Berita Terbaru

Targetkan Terakreditasi AACSB di Tahun 2023, Intitut Tazkia Jalin Kerjasama dengan FEB UGM

No comments

Institut Tazkia, menargetkan terakreditasi international AACSB di tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., pada acara pelatihan “AACSB awareness”, Senin 28 September 2020. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Institut Tazkia dan dihadiri oleh Rektor, wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, Sekprodi dan Dosen di lingkungan Institut Tazkia, menghadirkan nara sumber Kepala Unit Jaminan Mutu (UJM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada, Dr. Suyanto, S.E., M.B.A sebagai narasumber. FEB UGM adalah salah satu dari 2 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah terakredreditasi AACSB.

Dr. Suyanto, S.E., M.B.A, memulai paparan dengan pentingnya menyusun misi fakultas dan prodi. “misi yang telah ditetapkan menjadi rujukan utama dalam setiap aktifitas atau program kerja fakultas/ prodi. Setiap kata dalam misi, harus tergambarkan atau dipertanggung jawabkan dalam program kerja”, tegasnya. Lebih lanjut, Dr. Suyanto, S.E., M.B.A menguraikan 9 standar akreditasi AACSB yang harus dipersiapkan dengan baik, yaitu; 1). strategic planning, 2). physical, virtual and financial resources, 3). faculty and professional staff resources, 4). curriculum, 5). assurance of learning, 6). learner progression, 7). teaching effectiveness and impact, 8). Impact of scholarship and 9). Engagement and societal impact.

Pelatihan yang dipandu oleh Dr. Afif Zaerofi, M.M (LPM Institut Tazkia) berlangsung hangat dan produktif. Saat ditanya salah satu peserta, kunci sukses akreditasi AACSB, menurut Dr. Suyanto, S.E., M.B.A, akreditasi adalah kerja tim. Tanpa komitmen tim (manajemen, dosen, tenaga kependidikan), akreditasi tidak akan berhasil (AZ).

Rizqi ZakiyaTargetkan Terakreditasi AACSB di Tahun 2023, Intitut Tazkia Jalin Kerjasama dengan FEB UGM

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *