Pascasarjana

Research Outlook Keuangan Islam 2020

No comments

Konferensi dan penelitian keuangan Islam dinilai kian marak dilakukan pada 2019. Namun, Rektor Institut Tazkia,  Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, menilai, bahwa harus dilakukan penelitian perkembangan keuangan syariah yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Beberapa konferensi dan penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia masih bersifat umum dan belum terfokus pada permasalahan perkembangan keuangan syariah secara khusus”, kata Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP dalam keterangan tertulis “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia”.

Berikut ini dokumen “Research Outlook 2020, LPPM Institut Tazkia” dimaksud. 

RESEARCH OUTLOOK 2020

  1. Dukungan politik dari tingkat tertinggi. Presiden Joko Widodo sendiri menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk mempromosikan keuangan syariah di Indonesia.
  2. Fakta bahwa Indonesia adalah ekonomi terbesar pada Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia memiliki kekuatan ekonomi terbesar pada Oranisasi Kerjasama Islam (OKI) baik dari segi jumlah penduduk dan PDB, serta dukungan pemerintah terhadap pasar perbankan dan keuangan Islam.
  3. Perkembangan regulasi di bidang perbankan dan keuangan Islam. Hal ini juga sangat membantu negara ini menjadi pasar perbankan dan keuangan Islam menjadi tingkat teratas.
  4. Ekosistem untuk perbankan dan keuangan Islam telah meningkat secara signifikan Beberapa contoh Industri perbankan dan keuangan Islam yang meningkat secara signifikan di antaranya, industri pariwisata halal, pengumpulan dan distribusi zakat, obligasi wakaf/ sukuk, dan kerangka kerja peraturan terkait.
  5. Sektor swasta juga memainkan peran yang sangat penting dalam mempromosikan perbankan dan keuangan Islam. Bank Syariah Mandiri (BSM) kini telah muncul sebagai pemimpin global dalam perbankan dan keuangan Islam, meskipun fokus utamanya tetap pada pasar nasional / domestik.

Berikut ini merupakan konferensi ekonomi syariah terbesar yang diadakan pada 2019, di antaranya:

  1. Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” pada tanggal 15-16 Oktober 2019 di Yogyakarta.
  2. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang mengusung tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth” pada 12-17 November 2019 di Grand City, Surabaya.
  3. ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang mengusung tema “Revival of Islamic Social Finance to Strengthen Economic Development Towards A Global Industrial Revolution” pada 3- 5 Desember 2019 di UNIDA Gontor, Jawa Timur.

Berita positif lainnya, beberapa jurnal ekonomi Islam seperti International Sharia Research Academy (ISRA), Journal of Islamic Economic Studies yang diprakarsai oleh Islamic Research and Training Institute (IRTI) Islamic Development Bank (IDB), dan Emerald Publishing yang di sponsori oleh Bank Negara Malaysia sudah terindeks baik. Selain itu, adapun jurnal-jurnal yang bertemakan etika dan Islam sudah berperingkat baik, di antaranya:

  • Journal of Islamic Accounting and Business Research by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan ABS, menempati quartile 2 (Q2)
  • International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management Information by Emerald Publishing
  • Humanomics by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Journal of Islamic Marketing by Emerald Publishing, terindeks Scopus dan menempati quartile 2 (Q2)
  • Asian Journal of Middle Eastern and Islamic Studies by Shanghai International Studies University
  • Journal of Economic Behavior and Organization by Elsevier BV, terindeks Scopus dan menempati quartile 1 (Q1)

Adapun informasi lain yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Secara umum, pada triwulan III-2019 Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR BUS sebesar 20,39%. Fungsi intermediasi perbankan syariah juga berjalan baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso memaparkan bahwa kinerja ekonomi global masih cukup dinamis. Pertumbuhan perekonomian global kembali direvisi turun oleh IMF dan Bank Dunia sebagai dampak dari masih tingginya ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok. Leading indicators perekonomian global triwulan III-2019 juga masih menunjukkan tren melambat. Sejalan hal tersebut, beberapa bank sentral dunia merespon dengan menjalankan kebijakan akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.

Walaupun demikian, kondisi sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan baik. Kinerja intermediasi perbankan walaupun termoderasi namun secara umum masih dalam keadaan solid dengan kredit yang tumbuh sehat dan tingkat risiko yang terjaga. Sejalan dengan kinerja perbankan, pembiayaan non-bank dapat tumbuh secara gradual dengan risiko yang cukup stabil. Sementara itu, industri pasar modal mengalami koreksi tipis ditandai dengan melemahnya IHSG.

