Pengumuman

Perkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Bicara pergerakan dakwah memang tak pernah luput dari mahasiswa Institut TAZKIA. Kali ini datang dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod Institut TAZKIA yang pada akhir pekan lalu menggelar acara LDK Regional Priangan Barat dengan konsep kegiatan berupa Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT).

 

Kegiatan tersebut dilakukan selama 2 hari, yakni Sabtu-Ahad, 19-20 Oktober 2019 di Masjid Andalusia, Sentul City.

 

Dihadiri sekitar 160 delegasi atau 15 LDK dari berbagai kampus di wilayah Priangan Barat, acara ini diadakan untuk membangun ukhuwah antar Civitas TAZKIA dengan para tamu yang dikirim dari masing-masing LDK.

 

Pada momentum spesial ini, panitia mengusung tema “Membangun Karakter Islami Untuk Menjadi Negarawan yang Sejati”. Turut mengundang Ustadz Abu Fakhri Nabhah Rabbani sebagai pembicara yang selama ini dikenal ahlinya dalam memberikan materi yang berkaitan dengan tema tersebut.

 

 

Beliau menyampaikan tentang akhlak apa saja yang harus dimiliki oleh seorang muslim saat ini. Diantaranya yang disebutkan olehnya, ialah tidak boleh cepat marah, tidak boleh cepat tersinggung, tidak mudah kecewa, tidak mudah merendahkan orang lain, dan tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu.

 

Tidak ketinggalan, beliau juga menyebutkan kelemahan muslim milenial saat ini yang cenderung mengarah ke wilayah yang terlalu negatif. Seperti mental lemah, perasaan lemah, larut dalam perasaan, sering menyalahkan keadaan, dan membalas keburukan dengan keburukan.

 

Dalam mengakhiri sesi penyampaian materi olehnya, beliau berpesan agar setiap muslim dapat memiliki sifat qurani atau berakhlak sesuai dengan Al-Quran demi terwujudnya karakter islami secara _kaffah_ sebagai negarawan yang sejati.

 

Acara ini kemudian ditutup dengan agenda sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan ketua LDK Regional Priangan Barat yang dilakukan pada hari Ahad pagi. (Anisa Syahidah Mujahidah & Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarPerkuat Ukhuwah Antar Sesama LDK se-Priangan Barat, LDK Al-Iqtishod Mengadakan Kegiatan Mabit Spesial FSLDKD
read more

Menyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Kabar kembali datang dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres Institut TAZKIA dimana pada akhir pekan kemarin telah dilaksanakan kegiatan _Leadership Basic Training_ Jilid 1 dengan berbalut kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dilakukan di Gedung Abdurrahman bin ‘Auf Masjid Andalusia Sentul.

 

Acara tersebut diselenggarakan tepat pada hari Sabtu-Ahad, 19-20 November 2019 dengan menghadirkan pembicara, yakni Ustadz Ardhy Surya Nugraha, Ketua Ikatan Mubaligh Indonesia dan Kak Thufeil Muhammad Tyansyah, Pengurus Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Nasional bidang Keilmuan.

 

Rangkaian acara pun dimulai pada hari Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Sesuai dengan tema acara yang berlaku, yaitu Urgensi Merajut Ukhuwah Dalam Dakwah Bernuansa Ilmiah, pada kesempatan kali ini, kak Thufeil menyampaikan materi tentang FoSSEI secara umum. Forum tersebut mulai didirikan pada tanggal 13 Mei 2000 dengan tujuan utamanya, yaitu menguatkan sinergi peran dakwah ekonomi Islam setiap KSEI pada masyarakat.

 

Dia menjelaskan bahwa FoSSEI yang ada saat ini adalah seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi mewadahi para KSEI dalam berkontribusi membumikan ekonomi syariah. Lebih lanjut lagi, keberadaan FoSSEI saat ini telah membawa perubahan pada arus pertumbuhan ekonomi Islam Indonesia dimana selama ini para pengurus dan kader FoSSEI telah berjuang dalam mendorong pemerintah pusat untuk menjadikan ekonomi Islam sebagai fundamental perekonomian masyarakat melalui jalur diplomasi.

