Rektor Tazkia Bersama (PRESNAS FoSSEI) Gelar Silaturahim dan Kunjungan Strategis ke Bank Syariah Indonesia (BSI)

No comments

Presidium Nasional Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (PRESNAS FoSSEI) menggelar silaturahim dan kunjungan strategis ke Bank Syariah Indonesia (BSI) di The Tower, Jakarta, 18 April 2022/16 Ramadhan 1443H.

Bersama Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, PRESNAS yaitu Muhammad Rafiuddin, Ismadanaf Ramadan, Muhamad Rijalul Humam, Ambo Endeng, serta pengurus nasional Wulan Listiani dan Farah Amalia melakukan advokasi ke BSI Corporate University dan Human Capital yang merupakan unit-unit khusus rekrutmen SDM dan learning di BSI.

Hadir pula Arief Rosyid Hasan, Komisaris Independen BSI yang memfasilitasi PRESNAS bertemu dengan Taufik Machrus dari BSI Corporate University, Ganis dan Tessy dari Human Capital BSI.

Keprihatinan link and match atas lulusan kampus kampus ekonomi dan keuangan syariah yang tidak terserap baik di lembaga keuangan syariah, menjadi fokus bahasan. Poin di yang di dapat pada pertemuan kali ini yaitu, FoSSEI gandeng BSI untuk mendukung Industri keuangan syariah dalam menyiapkan SDM yang berkompeten melalui literasi digital finance dan bussines mindset.

PRESNAS FoSSEI juga akan membuat program supaya kader – kader FoSSEI menyiapkan dirinya ketika memilih karir di perbankan syariah sehingga dapat lebih siap dalam psikotes.

Murniati berharap agar SOP rekrutmen mengutamakan kemampuan baca Al-Qur’an dan bisnis syariah pada seleksi awal bukan nilai IPK dan penampilan.

Sumber: Humas FoSSEI Nasional

Miftahul AnwarRektor Tazkia Bersama (PRESNAS FoSSEI) Gelar Silaturahim dan Kunjungan Strategis ke Bank Syariah Indonesia (BSI)
read more

Presnas Fossei Gelar Silaturahim dengan Institut Tazkia

No comments

Para Presidium Nasional Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam(PRESNAS FOSSEI) menggelar silaturahim dan kumpul bareng di Kampus Tazkia di Sentul City kemarin, 16 April 2022/14 Ramadhan 1443H. Hadir pula Arief Rosyid Hasan, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) dan M Gufran Pribadi Direktur Eksekutif Asosiasi FinTech Syariah Indonesia (AFSI).

Keprihatinan link and match atas lulusan kampus kampus ekonomi dan keuangan syariah yang tidak terserap baik di lembaga keuangan syariah, ternyata menjadi fokus bahasan juga bagi Fossei Nasional.

Agenda silaturrahim dengan Rektor Insititut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin yang difasilitasi oleh KSEI Progres Tazkia menjadi ajang diskusi mencetuskan strategi perumusan link and match. KSEI merupakan singkatan dari Kelompok Studi Ekonomi Islam yang merupakan komunitas kajian Ekonomi Islam.

“Di Indonesia, hampir setiap universitas yang memiliki program studi Ekonomi Islam memiliki KSEI yang berada di bawah naungan Fossei,” kata Murniati dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id, Ahad (17/4/2022)

Karenanya, besok Rektor IAI Tazkia bersama dengan Presnas Fossei akan mengadakan advokasi ke BSI Corporate University dan Human Capital yang merupakan unit-unit khusus rekrutmen SDM dan learning di BSI. BSI adalah bank syariah terbesar di Indonesia dan 10 terbesar di dunia. (Republika.co.id)

Miftahul AnwarPresnas Fossei Gelar Silaturahim dengan Institut Tazkia
read more

Bincang SDG’s Edisi Ramadhan | Potensi Ekonomi Ummat : Pertumbuhan Ekonomi, Pekerjaan yang Layak, Inovasi & Berkurangnya Kesenjangan

No comments

Salam Progresif !