Miftahul AnwarResearch Outlook Keuangan Islam 2020
read more

Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA

No comments

Alhamdulillah wa asy-syukru lillah pada hari Rabu, 27 November 2019 Institut Agama Islam TAZKIA kembali menggelar acara istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh calon sarjana, pascasarjana dan diploma. Tidak lain dan tidak bukan adalah Sidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA dalam rangka Wisuda ke-XV yang berlangsung di Gedung Puri Bengawan, Kota Bogor, Jawa Barat. Inilah kegiatan pamungkas dari agenda Indonesia Islamic Economics Forum 2019 setelah dua acara sebelumnya yaitu Grand Launching Institut Tazkia dan Funwalk Ekonomi Syariah.

Hadir pula dalam acaara ini jajaran manajemen kampus Institut TAZKIA, orang tua wisudawan, wisudawan dan wisudawati angkatan 15, Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Perwakilan Pemerintah Daerah yang telah bekerja sama dengan Institut TAZKIA, dan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lantunan ayat suci Al-Quran oleh saudara Muhammad Rijal Anshorulloh dan saritilawah oleh saudara Iqommudien Muhammad, sambutan Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, sambutan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc selaku Rektor Institut Agama Islam TAZKIA, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi (Dewan Pengawas Syariah Islamic Development Bank Jeddah), Grand Launching Institut Agama Islam TAZKIA dan diakhiri dengan prosesi wisuda.

Dr. Syafi’i Antonio, M. Ec dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan ke-XV Institut Agama Islam TAZKIA bahwasanya ini adalah the end of beginning, akhir dari sebuah permulaan, awal dari Rihlah al-‘Ilmiyyah, ijazah dan sertifikat bukan segalanya tetapi itu adalah tanda sudah menyelesaikan perjalanan intelektual. Di tengah zaman distruptif ini, para alumni dituntut untuk memiliki keilmuan yang luas dan mumpuni secara akademik. Tak lupa, beliau memimpin Tazkia Strategic Value, T.A.Z.K.I.A, dan berpesan untuk tidak melupakan 6 basic principal ini untuk mengantarkan kita Sa’adah fii ad-Dunya wa al-Akhirat yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Institut TAZKIA yang disampaikan oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP mengatakan bahwa acara wisuda tahun ini adalah pertama kalinya menggunakan logo baru Institut TAZKIA setelah adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama. Diharapkan bahwa 7 tahun lagi Institut TAZKIA akan bertransformasi menjadi Universitas TAZKIA yang mendunia sesuai visi kampus yang ditetapkan hingga tahun 2025. Beliau juga menyampaikan bahwa Institut TAZKIA meraih penghargaan sebagai kampus pertama dan teraktif dalam mempromosikan ekonomi syariah di Indonesia. Ada beberapa pesan yang diberikan oleh Madam Ani_sapaan sang rector_ bahwa para sarjana kita yang baru lulus saat ini harus peka terhadap perubahan industri dan lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin memiliki banyak tantangan untuk kita hadapi, terutama masalah ekonomi. Sehingga masalah ekonomi ini harus kita selesaikan secara bersama-sama. Tak lupa beliau memohon doa kepada para tamu undangan agar program Magister in Islamic Accounting dan PhD in Islamic Economics dapat secara dibuka dalam waktu dekat.

Selanjutnya, orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Mohammed Rougi dan diterjemahkan oleh Dr. Arip Rahman, Lc. Dalam orasinya, ia memberikan ucapan selamat kepada rektor dan jajarannya yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik. Ia menyampaikan bahwa belajar ekonomi syariah itu terdapat ciri-ciri nilai yang berlandaskan Al-Quran dan hadits, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kemakmuran bagi orang-orang yang melakukan dan mendapatkannya. Selain itu, beliau menegaskan bahwa ilmu ekonomi adalah penting untuk kita pelajari. Sehingga dengan adanya pernyataan ini, diharapkan kita sebagai umat Islam dapat memberikan sikap moderatnya dalam mengurusi perekonomian di sekitar kita. Moderat itulah yang menjadi ciri utama ekonom Islam.