 

Beliau menambahkan, dengan memiliki 3 _spirit_ yang terdiri dari Ukhuwah, Dakwah, & Ilmiah dalam berperan sebagai Ekonom Rabbani, maka segala tujuan dan cita-cita kita sebagai kader FoSSEI dapat tercapai dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan menuju kesejahteraan.

 

Pada malam harinya, dilanjutkan kembali materi kajian tentang Taman Surga Ukhuwah yang dipersembahkan oleh Ustadz Ardhy Surya Nugraha. Beliau mengatakan bahwasanya hidup itu berorganisasi setiap harinya. Setiap bagian tubuh kita memiliki peran masing-masing dalam memaksimalkan kenikmatan yang sudah diberikan oleh Allah SWT.

 

 

Sebagai contoh, tangan digunakan untuk mengambil barang, kaki digunakan untuk berjalan, dan organ-organ lainnya yang memiliki peran yang berbeda daripada yang sudah disebutkan sebelumnya. Sehingga perlu adanya kejelasan komunikasi antar sesama organ tubuh agar terciptanya harmonisasi fungsi dari setiap organnya. Begitu juga dengan di Progres.

 

Beliau pun menegaskan bahwa Progres ini adalah rumah bagi keluarga yang harmonis. Maka dari itu, Ustadz Ardy mengajak para peserta mabit saat itu untuk menjadikan rumah kecil ini menjadi lebih bermakna karena dakwah ekonomi Islam yang disemarakkan oleh para Ekonom Rabbani. Mengakhiri perjumpaan dengannya, beliau berpesan:

 

 _Menjadi lebih baik itu harus dan wajib, tetapi merasa lebih baik itu tidak boleh karena dapat menggelincirkan segala amalan kebaikan._

 

Keesokan harinya, dilanjutkan kembali serangkaian kegiatan LBT dengan sesi pengenalan Progres lebih dalam dengan melakukan tanya jawab di pos-pos yang telah disediakan oleh panitia. Setelah itu, acara kemudian berlanjut dengan kegiatan pengenalan ekonomi syariah kepada masyarakat melalui metode wawancara sebagai upaya mewujudkan dakwah ekonomi Islam ke lingkup yang lebih luas.

 

 

Perlu diketahui bahwa kegiatan LBT Jilid I ini merupakan kegiatan penguatan bagi para calon pengurus Progres angkatan 18 yang selalu dilakukan setiap tahunnya dengan dihadiri sekitar 30 orang.

 

Berbagai harapan dipanjatkan agar para pengurus nantinya dapat mengemban amanah yang didapatkannya dengan baik dan penuh tanggung jawab seusai acara ini.

 

Acara tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dengan para panitia penyelenggara. (Naufal Rizqullah Al Banjari)
Miftahul AnwarMenyiapkan Kader Dakwah Ekonomi Islam Terbaik, KSEI Progres Mengadakan LBT Jilid I
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more

Demi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 telah dilaksanakan acara Seminar Nasional bertajuk “Stock Exchange and Digital Marketing Education for Millenials” yang digelar di Hall Lantai 3 Institut TAZKIA. Seminar nasional ini merupakan seminar akbar perdana yang diadakan di kampus ekonomi Islam rintisan Bapak Syafi’i Antonio setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) atas kenaikan tingkat dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam menjadi Institut.

Tujuan dari keberadaan seminar ini adalah merespon peluang-peluang yang ada di sekitar kita terutama potensi digital marketing dan investasi saham syariah yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh generasi muda.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin dan 2 pembicara utama yang sangat bergengsi saat itu ialah Bang Revardi Syaputra dan Kak Frisca Devi Choirina dengan ditemani moderator yang langsung dipimpin oleh Ketua KSEI Progres periode 2018/2019, Bang Thufeil. Tak luput dari itu, terdapat delegasi perwakilan KSEI Kampus wilayah Jabodetabek, Mahasiswa Asrama TAZKIA, dan juga beberapa anggota komunitas Investor Saham Pemula sebanyak 250 peserta.

