Berita Terbaru

Workshop Akademik Tazkia 2020 : Fun E-Learning Sebagai Program Terbaru Dalam Mencapai Visi Tazkia 2025

No comments

Memasuki masa peralihan Tahun Ajaran baru Semester Gasal 2020-2021, Kampus Institut Tazkia
melaksanakan Workshop Akademik 2020 yang dihadiri oleh para pemangku jabatan seperti Dekan, Rektor,
Wakil Rektor serta dosen dan civitas Tazkia lainnya. Workshop yang dipimpin oleh Dr. Achmad Firdaus,
selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah (FEBSy) berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 25
dan 26 Agustus 2020 (6 dan 7 Muharram 1442 H) secara online melalui media aplikasi Google Meeting dan
Zoom Meeting. Tema yang diangkat dari workshop ini adalah “Fun E-learning, Kebiasaan Baru Institut Tazkia
Untuk Mencapai Visi Tazkia 2025”.

Di hari pertama berlangsungnya agenda workshop, peserta diklasifikasikan menjadi empat komisi
kerja berdasarkan indikator kinerja kegiatan. Komisi pertama membahas tentang Pendataan mahasiswa baru,
komisi kedua membahas tentang Panduan Akademik, komisi ketiga membahas tentang Kurikulum, sedangkan
komisi keempat membahas tentang etika dan kedisiplinan.

Komisi satu yang diketuai oleh Bapak Rizqi Zakiya, membahas pendataan mahasiswa, terhitung sejak
alur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dalam dua alternatif kemungkinan: yaitu kondisi normal dan kondisi
pandemi covid 19. Selain itu, melakukan sinkronisasi serta validitas data di PDDIKTI dan data PMB. Sistem
di SMILE diharapkan dapat berfungsi sebagai bank data untuk memenuhi keperluan pendataan yang
dibutuhkan oleh pihak-pihak berkepentingan. Output yang dihasilkan adalah tersedianya pendataan mahasiswa
secara komprehensif sejak penerimaan mahasiswa baru hingga ketika mahasiswa lulus dari Institut Tazkia.
Pada komisi kedua yang diketuai oleh Bapak Endy Muhardin, membahas tentang Panduan Akademik
yang mencakup Kegiatan Belajar Mengajar secara online atau sistem Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ). Proses PJJ
ini diharapkan mampu dilaksanakan secara terstruktur dan terorganisir dengan baik, mengingat Tazkia sudah
mengadopsi sistem E-Learning yang akan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan proses
perkuliahan secara online. Hasil rapat sidang komisi dua melakukan rekomendasi untuk mengintegrasikan
antara SMILE, E-Learning serta Panduan Akademik.

Kemudian pada komisi tiga yang diketuai oleh Bapak Nashr Akbar, membahas tentang penguatan
kurikulum yang mencakup konsentrasi prodi, Rancangan Program Studi (RPS), bahan ajar dan submit ELearning. Pembahasan RPS difokuskan selama masa PJJ berlangsung. Hasil sidang dari komisi 3 harus segera
ditindak lanjuti oleh setiap Kepala Prodi dan disosialisasikan kepada seluruh dosen.

Lalu pada komisi empat yang diketuai oleh Yaser Taufik Syamlan, membahas tentang Adab, Etika
dan Kedisiplinan yang mencakup tata tertib perkuliahan dan prosedur ujian e-learning serta etika
berkomunikasi melalui sosial media. Hal ini sejalan yang ditekankan oleh Rektor Institut Tazkia, Dr.Murniati
Mukhlisin, bahwa civitas Tazkia harus mengedepankan adab baru kemudian ilmu. Diharapkan proses PJJ
dapat dilaksanakan secara tertib dan disiplin.

Setelah para ketua komisi mempresentasikan hasil diskusi dan perumusan masalah serta SOP, agenda
dilanjutkan dengan penjabaran metode “Fun E-Learning” oleh Ibu Dewi Febriani selaku penanggungjawab sistem E-Learning. Penjabaran tersebut disampaikan dengan cukup detail dan komprehensif agar mengedukasi
para pengguna E-Learning khususnya para dosen Tazkia. Kemudian acara diakhiri oleh evaluasi dan rencana
tindak lanjut oleh Bapak Achmad Firdaus. (DM)

Miftahul AnwarWorkshop Akademik Tazkia 2020 : Fun E-Learning Sebagai Program Terbaru Dalam Mencapai Visi Tazkia 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *