Artikel

Apakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?

No comments

Penulis: Naufal Rizqullah Al Banjari

Sentul City, TAZKIA TV – Indonesia sedang bersiap diri untuk menghadapi tantangan perekonomian kedepan dimana selain melawan ketidakstabilan perekonomian global, juga sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk merespon peluang dalam menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri. Dalam hal ini, Institut TAZKIA kembali menggelar agenda Monday Forum edisi 11 November 2019 dengan bertemakan “Islam, Ekonomi Kreatif, & Wisata Halal” yang dihadiri dan diisi langsung oleh seorang akademisi sekaligus Kepala Jurusan Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Tantan Hermansah, M. Si dengan dimoderatori oleh Dr. Indra, M. Si selaku Direktur Pusat Studi Halal Institut TAZKIA.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, dan beberapa akademisi yang telah mengikuti secara khidmat sejak pukul 09.30-11.40 WIB di International Class lantai 3. Sejumlah pembahasan yang disampaikan oleh Dr. Tantan hari ini adalah bagaimana ekonomi kreatif di Indonesia dapat hidup dan berkembang secara terus seiring dengan sumber daya manusianya juga dibangun dan dibina dalam mencapai tujuan strategis Indonesia, yaitu Pariwisata Halal.

Dikatakan oleh akademisi yang berasal dari Garut ini bahwa dua variabel tersebut memiliki peluang yang amat menguntungkan untuk mendongkrak pendapatan negara, mulai dari devisa negara, produk domestik bruto (PDB), dan sebagainya.

“Tetapi semua itu (wisata halal & ekonomi kreatif) baru dapat tercapai ketika SDM nya sudah dibangun dan dibina tentang pengelolaan kawasan pariwisata yang dimaksud” Ujar Kajur Magister Komunikasi & Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain itu, ekonomi kreatif dapat selalu ada dan berkembang secara terus menerus tentunya berasal dari ide yang dikeluarkan dari para pelaku ekonomi kreatif. Nantinya ide-ide tersebut dapat dikolaborasikan dengan wisata halal setelah dikeluarkannya _roadmap_ tentang Pariwisata Halal oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Maka dari itu, perlu dibuat kembali forum-forum diskusi seperti ini agar kita selaku akademisi dapat menyiasati peluang ini dengan baik dan juga dapat mendorong pemerintah untuk segera menetapkan dan mengeluarkan _roadmap_
Pariwisata Halal dengan memberikan hasil-hasil diskusi yang membahas tentang perihal ini” kata Dr. Tantan.

Dalam sesi diskusi kali ini, beliau memaparkan sejumlah cara untuk menilai pencapaian pengembangan ekonomi kreatif, diantaranya:

1) Penciptaan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,
2) Peningkatan jumlah dan daya saing ekonomi kreatif,
3) Peningkatan devisa dan kontribusi terhadap neraca perdagangan,
4) Peningkatan konsumsi Republik Indonesia terhadap produk kreatif.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama.

Miftahul AnwarApakah Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan wisata halal?
read more

Institut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

No comments

Banjarmasin, 1 November 2019/3 Rabiul Awwal 1441H

Telah diadakannya dialog akademik antara Rektor Institut Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag beserta jajaran. Diakhir dialog kedua rektor berkenan menandatangani kerjasama Tridharma.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Adakan Dialog Akademik dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
read more

Demi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials

No comments

Sentul City, TAZKIA TV – Pada hari Ahad, 13 Oktober 2019 telah dilaksanakan acara Seminar Nasional bertajuk “Stock Exchange and Digital Marketing Education for Millenials” yang digelar di Hall Lantai 3 Institut TAZKIA. Seminar nasional ini merupakan seminar akbar perdana yang diadakan di kampus ekonomi Islam rintisan Bapak Syafi’i Antonio setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) atas kenaikan tingkat dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam menjadi Institut.

Tujuan dari keberadaan seminar ini adalah merespon peluang-peluang yang ada di sekitar kita terutama potensi digital marketing dan investasi saham syariah yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh generasi muda.

Acara ini turut dihadiri oleh Rektor Institut TAZKIA, Murniati Mukhlisin dan 2 pembicara utama yang sangat bergengsi saat itu ialah Bang Revardi Syaputra dan Kak Frisca Devi Choirina dengan ditemani moderator yang langsung dipimpin oleh Ketua KSEI Progres periode 2018/2019, Bang Thufeil. Tak luput dari itu, terdapat delegasi perwakilan KSEI Kampus wilayah Jabodetabek, Mahasiswa Asrama TAZKIA, dan juga beberapa anggota komunitas Investor Saham Pemula sebanyak 250 peserta.