Dalam pemaparan yang dijelaskan oleh Founder DigiClass, Bang Revardi, ia menyampaikan tips and trick kepada peserta tentang bagaimana langkah awal setiap pembisnis dalam membangun bisnis digital yang mulai marak saat ini. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan berbisnis yang dilakukan oleh generasi muda saat ini dapat menjadi penggerak ekonomi dunia.

Pada sesi lainnya, Kak Frisca yang juga merupakan Founder Investor Saham Pemula turut menyampaikan materi tentang Nabung Saham Syariah yang semakin mulai digemari oleh lapisan masyarakat kita. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus turut ikut andil dalam memanfaatkan kesempatan berinvestasi sehingga perlu mindset yang baru untuk mencapai titik peluang dalam melakukan investasi saham syariah.

Dalam kesempatan event Progres kali ini disponsori oleh Urunmodal, Hotel Alana, Nitrogen, Anand Catering, Ny. JAB, dan Economichannel. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan plakat kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi panitia atas kesediannya dalam berbagi ilmu dan inspirasi kepada generasi millenials.

Harapannya, semoga digital marketing dan investasi saham syariah di Indonesia dapat berkembang lebih pesat berkat tangan anak muda saat ini. (Naufal Rizqullah Al Banjar)

Miftahul AnwarDemi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials
read more

Gandeng Institut Tazkia, Pemprov Kaltim Mulai Program Pengembangan SDM Syariah

No comments

Senin 23 September 2019, bertempat di Ruang Program Internasional Kampus Tazkia Sentul City, Institut Tazkia mengadakan acara serah terima mahasiswa beasiswa utusan daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Acara yang langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si beserta jajaran staff nya ini dimulai dengan pemberian sambutan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc. selaku Rektor Institut Tazkia.

Dengan adanya program kerjasama beasiswa utusan daerah ini, Rektor Institut TAZKIA menitipkan pesan kepada suluruh mahasiswa penerima beasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Tazkia dan selalu mengedepankan adab sebelum ilmu.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Kalimantan Timur agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di Tazkia dan selalu mengedepankan adab sebelum ilmu sebagai bentuk rasa syukur yang besar terhadap kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.dan setelah lulus dari Tazkia kami harapkan seluruh mahasiswa dapat kembali ke tanah asal dan mampu berkontribusi dalam membangun Kalimantan Timur menjadi Provinsi yang Gemah Ripah Loh Jinawi” Tegas Murniati.

“Kampus Terbaik Ekonomi Syariah ini akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa. Kami selaku manajemen dan seluruh dosen Tazkia akan berusaha membimbing mahasiswa dengan sepenuh hati baik baik dalam sisi keilmuan dan juga pembentukan akhlak mahasiswa.” Lanjut Murniati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S. Si, M. Si. Hadi Mulyadi mengucap terima kasih banyak kepada Institut TAZKIA yang sudah berkenan menerima dan mendidik putra putri utusan daerah Kalimantan Timur. Hadi juga berjanji akan berusaha mengirimkan kembali 200 mahasiswa dari Kalimantan Timur ke Institut TAZKIA pada tahun depan khusus untuk program hafidz ekonomik Tazkia.

“Saya berpesan kepada 35 putra/i daerah yang hadir disini, tentang 3 hal yang harus adik-adik pegang selama mengikuti perkuliahan di Tazkia, yaitu kerja keras, cinta, dan doa. Kerja keras yang dimaksud adalah kerja keras yang didasari rasa tulus, ikhlas, profesional dan memiliki cita-cita jauh kedepan. Kemudian, cinta yang mendeskripsikan bagaimana setiap mahasiswa/i dapat selalu mencintai apa yang dikerjakan. Terakhir, berdoa dimana kerja keras dan cinta manusia dapat menjadi satu frekuensi menuju cita-cita yang diinginkan karena doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT.” Pesan Hadi kepada seluruh mahasiswa utusan daerah.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak sebagai tanda program ini mulai berjalan untuk pertama kali bagi kedua institusi ini.

