments

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

Bersama : Revardi Syahputra, S.E. (Founder Digiclass, Alumni 2019 Institut Tazkia) IG : @revardysyahp

Dengan Moderator : Fakhry Barly, S.E. ( Jajaka Bogor 2017, Alumni 2019 Institut Tazkia ) IG : @fakhrybarly

Ikut Live di Instagram Institut Tazkia : www.instagram.com/tazkiaofficial
Hari / Tanggal : Jum’at 20 Maret 2020 / 26 Rajab 1441
Waktu : 20.00 – 21.00

Ikuti & dapatkan Tips Menjadi Pengusaha dengan Omset Milyaran di Usia Muda.

Segera Follow IG Institut Tazkia.

NB :
😎 Pemateri kita baru lulus Tazkia lho… Tpi Omsetnya dah milyaran Alhamdulillah.. 😊
💡 Bonus Paket Data / Pulsa Total 300K bagi yang beruntung

Share ya ke Kawan2.

#ProduktifDiRumah
#PJJSoftskill
#revardisyahputra
#fakhrybarly
#InstitutTazkia
#MilenialSholehMilyarder

Miftahul AnwarIkuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder
read more

Tazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran

No comments

Demi mencegah penyebaran wabah virus Corona di lingkungan kampus, Institut Tazkia Memberlakukan Work From Home (WFH) kepada seluruh karyawan dan dosen tetap hingga 28 Maret 2020. Ini diketahui dari surat edaran nomor 003-B/SE/Institut-Tazkia/3/2020 Tentang Penerapan Work From Home (WFH) Bagi Karyawan Selama Pandemi Virus Corona (COVID-19), pada Selasa (17/3).

“Seluruh Wakil Rektor dan para pimpinan sampai setingkat Kepala Bagian bertangunggjawab terhadap berjalannya proses WFH dengan mengacu pada program kerja yang telah ditetapkan,” tulis Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin dalam surat edaran tersebut, Rabu (18/3).

Kendati demikian Institut Tazkia memiliki ketentuan tersendiri terkait sistem WFH yang diterapkan. Di antaranya, adab dan tata cara, mulai dengan 4T sendiri-sendiri. Memakai baju kerja seperti biasa, dilengkapi dengan teknologi yang memadai (bisa pinjam dari kampus).

“Karyawan dan dosen tetap wajib mengajukan request attendance di sistem https://www.talenta.co/ yang wajib dilengkapi deskripsi kerjaan yang dilakukan pada hari tersebut. Bukti/hasil pekerjaan harian wajib dikirimkan ke email atasan masing-masing,” tambahnya.

Kemudian, karyawan yang mendapat perlakuan WFH tidak diperbolehkan meninggalkan kediaman/tempat tinggal kecuali untuk kondisi darurat atau meminta izin kepada atasannya. Prosedur WFH berlaku untuk semua bagian di tiga kampus, kecuali untuk bagian tertentu. Seperti di kampus utama Sentul, bagian keamanan dan umum tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan dan keamanan kampus.

“Kampus Dramaga dan Cilember: Bagian Keamanan, Umum, Pembina, Dapur, Ibu Cuci tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan, keamanan dan pasokan sandang pangan di kampus,” ujarnya.

Selain itu, Institut Tazkia juga memberikan tugas tambahan selama WFH diterapkan. Di antaranya, tambahan hafalan Alquran (pilih salah satu). Muraja’ah 30 Juz, Juz 30, Juz 1, Surah Ar-Rahman, Surah Al-Mulk, Surah Yasin. Setoran dilakukan hari Jumat di akhir WFH via voice note ke atasan masing-masing. Perbaikan Prosedur Kerja dan Instruksi ISO 9001:2015 oleh unit kerja.

“Mekanisme disampaikan oleh bagian lembaga penjaminan mutu Tazkia, dengan laporan status per unit kerja oleh atasan yang bersangkutan dan bukti screenshoot di akhir WFH,” katanya.