BSO SDG’s Ikatan Alumni Universitas Diponegoro bermaksud untuk mengangkat & mempromosikan implementasi prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDG’s) di Indonesia. Dalam diskusi kali ini kita membahas terkhusus dalam agenda besar yakni pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infrastruktur serta berkurangnya kesenjangan ekonomi.

Dalam diskusi ini kita mengundang Mas Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif seorang menteri yang mempunyai peran terwujudnya SDG’s dan 2 CEO dari perusahaan start up yang jelas melaksanakan tujuan SDG’s tersebut.

ALAMI adalah sebuah perusahaan yang belum lama lahir namun mampu secara cepat dapat menentukan posisi sehingga saat ini tak hanya dalam bidang inovasi keuangan digital namun juga di dalam peer to peer lending dan sekarang merambah dunia perbankan – Bank Hijrah. Sedangkan EOA Gold lahir baru di akhir 2019 dengan modal dibawah 100 juta namun sekarang telah membukukan omset ratusan kali lipat dalam waktu singkat dan memiliki inovasi dalam pemasaran dan produk yang luar biasa.

TAZKIA adalah kampus yang peduli dalam pencapaian SDGs; memasukan diskursusnya di kurikulum dan riset para dosen. Pandangan mengenai SDGs yang mendukung tujuan syariah (Maqashid Syariah) juga sering disampaikan ke publik.

Bincang SDG’s :
Edisi Ramadhan

Potensi Ekonomi Ummat:
Pertumbuhan Ekonomi, Pekerjaan yang Layak, Inovasi & Berkurangnya Kesenjangan

Kamis, 14 April 2022
Jam 13.00 – 15.00 WIB

https://us02web.zoom.us/j/84090924647?pwd=czRnOUE3eHpzOEMyWE85K3pCby96QT09

Meeting ID: 840 9092 4647
Passcode: 209057

Keynote Speech
Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Opening Speech
Ahmad Redi
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

Narasumber

1. Murniati Mukhlisin
Rektor Institut Agama Islam Tazkia
2. Fitoy Wicaksono
Chief Product Officer ALAMI
3. Rohmayadi
CEO EOA GOLD

Host
Arisakti Prihatwono
Ketua BSO SDG’s Center
Ikatan Alumni Fakultas Hukum Undip

Yuk ikuti diskusi nya dan dapatkan doorprize Logam Mulia

#ikafhundip
#KerisDiponegoro
#guyubsaklawase @tazkiaofficial #murniatimukhlisin #instituttazkia

Miftahul AnwarBincang SDG’s Edisi Ramadhan | Potensi Ekonomi Ummat : Pertumbuhan Ekonomi, Pekerjaan yang Layak, Inovasi & Berkurangnya Kesenjangan
read more

Aisyah’s valedictorian speech.

No comments

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين اما بعد.

اهلا وسهلا ومرحبا بكم مجلس الامين لمؤسسة جامعة تزكية، الدكتور محمد شافعي انتونيو المكرم، رئيسة جامعة تزكية، السيدة الدكتورة مرنياتي مخلسين المكرمة، المكرم الاساتذة والدكاترة والمعلمين الاجلاء والزملاء والزميلات الاعزاء..

يسعدني ان اكون معكم في هذا الحفل الكريم الذي نحتفل فيه بنتهاء مراحل دراستنا، فالحمدلله على نعمة العلم والتعلم

فاليوم سيحمل معه حصاد مجهوداتنا الدراسية وهذا مانتظرناه كثيرا والنفس كانت تتشوق. فاليوم نحصد ثمار جهودنا وعملنا ونفرح عائلاتنا و نودع كل تعب مررنا به والقلوب تشعر بالفرح.

ولا تنسوا ان هذه الخطوة هي الاولى ومن بعدها سننطلق في بحور العلوم المختلفة و ننتقي منها ما يناسبنا كلا ما يملئه الحماس والطاقة التي تساعده على استكمال مسيرة حياته.

