Siaran Pers

Tazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal

No comments

Kamis, 02 Juli 2020 Institut Tazkia yang diwakili oleh Rektor dan jajaran manajemen kampus melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Bogor untuk bertemu langsung bersama Ibu Ade Yasin (Bupati Bogor).

Kunjungan Tazkia kali ini ditujukan untuk konsultasi dan pengajuan permohonan ijin langsung kepada Bupati agar Tazkia dapat segera memulai kembali kegiatan perkuliahan secara normal mulai bulan September. Dengan catatan bahwa yang dimulai pada bulan september adalah kegiatan perkuliahan untuk program Hafidznomic dan juga program reguler khusus tahun pertama yang kebetulan mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk tinggal di asrama (seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan d dalam area asrama kampus).

Hal ini ditanggapi positif oleh Bupati Ade Yasin.

“kalau memang kegiatan perkuliahan kampus Tazkia bisa dipusatkan seluruhnya di dalam kawasan kampus (asrama) dan tetap menjaga prosedur kesehatan, insya Allah pihak Kabupaten Bogor akan senantiasa mendukung dan memberikan ijin kegiatan perkuliahan Tazkia segera dilaksanakan kembali. Hal ini kami sesuaikan dengan kebijakan terkait pemberian ijin pelaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk Pondok Pesantren dan lembaga sejenis”. Sambut Ade Yasin

Hal ini tentu menjadi kabar bahagia untuk seluruh elemen kampus Tazkia. Kedepannya hal ini akan dirapatkan kembali pada level manajemen Tazkia sampe akhirnya dikeluarkan keputusan resmi terkait dimulainya kembali jadwal perkuliahan Tazkia terutama program Hafiznomic dan Matrikulasi.

Miftahul AnwarTazkia Adakan Dialog Ringan Dengan Bupati Bogor Terkait Dunia Perkuliahan Pada Masa New Normal
read more

Penyerahan Beasiswa BSM untuk Mahasiswa asal Papua di IAI Tazkia

No comments

Menjelang bulan Ramadahan, tepatnya pada tanggal 22 Maret 2020 yang bertepatan dengan 28 Sya’ban 1441 H, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan Laznas BSM Umat meyerahkan beasiswa senilai Rp100.000.000,-  kepada Institut Agama Islam (IAI) Tazkia. Beasiswa ini secara simbolis diserahkan langsung oleh Bapak Tamaruddin sebagai Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Cabang Sentul kepada Ibu Dr. Murniati Mukhlisin M.Acc, CFP, Rektor IAI Tazkia. Penyerahan bantuan beasiswa tersebut disaksikan oleh rekan rekan karyawan BSM dengan tetap mengikuti social distancing sesuai dengan anjuran pemerintah.

Beasiswa yang diberikan oleh BSM dikhususkan untuk mahasiswa dan mahasiswi asal Papua yang menimba ilmu di IAI Tazkia. Kampus Tazkia selama ini telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) binaan KH. MZ. Fadzlan Rabbani Garamatan yang telah berkecimpung dalam pendidikan muslim muslimah asal Papua.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Tamaruddin menyampaikan harapan bahwa setelah lulus nanti para mahasiswa tersebut akan kembali ke Papua dan mengembangkan sumber daya alam Papua dengan sistem ekonomi syariah. Ibu Rektor pun menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada PT BSM. Beliau juga mendoakan agar para karyawan serta nasabah BSM selalu diberikan keberkahan rezeki. Semoga kerjasama PT BSM dan IAI Tazkia selalu memberikan kemaslahatan untuk ummat.