Dalam pemaparan yang dijelaskan oleh Founder DigiClass, Bang Revardi, ia menyampaikan tips and trick kepada peserta tentang bagaimana langkah awal setiap pembisnis dalam membangun bisnis digital yang mulai marak saat ini. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan bahwa kegiatan berbisnis yang dilakukan oleh generasi muda saat ini dapat menjadi penggerak ekonomi dunia.

Pada sesi lainnya, Kak Frisca yang juga merupakan Founder Investor Saham Pemula turut menyampaikan materi tentang Nabung Saham Syariah yang semakin mulai digemari oleh lapisan masyarakat kita. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus turut ikut andil dalam memanfaatkan kesempatan berinvestasi sehingga perlu mindset yang baru untuk mencapai titik peluang dalam melakukan investasi saham syariah.

Dalam kesempatan event Progres kali ini disponsori oleh Urunmodal, Hotel Alana, Nitrogen, Anand Catering, Ny. JAB, dan Economichannel. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan plakat kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi panitia atas kesediannya dalam berbagi ilmu dan inspirasi kepada generasi millenials.

Harapannya, semoga digital marketing dan investasi saham syariah di Indonesia dapat berkembang lebih pesat berkat tangan anak muda saat ini. (Naufal Rizqullah Al Banjar)

Miftahul AnwarDemi Memasifkan Gerakan Investasi Saham Syariah dan Digital Marketing, KSEI Progres Institut TAZKIA Menggelar Seminar Nasional Untuk Millenials
read more

Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019

No comments

Rabu 18 September 2019 bertempat di ruang International Program, Institut Tazkia menggelar acara “Bedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer” yang diisi oleh Nashr Akbar, S.E.I., M.Ec. (Penulis Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer & Kaprodi Ekonomi Syariah Tazkia) dan Nurizal Ismail, M.A (Direktur Pusat Studi Kitab Klasik & Kabag Pengabdian Masyarakat LPPM Tazkia).

Acara yang dihadiri oleh civitas akademik dari berbagai kampus di wilayah Jabodetabek, mengupas habis tentang buku yang menjadi karya pertama dari Nashr Akbar yang ditulis bersama rekannya Abdul Wahid Al-Faizin (Alumni Tazkia Angkatan 5). Meskipun merupakan hasil karya pertama, Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer Karya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari Islamic Book Fair 2019 dengan kategori Non Fiksi Dewasa Terbaik yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada para penulis buku Islam terbaik di Indonesia.

Nashr Akbar menjelaskan bahwa bukunya yang diterbitkan oleh Gema Insani ini disusun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits).

“Buku ini kami susun menggunakan 2 metode Tafsir, yakni Tafsir Bi al-Ra’yi (logika) dan Tafsir Bi al-Riwayah (Qur’an & Hadits). Keistimewaan lain dari buku ini adalah kami menggunakan metode tafsir mudui, dimana penjelasan isi bukunya disusun dalam satu tema tentang Ekonomi Islam.” Jelas Nashr Akbar

Pada sesi lain, Nurizal Ismail selaku Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Institut TAZKIA menjelaskan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang paling luas karena di dalamnya membahas berbagai macam disiplin ilmu yang berperan sebagai sumber ilmu syariah dan juga alat ukur untuk memahami ayat-ayat Al-Quran, khususnya terkait dengan ide-ide ekonomi.

Beliau berharap buku karangan Nashr Akbar bersama temannya ini dapat menjadi khazanah ilmu bagi pengemban amanah ekonomi Islam dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat dibaca juga oleh seluruh penggerak ekonomi Islam di berbagai mancanegara. (Naufal & Anwar Tazkia TV)
Miftahul AnwarBedah Buku Tafsir Ekonomi Kontemporer, Buku Karya Dosen Tazkia Peraih Penghargaan Islamic Book Fair 2019
read more

Tazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu

No comments


Oleh : Nurizal Ismail (Dosen Tetap Tazkia & Kabag Pemberdayaan Masyarakat LPPM)

14 September 2019/ 15 Muharram H, Rektor Institut Agama Islam Tazkia dalam sesi tanya jawab di acara silaturrahim manajemen Tazkia dengan para wali Mahasiswa baru mengatakan bahwa Tazkia dalam proses pendidikannya mengedepankan adab sebelum ilmu. Apa yang ia katakan menurut penulis telah sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW dan ulama-ulama Muslim dahulu telah lakukan.