وبالطبع نشكرك كلا من ساهم في تعليمنا فقد ادوا رسالتهم بكل تفاني واخلاص فكل الشكر والتقدير لهم.

Dear all ladies and gentlemen, my teachers, lecturers, my brothers and sisters, class of 2017

I’ve always found spoken word poetry to be a powerful platform to spread messages

And I’m neither a poet nor an artist but I’d like to share something that I wrote for graduation

This is a poem from Vivian Ng modified by me

So, Bismillah.

I am Aisyah As-Salafiyah.

I am one of your valedictorians here today

if I told you my dream in life is to be a mother you might say, no way

but it’s true

my success has been determined by my rank in my class

but no number or rank could define genuine success

being a valedictorian doesn’t mean I’m perfect

and if you believe so then you’re horribly incorrect.

all this title manifest is that I’m just good at taking tests

but life you see is not like TOEFL or IELTS

several hours of shading A to C or D does not determine your destiny

having a title that is prestigious doesn’t really reflect success

we’ve seen time and time again respected powerful individuals revealed to be

terrible criminals

having a title didn’t cover the fact

that they manipulated their power for money and wrongful acts

having a title didn’t make them

the best

what makes you the best is that you bring the most benefit to others

how you change someone’s life

where no one’s rights or honor is sacrifice

take for example madam Murniati Mukhlisin

several years of being miss rector

she graduated approximately thousands and four hundred five individuals

blessed with the ability to see everything positively

she blessed us with the presence of a role model

a role model who taught us gratitude and humility

who let us be who we want to be

not who society tells you to be

Madam Ani,

she values all types of students

looking beyond skin color and gender to see true talent

she made us all realize that we are all blue and orange Tazkians

in this university, she created unity amongst diversity

it’s when you use the power that you are given to create beauty

to spark change

to show the good

that

is what makes you

the best

but you don’t need to have a title to be the best

our parents, especially my umi my abi

they have no Nobel Prize

all they have is a simple educational enterprise

but my umi and abi affected the life of me

they were with me since I was a little seed tiny

they planted me in home unsure of who I grow to be

like the soil they nurtured me with love and kindness

like the birds they sang songs of encouragement and confidence

they molded me to be steadfast and virtuous

they did all this

still

unsure

of who

I’d grow to be

unsure if I’d even love them back

my parents

like the Sun they’d rise every morning

they pray for me and say

May Allah guide you and I’m proud of you

that too is what makes you

the best

but being the best, is like a star that can eventually fade

if it isn’t for Allah sincere

when I ask people

when you look into the future what do you see

I get all sorts of answers

I’m famous I’m married I have a college degree

but not once does someone say

when I look into the future

I see myself being a better muslim and happy

see

happiness is often assumed or forgotten

society makes you believe you need to achieve a certain type of success

that loyalty to Islam follows success

that you are dumb if you can’t do a couple of sums

but no

life worldly is just a fantasy

success is nothing if you disobey Allah’s command

so don’t settle or let any intrusions

because money and power are simply delusions

don’t let yourself be materialized

just to realize how much you’ve sacrificed

I’m a valedictorian

that really just want to spread goodness

and some of you might think that’s not logic

but instead of being a lawyer I really just want to write

for those of you who think that’s won’t make you wealthy

as long as I’m living my life following Allah’s guidance, I’m uninvolved

if you expected me to tell you how to get a job at DinarStandard or how to publish a Scopus indexed journals

I’m sorry, my only advice is to join LinkedIn

Class of 2017..

I want you to know that your grade does not determine your fate

But your full potential is still a long way away

and that your journey at Tazkia will not lead you astray

I want you to realize

but you and you alone is in charge of your destiny

that happy isn’t just a word in your dictionary

that you don’t have to meet a legacy of the century

but to realize that you should live your life

To Allah have faith and belive

Just like what our father, Dr. Muhammad Syafii Antonio said,

Do your best and let Allah do the rest.