By: Melvina Syahnum Lubis

Miftahul AnwarPenyerahan Beasiswa BSM untuk Mahasiswa asal Papua di IAI Tazkia
read more

المحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور

No comments

.قد أقيمت محاضرة بمناسبة تفشي فيروس كورونا التي أصابت العالم بأجمعها، فنحن كالمسلمين نزن دائما كل واقعة بميزان الشرع والتكييف الفقه لكي نقف أمام هذه الظاهرة موقا صحيحا

الجامعة الاسلامية التزكيا كأحد مرجع للدراسة الاسلامية في الجمهورية الاندونيسية بالفعل يصدر رأيا وأسهم في حل هذه المصائب، فأقيمت محاضران وندوات في مختلف المجلات كالاقتصاد والاجتماع والتاريخ ، تكلم فيها الاساتذة والدكاترة والخبراء الافاضل بقصد توضيح الاحكام الصحيحة والموقف الصحيح

ففي يوم الاربعاء 28 شعبان 1441 هـ الموافق 22 إبريل 2020 م تشرفت الجامعة بإقامة محاضرة عبر الانترنت بعنوان (منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا )  تكلم فيها ثلاثة اساتيذ افاضل هم الشيخ الدكتور وصفي عاشور أبو زيد المصري والشيخ الدكتور عارف رحمن والشيخ فهمي سالم حفظهم الله

من هذه المحاضرة نعرف عظمة وظيفة المفتي وخطورة الافتاء والضوابط والاخلاق التي لا بد ان يتحلاها المفتي في فتاواه. وكذلك نظرية اسلامية في أن المفتي لا بد ان يكون له كفاية علمية عالية ونظرة واسعة في مسالة ما، ولا بد ان يتعاون مع العلماء في مختلف العلوم كالطب والاجتماع والبيولوجيا

ونحن نوافق ما قررت الحكومة باصدار قرار التباعد الاجتماعي والحجر الصحي المحلي ونسال الله ان يحمي بلاد المسلمين والعالم جميعا وان يرد الامن كما كان

Miftahul Anwarالمحاضرة الدولية عبر الانترنت في التزكيا مع الدكتور وصفي عاشور
read more

International Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia

1 comment

Oleh : Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Tazkia Angkatan 17)

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Rabu, 22 April 2020, Institut Tazkia kembali menyelenggarakan Webinar Series, namun sore ini edisi Spesial, karena merupakan Webinar Internasional berbahasa Arab dengan para pakar dari Mesir dan MUI. Webinar dengan tema “Metodologi Fatwa dalam Menyikapi Virus Corona” atau “منهجية الإفتاء في نازلة فيروس كورونا” dilaksanakan via Google Meet dan beberapa media sosial Institut Tazkia.

Acara dimulai pada pukul 16.30 WIB oleh moderator, Ust. Arip Rahman, Lc, MA selaku dekan fakultas Syariah Institut Tazkia. Beliau menyatakan bahwa pada masa sekarang ini, virus Corona telah menyebar ke seluruh dunia, sehingga dampaknya banyak fatwa hukum syariah yang dikeluarkan terkait ibadah.

Agenda utama yaitu penyampaian materi oleh Dr. Washfi Ashur Abu Zaid, seorang Ulama Mesir, komite Tazkia dan pakar Ushul Fiqh dan Maqashid Syariah. Beliau menyampaikan tentang urgensi pembentukan fatwa, fatwa yang dikeluarkan mestilah melalui metodologi yang benar, karena seorang mufti ibarat seorang dokter, ia harus tahu bagaimana cara pengobatan yang terbaik sesuai dengan keadaan penyakit.

Diantara metode yang harus dipenuhi oleh dalam penentuan fatwa adalah:
🔹 Mufti haruslah seseorang yang ahli.
🔹 Mufti harus memahami betul pokok permasalahannya.
🔹 Mufti harus memiliki pengetahuan tentang hukum Syar’i yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi.
🔹 Menjaga maqashid syariah.
🔹 Mempertimbangkan akibat yang maslahat.

Materi dilanjutkan oleh KH. Fahmi Salim, Lc.MA yang merupakan salah satu anggota MUI pusat dan sekertaris dewan pakar JATTI. Beliau menyampaikan tentang urgensi seorang mufti memahami ilmu agama dan ilmu dunia (termasuk ilmu kedokteran).