Muhammad bin Muflih al-Muqaddasi dalam kitabnya ‘Al-Adab al-Syar’iyyah’ mengatakan bahwa Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata, dalam firman Allah Ta’ala Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (al-Tahrim: 6). Dengan apa? Kemudian ia melanjutkan dan berkata:” ajarkan adab dan ilmu kepada mereka!” Dalam kitab ‘Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, Imam Malik bin Anas mengatakan bawah ibunya memerintahkan kepadanya untuk belajar adab sebelum ilmunya. Selanjutnya, Al-Jazari seorang ulama Damaskus ahli qiraat al-Qur’an diAbad ke-14 dalam kitabnya ’Ghayat al-Nihaya fi Thabaqat al-Qurra’ mengatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak Radiyallah ’anhu mengatakan tentang pentingnya adab sebelum ilmu yaitu para ulama mempelajari adab 30 tahun dan ilmu 20 tahun, dan mereka mencari adab sebelum ilmu.

Apa yang diakukan Tazkia perlu diapresiasi ditengah krisis adab yang tengah menghampiri umat saat ini. Prof Dr. S.M. Al-Attas dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah mencetak manusia yang baik (beradab). Maka sudah seyogyanya perguruan tinggi Islam itu harus mengedepankan adab sebelum ilmu. Para orang tua mahasiswa yang hadir pun sepakat dengan itu, sehingga mereka berharap bagaimana akhlak para mahasiswa dapat dijaga diantaranya dengan program tahfidz, sistem asrama 24 jam dan mentoringnya oleh para pembina. Sesungguhnya bangsa yang beradab akan menghasilkan peradaban yang tingggi, dan Islam telah mencontohkan itu 1400 tahun lalu. Karena peradaban itu sendiri berasal dari kata adab. Selamat datang para mahasiswa baru calon pemimpin bisnis dan intelektual Muslim di Institut Agama Islam Tazkia.

Miftahul AnwarTazkia Mengedepankan Adab sebelum Ilmu
read more

Institut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM

No comments


Selasa, 27 Agustus 2019 M. 26 Dzulhijjah 1440 H. Jajaran Manajemen Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM), Jogyakarta, mengunjungi Institut Tazkia untuk mengadakan Studi Banding pengembangan kurikulum Magister Akuntansi Syariah

Rombongan UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Halim MBA, Ak, CA selaku ketua Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM. Ketua Departemen Akuntansi FEB UGM, yaitu Bapak Sony Warsono, MAFIS, Ak, CA, Ph.D, dan Dr. Aprilia Beta Sunadi, SE., M.Ec. Dosen Departemen Akuntasi FEB UGM serta Bapak M. Luthfi Ansori, SE selaku Koordinator Bidang IT dan Akademik Magister Akuntasi FEB UGM.

Dari Institut Tazkia hadir menyambut rombongan; Dr. Sugiarti Fatma Laela, M.Buss. Acc. CMA. CIBA. Selaku Wakil Rektor 2, Dr. Muhammad Yasid, M.Si. selaku Direktur Pascasarjana, Muhammad Maulana Hamzah, M.M. selaku Sekretaris Pascasarjana, dan Afif Zaerofi, M.M. selaku Direktur SPMI Institut Tazkia.

Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, membahas terkait integrasi keilmuan dan Profil Lulusan. Tindak lanjut dari  pertemuan ini diantaranya adalah pengiriman dosen fiqih muamalat dan maqoshid syariah Tazkia ke Magister Akuntansi FEB UGM   juga sepakat untuk selalu bersinergi dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya di bidang Akuntansi Syariah. (Rizqi Z)

Miftahul AnwarInstitut Tazkia Terima Kunjungan Dari Fakultas Ekonomi & Bisnis UGM
read more

Institut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country

No comments

Tazkia Campus is awarded by IAEI (The Indonesian Association of Islamic Economists) as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country. May Allah bless Tazkia founders, students, alumni, management, lecturers and staff, and guide them to contribute more to the ummah.

The award was given away by IAEI Chairman, Prof Bambang Brodjonegoro, who also serves as Minister of National Development Planning of Indonesia. Thank you to DIKTIS-Ministry of Religious Affairs RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic Indonesia and the rest of the stakeholders for their constant supervision.

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia memberikan penghargaan kepada Institut Tazkia, Bogor sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan teraktif dalam memberikan edukasi ekonomi syariah di tanah air. Semoga Allah memberkahi segenap pendiri Kampus Tazkia, mahasiswa, alumni, manajemen, dosen dan staf, serta membimbing kami semua untuk berbuat lebih banyak lagi untuk ummat.

Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua Umum IAEI, Prof Bambang Brodjonegoro yang saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Terima kasih kepada DIKTIS Kementerian Agama RI, Kopertais I DKI Jakarta, BAN-PT Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan semua pihak atas bimbingannya.

Miftahul AnwarInstitut Tazkia is awarded by IAEI as The Pioneer in Islamic Economic Education in the country
read more

Rektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia

No comments
Senin (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta.
Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris.
Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan Australia.
Murniati memutuskan untuk pulang ke tanah air pada tahun 2017 untuk kembali mengembangkan Kampus Tazkia yang memang sudah diasuhnya sejak awak pendirian kampus tersebut. Dia  bersama pakar keuangan dan bisnis syariah lainnya yaitu Muhammad Syafii Antonio, Ade Ruhyana, Agus Haryadi, Mukhamad Yasid dan Mirna Rafki membesarkan kampus yang tadinya berawal dengan 25 mahasiswa sekarang telah meluluskan 2259 orang dan memiliki 2003 mahasiswa aktif di bidang ekonomi, bisnis, hukum dan pendidikan syariah.
Murniati menyampaikan bahwa dia banyak belajar dari kampus University of Glasgow dimana dia menyelesaikan S3 di bidang Akuntansi Syariah bagaimana tentang proses pembelajaran yang sangat sistematis.
Dan juga di University of Essex dimana dia sempat menjadi dosen dan peneliti tentang pengembangan kurikulum, kedisiplinan dalam mengajar, menjalankan riset dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di level internasional.
Pengalaman itulah kemudian dia bagi di Kampus Tazkia dan di berbagai kesempatan di kampus lain. Saat memutuskan untuk kembali ke Indonesia, banyak guru besar yang kenal dengan Murniati menyayangkan hal tersebut dikarenakan kesempatan karir, remunerasi dan tunjangan yang tidak seberapa dibandingkan dia dapatkan di Inggris. “Saya mengalahkan banyak pelamar dari berbagai negara waktu itu dan gaji saya sekitar 70 juta perbulan belum termasuk tunjangan dan fasilitas riset dan konferensi. Namun, berkiprah di Indonesia khususnya di Kampus Tazkia memberikan kepuasan intelektual dan pesan da’wah yang luar biasa. Tidak semua harus diukur dengan uang” imbuh Rektor yang dulu menjadi muallaf saat berusia 19 tahun.
Murniati mengikuti program 5000 Doktor yang dikelola oleh Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dan berhasil lulus S3 kurang dari tiga tahun. Dia berharap makin banyak dosen – dosen muda disekolahkan ke luar negeri dan menimba pengalaman riset di sana yang kemudian dibawa ke tanah air untuk membantu memperbaiki sistem pendidikan di sini.
Miftahul AnwarRektor Institut Tazkia Masuk Database Cendekiawan Kelas Dunia
read more

RESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL

1 comment

Sentul City – Kampus TAZKIA beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut pada usia 18 tahun ini. Dengan semangat mengisi kebutuhan SDM Ekonomi Syariah, delapan belas tahun lalu Kampus Tazkia memulai programnya dari hanya 24 orang mahasiswa, kini sudah mengasuh lebih dari 2000 mahasiswa yang berasal dari 32 provinsi di wilayah nusantara Indonesia dan 6 negara yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Maroko, Yaman dan Palestina.

TAZKIA secara institusi sangat fokus pada pengembangan ekonomi syariah mulai dari teori sekaligus praktek nyata di masyarakat. Oleh karenanya, kontribusi untuk pembangunan Indonesia terus ditingkatkan khususnya dalam pengembangan Industri Ekonomi Syariah. Sampai dengan saat ini kampus Tazkia telah meluluskan sebanyak 2.087 alumni dari jenjang master, sarjana dan diploma yang berkiprah menjadi entrepreneur pada industri halal, akademisi ekonomi dan bisnis syariah, para pendamping masyarakat dan profesional diberbagai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan non LKS baik di dalam dan luar negeri.