Selanjutnya bagi yang berstatus dosen tetap, membuat draft penelitian dan pemberdayaan yang diserahkan ke LPPM Tazkia di Monday Forum tanggal 23 atau 30 Maret 2020. Semua dosen membuat rekaman sendiri tentang subjek kuliah durasi 30-60 menit, dikirim ke it@tazkia.ac.id, untuk bahan e-learning. Untuk memastikan CTTB, koordinasi secara daring (online) sangat dianjurkan dengan menggunakan Zoom, GoogleMeet, FacebookLive dan lain-lainnya.

“Bagi karyawan yang secara darurat harus datang ke kampus selama prosedur WFH diwajibkan berkoordinasi dengan bagian SDM dengan pengawasan dari pihak keamanan,” tandasnya. (republika.co.id)

Miftahul AnwarTazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran
read more

Sebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus

No comments

Setelah sebelumnya telah memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) untuk seluruh kegiatan mahasiswa dan civitasnya, Institut Tazkia kembali melakukan tindakan lanjutan pencegahan penyebaran Virus Corona dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan dan fogging di seluruh area kampus dan sekitarnya.

Dalam kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini, Institut Tazkia bekerjasama dengan Rumah Sakit Ummi dan para relawan dari Indonesia Humanity Care (IHC).

Diaharpkan dengan penyeprotan cairan desinfektan ini, Institu Tazkia dapat terhindar dari dampak penyebaran Virus Corona dan tidak ada satupun mahasiswa atau civitas yang terjangkit virus mematikan ini.

Ditemui Pada saat kegiatan, Dr. Sugiarti Fatma Laela selaku Wakil Rektor 2 Bagian SDM dan Keuangan Institut Tazkia mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran Virus Corona dan bukti kepedulian akan keselamatan jiwa seluruh keluarga besar Tazkia.

“Penyemprotan cairan desinfektan ini dilakukan sebagai bukti keseriusan Institut Tazkia dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan harapan tidak ada satupun keluarga besar Tazkia yang terjangkit Virus Corona. Penyemprotan ini juga dilakukan untuk mensterilakan seluruh areal kampus, agar saat kegiatan kampus berjalan normal kembali seuluruh mahasiswa dan civitas dapat melakukan seluruh kegiatan dengan aman dan nyaman.” Ujar Fatma Laela. (Anwar G)

Miftahul AnwarSebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus
read more

Pemkot Padang Gandeng Tazkia Wujudkan Kota Padang Sebagai Kota Ekonomi Syariah

No comments

Kamis, 12 Maret 2020 Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Dalam pertemuan ini Pemerintah Kota Padang sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Institut Agama Islam Tazkia.

Ada beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini, Mulai dari pariwisata halal, industri halal, hingga rencana mewujudkan Pemerinta Kota Padang sebagai kota ekonomi syariah.

Dr. Murniati Mukhlisin Menyampaikan bahwa “Kota Padang memiliki potensi yang cukup besar setelah diumumkan Bank Nagari untuk konversi syariah. Gerakan ini akan diikuti oleh pendirian atau konversi bank dan koperasi syariah. Untuk mewujudkan itu, Kota Padang butuh persiapan SDM dengan kompetensi yang tepat dan Tazkia siap untuk itu”.

Sepakat dengan pendapat Rektor Institut Agama Islam Tazkia Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa “Pemerintah Kota Padang siap bekerja keras demi membuat Kota padang yang lebih baik”. Hal ini dipertegas dengan ditanda tangani nya MoU antara Pemerintah Kota Padang dengan Institut Agama Islam Tazkia. Isi dari MoU ini mencakup tiga hal yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat.

Ibu Rektor menyampaikan kesiapannya untuk membantu program kerja Pemerintah Kota Padang“Alhamdulillah, rakyat padang patut bersyukur dipimpin walikota yang punya ide dan keinginan yang sangat baik untuk Kota Padang seperti Buya Mahyeldi ini, insyaaAllah Institut Tazkia siap membantu kerja-kerja Buya Mahyeldi untuk Kota Padang yang lebih baik”. Ahmad Abdullah Rahil, Hubungan Kerjasama Institut Tazkia menyampaikan.