Selain itu, beliau sebagai anggota MUI juga menyampaikan beberapa fatwa yang telah dikeluarkan terkait prosedur tata cara beribadah selama masa pandemi Corona ini, setelah tentunya melalui berbagai metodologi fatwa yang Insya Allah terpercaya. Diantaranya adalah fatwa hukum shalat dan wudhu bagi tenaga medis rumah sakit, tentang prosedur penguburan jenazah hingga tentang tata cara ibadah.

Pada Webinar kali ini, Ketua Yayasan Tazkia, Dr. Syafii Antonio dan Rektor Institut Tazkia, Madam Murniati Mukhlisin, M.Acc turut bergabung menghadiri dan menyimak ilmu yang disampaikan oleh kedua narasumber.

Dengan dilaksanakannya Webinar ini, diharapkan dapat menjadi bekal bagi mufti, hakim dan ahli ilmu agar dapat mengetahui bagaimana urgensi metodologi pengambilan fatwa yang baik, langsung dari kedua pakar ulama Mesir dan Indonesia. Semoga kedepannya kita akan dapat banyak menghasilkan fatwa yang benar dan maslahat bagi ummat, Insya Allah.

> Untuk kajian lengkapnya bisa diakses di channel youtube Tazkia TV:

Sampai jumpa di Webinar Series selanjutnya!

==========
Held By :

International Program & Prodi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia

Supported By:

Tazkia TV

#webinar #ulama #mesir #MUI #dirumahaja #workfromhome #socialdistancing #stayathome #tazkia #tazkiatv #nstituttazkia #ekonomi #ekonomiislam #ekonomisyariah

Miftahul AnwarInternational Webinar Spesial Series Hadirkan Ulama Mesir dan Indonesia
read more

Syakir Daulay Berbagi Kiat Menyambut Ramadhan Ala Milenial dalam SDS Institut Tazkia 

No comments

Oleh : Aisyah As-Salafiyah (Mahasiswa Tazkia Angkatan 17)

Alhamdulillah atas izin Allah Ta’ala, pada hari Selasa, 21 April 2020, Institut Tazkia menyelenggarakan Student Dynamic Session, kegiatan pekanan yang dilaksanakan setiap hari Selasa yang kali ini berupa Sharing Discussion dengan tema “Kiat Millenial Muslim Menyambut Ramadhan” via Google Meet dan beberapa media sosial Institut Tazkia.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, 4T dan pembacaan Tazkia Value bersamaa moderator, Asril Suwandi, mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh Wakil Rektor Institut Tazkia, Pak Andang Heryahya, M.PD.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda utama yaitu sharing bersama Syakir Daulay, Influencer Muslim yang juga seorang hafidz Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa hendaknya kita mempersiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya sebagaimana kita akan menemui kekasih, karena Ramadhan adalah bulan terbaik, bulan yang mulia nan penuh rahmat sehingga menjadi kesempatan bagi kita untuk terus menambah amal kebaikan, diantaranya dengan memperbanyak membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Syakir juga menyampaikan bahwa, sebagai seorang Muslim, janganlah kita dikendalikan oleh keadaan, seharusnya diri kita yang mengendalikan keadaan tersebut. Untuk menjadi seseorang yang sukses, kuncinya adalah berani melangkah disaat yang lain menunda. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, persiapkan Ramadhan dengan baik. Karena kita akan memetik apa yang kita tanam. Semakin cepat menanam, akan semakin cepat memetik. Semakin baik yang ditanam, semakin baik pula yang dipetik.

Pada akhir sesi, Rektor Institut Tazkia, Madam Murniati Mukhlisin, M.Acc ikut bergabung dalam diskusi menyapa Syakir, dan menyampaikan salam kepada seluruh keluarga. Syakir juga merekomendasikan Institut Tazkia sebagai kampus pilihan untuk mempelajari Ekonomi Syariah sebagaimana kakak Syakir, Hamimi Daulay juga pernah menimba ilmu menjadi mahasiswa Institut Tazkia.

Dengan dilaksanakannya SDS ini, diharapkan dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan Ramadhan serta menjadi ajang silaturrahim dengan beberapa mahasiswa kampus lain di seluruh Indonesia.