Sebagai info, terdapat 3 poin inti yang akan dibangun dalam kerjasama Institut TAZKIA dengan Pemprov Kalimantan Timur, yaitu:
1) Menyiapkan SDM bidang Ekonomi Syariah, SDM bidang Hukum Syariah, SDM bidang Pendidikan Ekonomi Syariah, SDM Profesional, dan Penghafal Al-Quran.
2) SDM yang akan merancang dan mengembangkan sektor-sektor industri halal: PARIWISATA HALAL, MAKANAN HALAL, UVOP, dan INDUSTRI KREATIF HALAL.
3) SDM yang siap mengelola SDA Kutai dan sekitar Kalimantan Timur. (Naufal & Anwar)

 

Miftahul AnwarGandeng Institut Tazkia, Pemprov Kaltim Mulai Program Pengembangan SDM Syariah
read more

Institut Tazkia Adakan Workshop Pengayaan SIstem Informasi Perpustakaan Dengan RFID

No comments


Rabu 18 September 2019, Bagian Perpustakaan Institut Tazkia mengadakan Workshop  Pengayaan Sistem Informasi Perpustakaan dengan RFID.

Workshop yang dihadiri oleh perwakilan sekolah dan kampus se-jabodetabek ini ditujukan untuk mendorong perpustakaan universitas, sekolah dan balai penelitian menggunakan teknologi RFID yang diterapkan dalam sistem informasi perpustkaan SLiMS.

Erus Effendi selaku pembicara menyampaikan bahwa sistem RFID ini memiliki manfaat dan keunggulan yang jauh lebih baik dibanding penggunaan barcode.

“Sistem RFID ini meiliki manfaat dan keunggulan yang jauh lebih baik dibandingkan barcode. keunggulan utama RFID adalah adanya peningkatan kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga perpustakaan, karena teknologi RFID memungkinkan untuk pengguna perpustakaan melakukan pelayanan mandiri (self-service) baik peminjaman maupun pengembalian bahan pustaka dengan menggunakan kartu anggota yang sudah ditanami chip RFID (smartcard).” Jelas Erus.

kedepannya Workshop yang merupakan salah satu program Perpus Seru ini akan terus diadakan dengan harapan dapat membantu memperbaiki sistem perpustakaan yang diterapkan di Universitas-universitas dan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. (Anwar)

 

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Workshop Pengayaan SIstem Informasi Perpustakaan Dengan RFID
read more

Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019

No comments

Rabu 18 September 2019 bertempat di ruang International Program, Institut Tazkia menggelar acara “Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer” yang diisi oleh Nashr Akbar, S.E.I., M.Ec. (Penulis Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer & Kaprodi Ekonomi Syariah Tazkia) dan Nurizal Ismail, M.A (Direktur Pusat Studi Kitab Klasik & Kabag Pengabdian Masyarakat LPPM Tazkia).

Acara yang dihadiri oleh civitas akademik dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek, mengupas habis tentang buku yang menjadi karya pertama dari Nashr Akbar yang ditulis bersama rekannya Abdul Wahid Al-Faizin (Alumni Tazkia Angkatan 5). Meskipun merupakan hasil karya pertama, Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer Karya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari Islamic Book Fair 2019 dengan kategori Non Fiksi Dewasa Terbaik yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada para penulis buku Islam terbaik di Indonesia.

Nashr Akbar menjelaskan bahwa bukunya yang diterbitkan oleh Gema Insani ini disusun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits).

“Buku ini kami susun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits). Keistimewaan lain dari buku ini adalah kami menggunakan metode tafsir mudui, dimana penjelasan isi bukunya disusun dalam satu tema tentang Ekonomi Islam.” Jelas Nashr Akbar

Pada sesi lain, Nurizal Ismail selaku Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Institut TAZKIA menjelaskan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang paling luas karena di dalamnya membahas berbagai macam disiplin ilmu yang berperan sebagai sumber ilmu syariah dan juga alat ukur untuk memahami ayat-ayat Al-Quran, khususnya terkait dengan ide-ide ekonomi.

Beliau berharap buku karangan Nashr Akbar bersama temannya ini dapat menjadi khazanah ilmu bagi pengemban amanah ekonomi Islam dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat dibaca juga oleh seluruh penggerak ekonomi Islam di berbagai mancanegara. (Naufal & Anwar Tazkia TV)
Miftahul AnwarBedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019
read more

Institut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol

No comments



Rabu 18 September 2019, Institut Tazkia mengadakan kerjasama dengan Universitat Jaume I yang berlokasi di Castellon, derah timur Spanyol, tutur Humas Institut Tazkia.