Terakhir Walikota Padang meminta tindaklanjut dari Institut Tazkia untuk membantu Pemerintah Kota Padang terutama dalam menyiapkan SDM, “kami tunggu tindaklanjut Tazkia dalam membantu program-program kami” imbuh beliau selesai proses penandatangan kerjasama. (Rahil)

Miftahul AnwarPemkot Padang Gandeng Tazkia Wujudkan Kota Padang Sebagai Kota Ekonomi Syariah
read more

The team of “English for Ulama” visited Tazkia Islamic University College

No comments


Once again, Tazkia Islamic University College has proven its quality as the centre of knowledge in Islamic Economics, Finance and Business by welcoming a very distinguished guest from overseas. On this occasion, the Director of Minhaj Welfare Foundation Syekh Dr. Adnan Sohail, Lc, who is also famously known as a Muslim youth representative in the UK visited Tazkia’s main campus in Sentul City, Bogor. Along with him, the Director of British Moslem Association (BMS) Paul S. Armstrong and it’s Vice Director Mohammed Abbasi, the team of “English for Ulama, Jabar Juara” and the British Council communications manager Afra Khumaira visited Tazkia Islamic University College.

Syekh Dr. Adnan Sohail, Lc visited Tazkia in accordance to following up on the recent MoU that Tazkia had with Minhaj University Lahore, a massive University in Lahore Pakistan that developed the “Akhuwat”, an Islamic microfinance institution for ladies in Pakistan. During his speech, Syekh Dr. Adnan said that Tazkia and Minhaj share a very common goal in developing Islamic Economics, Finance, and Business. Thereby, Tazkia and Minhaj must have a synergy in developing that specific area in the future through research and community empowerment collaboration.

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP as the rector of Tazkia Islamic University College replied that Tazkia is very welcome for that plan. She continues that Tazkia has also developed the Islamic Microfinance program for about 10 years where it aims to empower poor people who live around the campus. Further, the program has also been applied in West Nusa Tenggara where Tazkia becomes the reference for the West Nusa Tenggara government in operating the program there.

Last but not least, the vice-chairman of the Indonesian Muslim scholar Council (MUI) KH. Muhyiddin Junaidi who has also attended the session said that He was very pleased that Indonesian Moslem scholars have a chance to improve their English skills by going abroad to the UK. Hopefully, this such program can be sustained year by year so the Indonesian Muslim scholar has the same opportunity to spread Islamic values around the globe and therefore Islam can be more prosperous in the future. (MBP)

Miftahul AnwarThe team of “English for Ulama” visited Tazkia Islamic University College
read more

Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Kabupaten Bangka Tengah Dalam Rangka Pengembangan Program Hafizpreneur

No comments

Jum’at, 7 Maret 2020 / 11 Rajab 1441 H. Institut Tazkia berjumpa dengan Bupati Bangka Tengah dalam rangka melanjutkan program kerjasama beasiswa pendidikan bagi putra/i Bangka Tengah. Hadir dalam pertemuan ini Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. CFP selaku Rektor Institut Tazkia, Faried Kurnia R, M.Sc. (Fin) selaku Wakil Rektor 3 dan R. Wieta Rosita selaku Manajer Perwakilan Institut Tazkia wilayah Bangka Belitung. Bertempat di Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah, kedua pihak sepakat untuk bekerjasama dalam mempersiapkan SDM Ekonomi Syari’ah yang Hafidz 30 Juz. Program tersebut diharapkan mampu mewujudkan harapan bupati hadirnya 1 desa 1 hafiz Qur’an.