> Untuk kajian lengkapnya bisa diakses di channel youtube Tazkia TV:

Sampai jumpa di SDS selanjutnya!

==========
Held By :

Podi Hukum Ekonomi Syariah Tazkia

Supported By:

Tim Warek 1 Institut Tazkia

Tazkia TV

#syaqirdaulay #tazkiatv #webinar #sds #corona #covid19 #tazkia #istituttazkia #ekonomiislam #ekonomi #ekonomisyariah #ramadan #ramadhan

Miftahul AnwarSyakir Daulay Berbagi Kiat Menyambut Ramadhan Ala Milenial dalam SDS Institut Tazkia 
read more

Webinar Series “Economic Struggle in Pandemic Covid-19” ~ H. Hendri Tanjung, Ph.D

No comments

Tazkia Webinar Series edisi H. Hendri Tanjung, Ph.D (Dosen Pascasarjana Tazkia, Komisioner Badan Wakaf Indonesia) dengan tema:

“Economic Struggle in Pandemic Covid-19”

Saksikan video lengkapnya dibawah ini ya!!!

Jangan lupa like, comment & subscribe channel YouTube Tazkia TV ya…terimakasih atas dukungannya😇

 

Miftahul AnwarWebinar Series “Economic Struggle in Pandemic Covid-19” ~ H. Hendri Tanjung, Ph.D
read more

Kebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab

No comments

Oleh Nurizal Ismail (Kepala Unit Pemberdayaan Masyarakat LPPM dan Direktur Pusat Studi Klasik Islami Tazkia)

Umar bin Khattab memberikan pengalaman kepemimpinannya kala menghadapi wabah dan ancaman ekonomi masyarakatnya. Sejumlah negara seperti India, Jepang dan Malaysia seolah menyontoh bagaimana Umar mengeluarkan kebijakan yang berorientasi masyarakat dalam situasi COVID-19.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia, WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi langkah India yang menggelontorkan dana 22,5 Miliar Dollar untuk stimulus ekonomi. Tedros pun mengamini langkah India karena COVID-19 membawa permasalahan ekonomi tersendiri terkhusus bagi negara-negara berkembang.

Angka pengangguran berisio meningkat. Ekonomi dunia pun berpotensi melambat. Suplai rantai makanan antar negara pun terancam ambyar. Kabupaten penghasil Sayuran segar seperti Magetan pun terpaksa gigit jari karena pemerintah daerah membatasi pengiriman ke Kabupaten tetangga seperti Madiun, Ponorogo dan Ngawi. Di lain sisi, ketiga Kabupaten sekitar Magetan itu mengalami kekurangan pasokan dan mengakibatkan harga sayuran membumbung tinggi.

India mengalokasikan dana sebesar senilai 379 Triliun Rupiah untuk membantu puluhan juta warga berpenghasilan rendah selama karantina atau lockdown.

Senada dengan India, Jepang mengalokasikan sekitar 69 Triliun Rupiah untuk membantu perusahaan kecil dan menengah dalam mengajukan pinjaman tanpa bunga. Termasuk di dalamnya subsisi langsung kepada warga.

Negeri Jiran Malaysia juga tidak mau ketinggalan dalam membantu masyarakat dalam situasi COVID-19. Mereka menggelontorkan hampir 494 Triliun Rupiah untuk menjaga kesejahteraan rakyat, 377 Triliun bagi kalangan bisnis dan pelaku usaha serta 7 Triliun Rupiah untuk memperkuat ekonomi.

Kebijakan yang digelorakan oleh India, Jepang dan Malaysia tidak lepas dari prediksi pengamat yang menyebut COVID-19 memicu krisis ekonomi global.

Secara umum, warga tentu saja berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Masyarakat sudah kadung percaya dengan keberadaan pemerintah. jika tidak, mana mungkin masyarakat tunduk terhadap aturan lockdown atau semacamnya.

Karenanya, kaidah Tasarrafu al-imām manūṭan bi al-maṣlaḥaḥ tentu harus betul-betul dipertimbangkan oleh pemimpin sebuah negara. Kebijakan pemimpin harus dan wajib berorientasi pada kemaslahatan warga bukan kemaslahatan golongan, atau bahkan kemaslahatan pribadi pemimpin negara.