Prestasi kampus Tazkia juga perlu diacungi jempol karena para civitas akademika telah menorehkan berbagai macam penghargaan. Bahkan Tazkia pernah di anugerahkan award sebagai Centre of Excellent Kampus Ekonomi Syariah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bidang penelitian, dosen dan mahasiswa sangat aktif di pentas akademik baik di dalam maupun luar negeri serta pengabdian masyarakat telah ditekuni bersama dengan arah perkembangan umat, bangsa dan negara. Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di sekitar Kampus Tazkia yang beralokasi di Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat juga telah memberikan peningkatan yang cukup signifikan, dengan hanya puluhan anggota 10 tahun yang lalu hingga kini mencapai hampir 10,000 anggota.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec pada hari ini tanggal 30 Juli 2019 telah melantik Rektor, Wakil Rektor dan Direktur Program Pascasarjana Institut Tazkia. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc yang sebelumnya adalah Ketua STEI Tazkia terpilih sebagai Rektor. Perempuan lulusan S1 Akuntansi Syariah dari International Islamic University Malaysia, Magister Akuntansi Syariah Universitas Indonesia dan jebolan Doktor Akuntansi Syariah dari University of Glasgow UK ini  memiliki pengalamanya pendidikan tinggi yang cukup panjang, bahkan memiliki jaringan luar negeri yang luas. Turut hadir Kasubdit Bidang Kelembagaan, Drs. Agus Soleh, M.Ed dan Wakil Koordinator Kopertais 1 DKI Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang  Akademik diamanahkan kepada Dr. (Kand) Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. sedangkan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Pengembangan SDI adalah Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Bus Acc, CMA, CIBA dan Wakil Rektor III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Miftahus Surur, M.Sc. (Fin), sementara Direktur Program Pascasarjana adalah Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

Instutut Tazkia memiliki tiga Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Hukum/Syariah dan Fakultas Pendidikan/Tarbiyah, dan satu sekolah pascasarjana dengan bidang Pascasarjana Ekonomi Syariah. Adapun program studi S1 yang ada yaitu Ekonomi Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi Syariah, Hukum Syariah, Pendidikan Ekonomi Syariah, Diploma Mikro Keuangan Syariah. Sedangkan program studi di level  S2 adalah  Magister Ekonomi Syariah dan tidak lama lagi  akan segera dibuka Magister Akuntansi Syariah dan dalam tiga tahun ke depan program Doktor bidang Ekonomi Syariah.

Adapun konsentrasi berbasis syariah yang ditawarkan adalah sangat beragam dari program hafal quran dan wirausaha, akuntansi sektor publik, audit, kewirausahaan, perbankan, industri halal, ekonomi pembangunan, teknologi finansial, hingga agribisnis. Kampus Tazkia menyediakan fasilitas beasiswa dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga zakat, perseorangan dan instansi keuangan syariah.

“Setelah alih status menjadi Institut ini, Kampus Tazkia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, luas dan berkesinambungan terhadap ummat, bangsa dan negara, dapat tampil unggul baik di level nasional maupun internasional” demikian ujar Murniati, dalam sambutannya sebagai Rektor terpilih.

Di bidang kurikulum dan pengembangan program studi, Kampus Tazkia telah merujuk kepada sistem KKNI dan memastikan semua program studi terakreditasi dengan nilai Sangat Baik dan Unggul serta menganut sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.  “Program internasional juga sudah dikembangkan dalam dua tahun terakhir yang diharapkan kualitas pendidikan dan pengajaran dapat sejajar dengan kampus – kampus internasional” tutup Murniati.

Miftahul AnwarRESMI MENJADI INSTITUT Pada USIA ke-18, KAMPUS TAZKIA Siap GO GLOBAL
read more

Bekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah

No comments


Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) STEI Tazkia bekerjasama dengan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) selenggarakan
Training Investasi Syariah bagi para pelaku dan analis investasi di PT. Taspen dan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu (29-30) Juli 2019 lalu di hotel Aston Lake Sentul City, Bogor.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Ketua STEI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., dan disambung dengan sepatah kata dari Ibu Justitia Tripurwasani selaku Direktur & Chief Legal, Risk Management and Compliance PT. MAMI dan Ibu Ries Wulandari selaku Direktur LPPM STEI TAZKIA.

Hari pertama berlangsung kegiatan dari pukul 9 pagi hingga 9.30 malam. Kemudian dilanjut esok harinya dari pukul 8 hingga pukul 12 siang dan diakhiri dengan foto bersama. Acara kali ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak peserta yang mengemukakan pertanyaan di setiap sesi yang dibimbing oleh pemateri berbeda setiap sesinya.

Pada training kali ini pemateri berasal dari dosen-dosen dan praktisi di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA. materi yang disuguhkan yakni mulai dari pengantar dan jenis investasi, aspek syariah, saham syariah dan reksadana syariah, pasar modal syariah, perencanaan keuangan hingga sharia online trading system yang dipraktikkan langsung oleh praktisi pasar modal syariah.

Miftahul AnwarBekerjasma Dengan Manulife, LPPM TAZKIA Selenggarakan Training Investasi Syariah
read more