Kerjasama beasiswa dengan pemerintah daerah ini merupakan bentuk komitmen Institut Tazkia sebagai kampus terbaik Ekonomi Syariah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah dunia sebagian harapan dari pemerintah

Miftahul AnwarTazkia Jalin Kerjasama Dengan Kabupaten Bangka Tengah Dalam Rangka Pengembangan Program Hafizpreneur
read more

Tazkia Adakan Lomba Akuntansi Tingkat Nasional

No comments

Senin—Selasa, 2—3 Maret 2020 M/8 Rajab 1441 H Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Tazkia mengadakan Olimpiade Ekonomi dan Akuntansi Syariah tingkat SMA/SMK dan Mahasiswa se-Nasional dalam rangkaian acara TAC (Tazkia Accounting Competition) 2020. Olimpiade ini diikuti oleh 3 tim tingkat SMA/SMK dan 15 tim tingkat Mahasiswa. Olimpiade tingkat SMA/SMK didapatkan Juara I oleh SMKN 1 Bogor Tim 2, Juara II oleh SMKN 1 Bogor Tim 1, dan Juara III oleh SMA Insan Kamil Bogor. Sedangkan untuk olimpiade tingkat mahasiswa Juara I didapatkan oleh LIPIA, Juara II oleh IAI Tazkia, Juara III dan Harapan I oleh Universitas Gunadarma, Harapan II oleh IPB University, dan Harapan III oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam rangkaian TAC 2020 ini juga terdapat Seminar Nasional yang bertemakan, “Penguatan Filantropi Islam dalam Mengembangkan Ekonomi dan Akuntansi Syariah di Era 5.0”. Narasumber dari Seminar Nasional ini adalah Bapak Drs. H. Ubaidillah Marzuki MZ selaku Waka 1 Baznas Kabupaten Bogor. Bapak Ubaidillah menjelaskan makna filantropi dalam Islam adalah berupa zakat, Infaq, sedekah, wakaf, dan dana sosial agama lainnya untuk kesejahteraan masyarakat secara luas. Untuk mendukung aktivitas filantropi Islam dibutuhkan lembaga-lembaga yg mendukung, seperti Baznas, UPZ, LAZ, dan lainnya.

Miftahul AnwarTazkia Adakan Lomba Akuntansi Tingkat Nasional
read more

Kiat-Kiat Pencegahan Virus Corona Ala Tazkia

No comments

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia digegerkan dengan pernyataan resmi dari pemerintah bahwa virus corona akhirnya masuk ke Indonesia. Dua orang (Ibu dan Anak) di daerah Depok diberitakan positif terjangkit virus corona setelah sebelumnya melakukan kontak langsung dengan WNA asal Jepang yang diketahui juga positif terjangkit virus corona. Berita ini tentu saja mengakibatkan kekhawatiran yang besar berujung kepanikan di tengah masyarakat. Hal ini terbukti dengan habisnya stok masker di beberapa daerah karena diborong oleh masyarakat yang merasa khawatir.

Untuk meredakan kepanikan dan meminimalisir penyebaran Virus Corona, Tazkia mencoba memberikan kiat-kiat pencegahan Virus Corona, tapi sebelumnya mari kita kenali dulu apa itu Virus Corona.

Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona:

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Pencegahan Virus Corona:

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan atau dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjangkit virus corona. beberapa kiat pencegahan virus corona yang direkomendasikan Tazkia adalah:

  • Sering cuci tangan pake sabun;
  • Gunakan Masker apabila batuk/pilek;
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah;
  • Berhati-hati ketika melakukan kontak dengan hewan;
  • Rajin berolahraga dan istirahat yang cukup;
  • Hindari mengkonsumsi daging mentah;
  • Bila batuk/pilek dan sesak nafas segera lakukan pemeriksaan ke dokter;
  • Hindari melakukan perjalanan jauh terutama ke daerah-daerah yang sudah terjangkit virus corona.

Semoga info ini bermanfaat, silahkan mencoba menerapkan kiat-kiat pencegahan diatas. Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyakit-penyakit yang membahayakan seperti virus corona

————————————–
Info pendaftaran Tazkia hubungi kakak dibawah ini yah :
kak Irma +62-815-9551-299
kak Sadam +62-852-1146-4969
————————————–

Miftahul AnwarKiat-Kiat Pencegahan Virus Corona Ala Tazkia
read more