Saat itu, Madinah dilanda bencana kelaparan selama 9 bulan akibat perubahan cuaca. Dalam catatan Ibnu Katsir, bencana yang terjadi pada tahun 18 Hijriyah itu membuat tanah menghitam karena minimnya hujan. Warna tanah pun berangsur-angsur menjadi warna abu-abu. Para ulama pun sepakat menamakan kondisi saat itu sebagai ‘am ramadha atau tahun kekeringan.

Belum selesai dengan ‘Am Ramadha, wabah ‘Taūn Amwās menerjang wilayah Syam. Dalam sejarah Islam, wabah pertama yang terkonfirmasi di di zaman khalifah tersebut mengakibatkan 30 Ribu kematian. Umar bin Khattab pun diceritakan sangat sedih karena sahabat-sahabatnya seperti Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, dan Suhail bin Amr meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Demi menanggulangi ‘Ta’un Amwās dan ‘Am Ramadha, Umar bin Khattab pun mengeluarkan sejumlah kebijakan: 1) Meminta kepada rakyat agar senantiasa berdoa kepada Allah swt; 2) mengirimkan kebutuhan dasar pokok masyarakat; 3) menghimbau masyarakat agar bersikap hemat dalam mengonsumsi makanan yang tersedia dan; 4) penangguhan zakat peternakan.

Terkait hal pertama, Umar berkata: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dalam diri kalian, dan dalam urusan kalian yang tidak terlihat oleh manusia. Karena sesungguhnya aku diuji dengan kalian dan kalian diuji denganku. Aku tidak tahu apakah kemurkaan itu ditujukan kepada diriku dan bukan kepada kalian atau kemurkaan itu ditujukan kepada kalian dan bukan kepada diriku atau kemurkaan itu berlaku umum kepadaku dan juga kepada kalian. Karenanya, marilah marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar Dia memperbaiki hati-hati kita, merahmati kita, dan mengangkat bencana ini dari kita.”

Terkait hal kedua, Umar juga mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Ia mengirimkan surat ke beberapa Gubernurnya di beberapa daerah seperti Abu Musa di Basrah,  ’Amru bin Ash di Mesir, Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Syam dan Sa’ad bin Waqs di Iraq, untuk mengirimkan bantuan kebutuhan pokok ke Madinah. Solidaritas antar daerah ini diberikan masyarakat guna mendukung kehidupan warga Madinah selama ‘Am Ramadha.

Hal ketiga yang diusahakannya adalah dengan menghimbau masyarakat untuk hemat dalam konsumsi. Kalifah Umar melarang warganya di tahun itu untuk menyajikan minyak samin dan daging dalam satu hidangan. Sekalipun Umar yang dulu terbiasa menyantap susu, samin, dan daging dalam keadaan normal dan stabil namun, sejak musim paceklik hanya, menyantap minyak zaitun. Bahkan tak jarang pengganti Khalifah Abu Bakar As-Siddiq justru mengalami kelaparan.

Kebijakan keempat yang diberlakukan oleh Umar adalah penangguhkan zakat peternakan. Muhammad bin Umar menceritakan, Ṭalḥaḥ bin Muhammad meriwayatkan dari Hausyab bin Basyar al-Fazari, dari ayahnya, bahwa dia berkata, “Kami melihat pada tahun ramadha (kerusakan/ paceklik), paceklik menghanguskan ternak kami, sehingga tersisa pada banyak orang, sesuatu (harta) yang tidak ada artinya. Maka Umar pun tidak mengutus para petugas pengumpul zakat pada tahun itu.”

”Tahun setelahnya, dia mengutus para petugas untuk mengambil dua zakat dari pemilik hewan, lalu separuhnya diberikan kepada orang-orang yang miskin di antara mereka dan separuh lainnya dibawa kepada Umar. Lalu tidaklah diperoleh dari semua zakat yang berasal dari Bani Fazarah melainkan enam puluh kambing, lalu yang tiga puluh dibagikan, sedangkan tiga puluh yang lain dibawa kepada Umar. Dan Umar mengutus petugas zakat kemudian memerintahkan para petugas zakat untuk mendatangi manusia yang sekiranya masih ada.”