Provinsi Castellon merupakan provinsi di bawah regional Valencia yang berdekatan dengan Provinsi Alicante. Kampus Jaume I didirikan pada tahun 1991, memiliki kampus seluas 18 hektar dan 15.000 mahasiswa. Jarak kampus ini ke Granada dimana terletak istana AlHambra di masa kejayaan Andalusia adalah lima jam dengan mobil menyisiri pantai.

Rektor Jaume I, Eva Alcon Soler mengatakan bahwa kampusnya memang sedang melebarkan sayap ke dunia internasional. Dia sangat mendukung kalau dosen dan mahasiswa di kampusnya mengadakan riset yang berkenaan dengan keuangan atau industri beretika (keuangan syariah dan industri halal).

Emili Tortosa-Ausina yang merupakan guru besar di kampus tersebut mengungkapkan bahwa walaupun dia bukan Muslim tapi dia sudah lama menekuni penelitian tentang keuangan korporasi syariah sejak tahun 2012 yang lalu. Baginya, penelitian di bidang syariah sangat bermanfaat dan dibutuhkan.

Dalam pesan elektroniknya dari Spanyol, Murniati Mukhlisin mengharapkan kerjasama ini dapat memberikan peluang bagi dosen dan mahasiswa supaya dapat berinteraksi dalam Tridharma pendidikan di level internasional. Kerjasama yang digagas meliputi joint student’s supervision, joint-research, joint-conference, dan double degree serta Erasmus scholarship.

Murniati menghimbau agar para peneliti keuangan syariah meluaskan konteksnya di luar Indonesia, baiknya disandingkan dengan studi kasus negara lain supaya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia.

Untuk anggaran tahun ajaran baru di Kampus Tazkia, Murniati mengatakan bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan terutama dalam bidang penelitian guna memperbaiki kualitas menuju SDM Unggul.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Jalin Kerjasama Dengan Universitat Jaume I Spanyol
read more

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments


Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Muhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional

No comments

MuhammadIkram Abdul Aziz, mahasiswa tahun terakhir jurusan Akuntansi Islam, Intitut Tazkia, Bogor, saat ini terpilih sebagai Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional di Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, 7-13 September 2019 / 7-13 Muharram 1441H.

Dengan prestasi tersebut, Ikram menjadi salah satu kebanggan yang dimiliki Institut Tazkia, kampus yang sejak awal memprioritaskan pendidikan Islami pada jurusan akuntansi, bisnis, kewirausahaan atau bidang serupa lainnya.

Melihat realita saat ini, jumlah generasi muda yang mengabaikan nilai, norma dan perilaku moral telah meningkat selama bertahun-tahun. Karena itulah, harus diyakini bahwa Al-Qur’an sebagai Asy-Syifa, Al-Furqan adalah salah satu pendorong utama untuk solusi ini.

Tazkia sebagai universitas telah berkomitmen untuk terus menawarkan program gelar ke huffaz / potensi huffaz, untuk menjaga mereka tetap dekat dengan Al-Qur’an pada saat yang sama menanamkannya dalam kegiatan ekonomi.

Program Hafidzpreneur (Diploma 3-30 Juz) dan Hafidznomist (Sarjana-30 Juz) telah dikembangkan oleh Tazkia secara serius dari waktu ke waktu. Minggu ini misalnya, akan ada agenda pemindahan 97 siswa di bawah dua program ini ke kampus ketiga kami di Cilember, Bogor. 400 siswa baru lainnya akan tinggal di kampus asrama kami sementara 2403 siswa yang ada akan memiliki program mereka di kampus utama Tazkia.

Upaya ini tentu saja membutuhkan dukungan dan doa kita semua sehingga Tazkia dapat berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat dan umat. (suaraislam.id)

Miftahul AnwarMuhammad Ikram dari Institut Tazkia Jadi Duta Besar Indonesia di MTQ Internasional
read more