Wisuda kali ini meluluskan sebanyak 415 orang wisudawan wisudawati yang terdiri dari program studi Akuntansi Syariah 143 orang, Ekonomi Syariah 46 orang. Hukum Ekonomi Syariah 25 orang, Manajemen Bisnis Syariah 161 orang, D3 9 orang, dan Pasca Sarjana 31 orang. Dan untuk lulusan terbaik program studi:

– Magister Ekonomi Syariah : Diva Azka Karimah, IPK 3,79
– Manajemen Bisnis Syariah : Irni Nuraini, IPK 3,72
– Akuntansi Syariah : M. Wahyudi Pranata,IPK 3,88
– Ekonomi Syariah : Dila Pujanah Herman, IPK 3,86
– Hukum Ekonomi Syariah : Hari Afrila Aji, IPK 3,91
– Manajemen Keuangan Mikro Syariah: Dewi Masita Santi, IPK 3,88

Untuk mahaiswa terbaik umum dengan apresiasi umrah diraih oleh M. Wahyudi Pranata dengan IPK 3,88

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembacaan ikrar mahasiswa yang dipimpin perwakilan wisudawan disampaikan oleh Tito Ikhsan Rozak, S,E. Dan diakhiri persembahan lagu dari perwakilan wisudawan yang ditujukan sebagai bentuk terimakasih untuk kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidik putra putrinya dengan penuh kasih sayang sehingga bisa sampai pada prosesi kelulusan jenjang kuliah S1 di Institut Tazkia.

Miftahul AnwarSidang Terbuka Senat Institut Agama Islam TAZKIA
read more

Pemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance

No comments

 

Sentul City, TAZKIA TV – Salah Satu agenda dari Indonesia Islamic Economics Forum 2019 adalah Pemberian Award dari Institut Tazkia kepada Pemberi Beasiswa Mahasiswa/i Institut Tazkia dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Ada beberapa Kategori Penghargaan yang di berikan pada sesi pertama, diantaranya :

 

1.The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Dinar. Kategori ini diberikan kepada Gubernur Prov. Kalimantan Timur yang di wakilkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi kalimantan timur Bapak Anwar sanusi, M.pd.

 

 

2. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance kategori Jauhar. Kategori ini di berikan kepada Gubernur prov. Riau yang di wakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau yaitu Bapak Drs.H.Mashrul Kasmy,Msi.

 

3. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. Kategori ini diberikan kepada Bupati kab. Siak yang di wakilkan oleh Asisten Perekonomian dan pembangunan Setda Kab.Siak bapak H.Hendrisan, S.Sos,M.Si

 

4. The Best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance Kategori Jauhar. kategori ini juga di berikan kepada Gubernur Bangka Belitung yang hadir langsung dalam acara Indonesia Islamic Economics Forum 2019 Bapak Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M.

 

 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. M. Syafii Antonio dan Dr. Murniati Mukhlisin selaku Ketua Pembina Yayasan dan Rektor Institut Tazkia.

 

Dengan Adanya Penghargaan ini, semoga menjadi motivasi untuk Tetap mempertahankan dan lebih memajukan ekonomi syariah dan menjadi motivasi juga untuk daerah lain untuk mengembangkan Ekonomi Syariah.
==========
Supported By:
Tazkia TV
Instagram: @tazkiatv
#steitazkia #tazkiatv
Miftahul AnwarPemberian Award The best Regional Government in Providing Future Experts in Islamic Economics and Finance
read more

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Ustadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Ada yang tahu dengan kegiatan _Student Dynamic Session_ (SDS)? Kali ini, Institut TAZKIA kedatangan seorang ulama karismatik yang datang jauh dari Riau untuk mengisi kegiatan Student Dynamic Session ketiga secara akbar. Berbeda dengan SDS sebelumnya yang diisi oleh Prof. Muhammad Nuh dan seorang pembisnis dari kalangan millenial, ulama yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Ustadz Abdul Somad.

Acara ini diselenggarakan di Auditorium Al-Hambra Masjid Andalusia pada hari Senin, 21 Oktober 2019. Dihadiri sekitar lebih dari 1000 orang yang didominasi oleh seluruh mahasiswa dan kalangan jamaah umum tidak membuat acara ini berjalan dengan terhambat. Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin, M. Acc, QWP turut meramaikan kajian SDS ini dengan memberikan kata sambutan kepada jamaah dengan ditemani Wakil Rektor I Bidang Akademik, Bapak Andang Heryahya, M. Pd. I, M. Pd sebagai moderator acara kemarin sore.