Dalam situasi COVID-19 saat ini, Umar bin Khattab menekankan tentang pengurangan pajak guna membantu meringankan beban rakyat.

Ibrah dari upaya Umar bin Khattab dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi rakyatnya merupakan tanggungjawab kepemimpinan seorang Khalifah. Umar pun menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Saat ini, kebijakan paket ekonomi oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 ini sangat dinanti oleh masyarakat. Rakyat pun berharap bahwa dikeluarkan oleh pemerintah memberikan manfaat dan kemaslahatan besar bagi masyarakat.

Teladan Umar bin Khattab ini juga mengingatkan akan arti penting peningkatan iman dalam setiap bencana atau musibah yang mendera. Di lain sisi, tingkat imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan ketersedian pasokan makanan bagi masyarakat.

Terakhir, pemerintah harus menjamin rasa aman kepada masyarakat dalam situasi COVID-19 dengan tidak membuat hal-hal yang menimbulkan  kepanikan. Wallāhu alam bi al-ṣawāb!

 

Miftahul AnwarKebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab
read more

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

No comments

Ikuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder

Bersama : Revardi Syahputra, S.E. (Founder Digiclass, Alumni 2019 Institut Tazkia) IG : @revardysyahp

Dengan Moderator : Fakhry Barly, S.E. ( Jajaka Bogor 2017, Alumni 2019 Institut Tazkia ) IG : @fakhrybarly

Ikut Live di Instagram Institut Tazkia : www.instagram.com/tazkiaofficial
Hari / Tanggal : Jum’at 20 Maret 2020 / 26 Rajab 1441
Waktu : 20.00 – 21.00

Ikuti & dapatkan Tips Menjadi Pengusaha dengan Omset Milyaran di Usia Muda.

Segera Follow IG Institut Tazkia.

NB :
😎 Pemateri kita baru lulus Tazkia lho… Tpi Omsetnya dah milyaran Alhamdulillah.. 😊
💡 Bonus Paket Data / Pulsa Total 300K bagi yang beruntung

Share ya ke Kawan2.

#ProduktifDiRumah
#PJJSoftskill
#revardisyahputra
#fakhrybarly
#InstitutTazkia
#MilenialSholehMilyarder

Miftahul AnwarIkuti Seminar Bisnis Online Live Instagram Institut Tazkia, Menjadi Milenial Sholeh Milyarder
read more

Tazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran

No comments

Demi mencegah penyebaran wabah virus Corona di lingkungan kampus, Institut Tazkia Memberlakukan Work From Home (WFH) kepada seluruh karyawan dan dosen tetap hingga 28 Maret 2020. Ini diketahui dari surat edaran nomor 003-B/SE/Institut-Tazkia/3/2020 Tentang Penerapan Work From Home (WFH) Bagi Karyawan Selama Pandemi Virus Corona (COVID-19), pada Selasa (17/3).

“Seluruh Wakil Rektor dan para pimpinan sampai setingkat Kepala Bagian bertangunggjawab terhadap berjalannya proses WFH dengan mengacu pada program kerja yang telah ditetapkan,” tulis Rektor Institut Tazkia, Murniati Mukhlisin dalam surat edaran tersebut, Rabu (18/3).

Kendati demikian Institut Tazkia memiliki ketentuan tersendiri terkait sistem WFH yang diterapkan. Di antaranya, adab dan tata cara, mulai dengan 4T sendiri-sendiri. Memakai baju kerja seperti biasa, dilengkapi dengan teknologi yang memadai (bisa pinjam dari kampus).

“Karyawan dan dosen tetap wajib mengajukan request attendance di sistem https://www.talenta.co/ yang wajib dilengkapi deskripsi kerjaan yang dilakukan pada hari tersebut. Bukti/hasil pekerjaan harian wajib dikirimkan ke email atasan masing-masing,” tambahnya.

Kemudian, karyawan yang mendapat perlakuan WFH tidak diperbolehkan meninggalkan kediaman/tempat tinggal kecuali untuk kondisi darurat atau meminta izin kepada atasannya. Prosedur WFH berlaku untuk semua bagian di tiga kampus, kecuali untuk bagian tertentu. Seperti di kampus utama Sentul, bagian keamanan dan umum tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan dan keamanan kampus.

“Kampus Dramaga dan Cilember: Bagian Keamanan, Umum, Pembina, Dapur, Ibu Cuci tetap masuk untuk memastikan kondisi kebersihan, keamanan dan pasokan sandang pangan di kampus,” ujarnya.

Selain itu, Institut Tazkia juga memberikan tugas tambahan selama WFH diterapkan. Di antaranya, tambahan hafalan Alquran (pilih salah satu). Muraja’ah 30 Juz, Juz 30, Juz 1, Surah Ar-Rahman, Surah Al-Mulk, Surah Yasin. Setoran dilakukan hari Jumat di akhir WFH via voice note ke atasan masing-masing. Perbaikan Prosedur Kerja dan Instruksi ISO 9001:2015 oleh unit kerja.

“Mekanisme disampaikan oleh bagian lembaga penjaminan mutu Tazkia, dengan laporan status per unit kerja oleh atasan yang bersangkutan dan bukti screenshoot di akhir WFH,” katanya.

Selanjutnya bagi yang berstatus dosen tetap, membuat draft penelitian dan pemberdayaan yang diserahkan ke LPPM Tazkia di Monday Forum tanggal 23 atau 30 Maret 2020. Semua dosen membuat rekaman sendiri tentang subjek kuliah durasi 30-60 menit, dikirim ke it@tazkia.ac.id, untuk bahan e-learning. Untuk memastikan CTTB, koordinasi secara daring (online) sangat dianjurkan dengan menggunakan Zoom, GoogleMeet, FacebookLive dan lain-lainnya.

“Bagi karyawan yang secara darurat harus datang ke kampus selama prosedur WFH diwajibkan berkoordinasi dengan bagian SDM dengan pengawasan dari pihak keamanan,” tandasnya. (republika.co.id)

Miftahul AnwarTazkia Terapkan Sistem Work From Home dengan Tugas Tambahan Hafalan Al Quran
read more

Sebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus

No comments

Setelah sebelumnya telah memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH) untuk seluruh kegiatan mahasiswa dan civitasnya, Institut Tazkia kembali melakukan tindakan lanjutan pencegahan penyebaran Virus Corona dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan dan fogging di seluruh area kampus dan sekitarnya.

Dalam kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini, Institut Tazkia bekerjasama dengan Rumah Sakit Ummi dan para relawan dari Indonesia Humanity Care (IHC).

Diaharpkan dengan penyeprotan cairan desinfektan ini, Institu Tazkia dapat terhindar dari dampak penyebaran Virus Corona dan tidak ada satupun mahasiswa atau civitas yang terjangkit virus mematikan ini.

Ditemui Pada saat kegiatan, Dr. Sugiarti Fatma Laela selaku Wakil Rektor 2 Bagian SDM dan Keuangan Institut Tazkia mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran Virus Corona dan bukti kepedulian akan keselamatan jiwa seluruh keluarga besar Tazkia.

“Penyemprotan cairan desinfektan ini dilakukan sebagai bukti keseriusan Institut Tazkia dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan harapan tidak ada satupun keluarga besar Tazkia yang terjangkit Virus Corona. Penyemprotan ini juga dilakukan untuk mensterilakan seluruh areal kampus, agar saat kegiatan kampus berjalan normal kembali seuluruh mahasiswa dan civitas dapat melakukan seluruh kegiatan dengan aman dan nyaman.” Ujar Fatma Laela. (Anwar G)

Miftahul AnwarSebagai Upaya Pencegahan Virus Corona, Tazkia Lakukan Penyemprotan Cairan Desinfektan Di Seluruh Area Kampus
read more