Pada SDS pekan ini, Institut TAZKIA mengangkat tema “Integration of Islamic Economics Knowledge”. Tema ini dipilih setelah melihat kondisi di masyarakat dimana para sarjana akuntansi syariah, ekonomi syariah, hukum ekonomi syariah, manajemen bisnis syariah, dan pendidikan ekonomi syariah masih fokus pada bidangnya masing-masing. Sehingga timbulah permasalahan, yaitu belum bersatunya rumpun disiplin ilmu dalam memajukan ekonomi syariah.

Pada kesempatan kali ini, UAS diberikan keleluasaan untuk menjelaskan bagaimana caranya untuk dapat mengintegrasikan rumpun keilmuan dalam ilmu ekonomi Islam. Beliau menjelaskan bahwa perubahan segala aspek kehidupan berawal dari ekonomi. Semuanya bertumpu pada sektor tersebut.

“Lantas, mengapa para sarjana ekonomi Islam tidak dapat bersatu apalagi lulusan dari Institut TAZKIA?” Tanya UAS.

Lebih lanjut, UAS menghimbau para mahasiswa untuk mau membangkitkan ekonomi masyarakat kecil dimulai dari gerakan membeli kebutuhan keluarga di warung milik masyarakat kita karena pada dasarnya kebangkitan ekonomi harus dibangkitkan hingga ke akar rumputnya.

Selain itu, beliau kembali mengingatkan kepada mahasiswa bahwa kedepannya mereka akan dihadapkan pada dua kriteria orang. Pertama, orang yang mengerti ekonomi tetapi syariahnya tidak paham dan satu lagi ialah orang yang mengerti syariahnya atau muamalahnya tetapi tidak paham dengan ekonominya. Sehingga inilah yang harus diwaspadai oleh mahasiswa TAZKIA dalam memahami dinamika di tengah masyarakat.

Mengakhiri kajian SDS kemarin sore, beliau menyampaikan 3 pesan. _Pertama_, jangan pisahkan ilmu, akidah, dan akhlak. _Kedua_, berusaha menyampaikan ilmu dengan banyak bahasa. _Ketiga_, walaupun sudah berada di puncak bukit tetapi kaki harus di tanah. Sehingga pesan-pesan itulah yang harus dijadikan wasilah para Ekonom Rabbani dalam mengintegrasikan semangat membumikan ekonomi syariah di seluruh tanah air Indonesia. (Naufal Rizqullah Al Banjari)

Miftahul AnwarUstadz Abdul Somad Melakukan Kunjungan Kedua Kalinya ke Institut TAZKIA, Ada Apa?
read more

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments


Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

2 comments

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

MoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!

No comments

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia resmi meluncurkan Pusat Studi Halal (PSH), Senin (17/6/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tentang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D dan Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. Turut hadir menyaksikan, Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Direktur Pusat Studi Halal STEI Tazkia, Dr. Indra, M.Si.

Pada kesempatan ini, STEI Tazkia juga mengadakan acara Monday Forum STEI Tazkia bertema “Urgensi Sertifikasi Halal dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia”.

Dalam sambutannya, Murniati Mukhlisin mengatakan salah satu fokus dari PSH ini adalah pengembangan keilmuan seputar industri halal dan kompetensi pelaku industri halal. Selain itu, PSH diharapkan menjadi kontribusi nyata dari STEI Tazkia dalam mendukung implementasi sistem jaminan halal di Tanah Air.

Sementara, Sukoso menyambut baik adanya kerjasama ini. Ia menyebut kerjasama ini sebagai sebuah refleksi untuk proses sertifikasi halal sekaligus mempersiapkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna memenuhi standard halal.

“Harapannya Pusat Studi Halal ini nantinya ikut berperan dalam pembinaan, bimbingan, dan pendampingan dalam sertifikasi halal. Jadi ke depannya, STEI Tazkia ini punya hak untuk memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM tentang halal. Kenapa harus halal, standard halal itu apa, dan sebagainya,” ujarnya.

Sukoso menambahkan, setelah MoU ini, STEI Tazkia berhak mengajukan calon auditor halal untuk ditraining atas biaya dari Negara. BPJPH, kata dia, sudah memberikan training kepada hampir 120 orang dalam empat batch yang dilaksanakan guna menyiapkan calon auditor halal.

“Persyaratan di UU ini ada tiga komponen institusi yakni BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). LPH ini, isinya auditor halal. Auditor harus dilakukan pembekalan oleh BPJPH. Kemudian akan diuji kompetensi dan diputuskan bersama MUI apakah layak menjadi auditor halal,” jelasnya.

Di sisi lain, yang masih menjadi prinsip, ketika melakukan proses produksi halal, harus ada namanya Penyelia Halal. Perusahaan besar wajib memiliki Penyelia Halal. “Lalu bagaimana dengan UMKM? Itu jawabannya diekspresikan dengan harus adanya Halal Center di Perguruan Tinggi atau Yayasan Islam yang menjadi pendamping untuk proses produksi halal (PPH),” ungkapnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarMoU dengan BPJPH, STEI Tazkia Luncurkan Pusat Studi Halal!
read more

STEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia

No comments
Salah satu perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perguruan tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia. Kerja sama dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani di RIU, Kazan, Rabu (24/4/2019).
Perjanjian ditandatangani oleh para Rektor perguruan tinggi tersebut, yaitu Rafik Mukhametahin dari RIU dan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dari STEI Tazkia.
Para pihak sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Rektor RIU menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Menurut Rektor RIU, kerja sama dengan Indonesia sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak tahun 2009.
Pada tahun 2009 Rafik Mukhametshin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang tersebut saat ini bekerja sebagai pengajar di RIU.
https://1.bp.blogspot.com/-HIxpzFQrtOc/XMJZC42gEDI/AAAAAAAALqQ/AjijWnStlQU4vTx-vNPCHzzlpm1biYOvwCLcBGAs/s1600/1%2B%25285%2529.jpg
Rektor STEI Tazkia mengatakan kerja sama antar perguruan tinggi ini dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rektor STEI Tazkia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.
“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” kata Rektor STEI Tazkia.
Rektor STEI Tazkia sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Ditambahkan bahwa selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal lebih lanjut.
RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini RIU terdapat Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh. Di RIU belajar sekitar 1.200 mahasiswa tidak hanya berasal dari Tatarstan dan berbagai wilayah Rusia, tetapi juga dari negara lain, khususnya negara pecahan Uni Soviet.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara, termasuk perguruan tinggi Islam. Kerja sama tersebut dapat turut mendekatkan hubungan kedua bangsa yang pada gilirannya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya. Dubes Wahid menekankan pentingnya tindak lanjut dan realisasi dari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak.

Beberapa jam sebelum penandatanganan dengan RIU, STEI Tazkia juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kazan (Volga Region) Federal University (KFU) yang diwakili oleh Linar Latypov, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional KFU.
Delegasi STEI Tazkia Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019. (hajimakbul.com)
Miftahul AnwarSTEI Tazkia Jalin Kerja Sama dengan Rusia
read more

Talkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an

No comments

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 9 Maret 2019 Jam’iyyatul Huffadz Tazkia bekerjasama dengan Tazkia+ dan Masjid Andalusia menyelenggarakan talkshow dan Al-Qur’an di lantai 2 Masjid Andalusia Kampus STEI Tazkia. Kajian yang dilaksanakan ini mengangkat tema ‘Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an’.

Dalam talkshow bersama Ustadz Muhammad Lutfi dan Ustadz Hilman Fauzi dibahas 3 motivasi menghafal Al-Quran:
1. Lingkungan yang mendukung
2. Guru yang selalu memotivasi
3. Yakin bahwa Allah memberikan kemudahan dalam segala hal, bahkan rezeki dan kebutuhan kita.

3 motivasi menggapai kesuksesan:
1. Doa orang tua
2. More effort
3. Dibalik kesulitan, ada kemudahan

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pemateri dan dorprize kepada peserta serta doa oleh ustadz Hilman.

_Lebih baik kehilangan sesuatu karena Allah, daripada kehilangan Allah karena sesuatu._

==========
Supported By:

Tazkia TV
Instagram: *@tazkiatv*

#masjidandalusiaislamiccenter #kajianandalusia #tpaandalusia #steitazkia #tazkiatv

Miftahul AnwarTalkshow Special Mabit: Hidup Asyik Bersama Al-Qur’an
read more