Thank you.

dofirfauziAisyah’s valedictorian speech.
read more

Kisah Inspiratif Alumni : “Usaha Kecil Dengan Keuntungan Meroket”

No comments

Disinilah Azzam Memulai kegiatan berdagang pada awal masuk kuliah di Institut Tazkia tahun 2010. dengan beberapa teman di kampus menjual produk kuliner seperti keripik pisang dan kue kering. Dengan metode keliling kampus dan menyebarkan promosi ke teman-teman. Namun karena tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup, aktivitas tersebut tidak bertahan lama.

Seorang tersebut adalah Mohammad Azzam kelahiran Jakarta tanggal 23 Oktober 1991. Saat ini tinggal di Magelang, Jawa Tengah bersama istri dan tiga orang putra. Azzam merupakan mahasiswa konomi Syariah Islam di Institut Tazkia. Yang dimana sudah mendirikan CV Imako Mas pada tahun 2012 dengan jumlah karyawan awal sebanyak 3 orang dan saat ini bertambah  menjadi 17 orang karyawan dengan Brand yang dimiliki oleh CV Imako Mas adalah karapao, yaitu produk makanan (bakpao) yang dibuat dalam berbagai bentuk unik. Dan CV Mustika Berkah Abadi didirikan pada tahun 2010 dengan jumlah karyawan awal sebanyak 2 orang saat ini sudah menjadi 20 orang karyawan. Kedua perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk makanan mulai dari makanan siap saji hingga produk berbentuk bahan dan pelengkap makanan/masakan. Saat ini memiliki 5 brand kuliner seperti Nicchi Bumbu Kare Jepang, Sambal Goreng Garam Bu Ayem, Bumbu Ayam Ungkep Bu Ayem, Kering Kentang Bu Ayem, dan Donat Frozen Kak Rani.

Selain mengelola beberapa brand kuliner, CV Mustika Berkah Abadi juga mengelola beberapa brand di kategori perkebunan dan pertanian serta di kategori bisnis edukasi.

Perjalanan merintis usaha

Dalam usahanya sekarang tidak lepas dari lika likunya percobaan hidup masa lalu. Pada tahun 2011 Azzam belajar blogging dan bisnis online ke Makassar selama kurang lebih 1 minggu. Ia mempelajari bagaimana membuat website dan menghasilkan uang melalui aktivitas blogging. Namun karena suatu hal ia berhenti belajar blogging. Akan tetapi , disini Yang jalan justru brand S-Media yang bergerak di bidang jasa pembuatan website karena sesuai dengan passion dalam desain yang bisa dikombinasikan dengan blogging dan bisnis online yang didapat sewaktu belajar di Makassar.

Sambil agency berjalan, istri Azzam membuka restoran Jepang kecil-kecilan di Bogor pada tahun 2012. Usaha ini berjalan hingga tahun 2014 kemudian tutup dikarenakan kenaikan biaya usaha yang semakin tidak terkendali. Agency juga saya hentikan di tahun 2014 untuk tidak menerima klien baru karena aktivitas kampus yang  sudah semakin padat dan sudah mendekati waktu-waktu ujian skripsi.

Setelah skripsi selesai di tahun 2015, Azzam dan istri memulai usaha Karapao yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2014 ketika restoran Jepang sudah ada tanda-tanda tidak bisa dilanjutkan. Dan pada tahun 2017 kami sekeluarga pindah ke Magelang untuk bergabung dan membantu membangun perusahaan yang sudah dirintis oleh orang tua dari istri sejak tahun 2010. Kami membantu melakukan beberapa perbaikan dan pembaruan pada sistem-sistem yang sudah tidak relevan dan ‘memaksa’ perusahaan untuk bergerak lebih efisien dan sedikit lebih cepat. Hingga di tahun 2018 kami juga diminta oleh orang tua a untuk secara aktif membantu perusahaan dan yayasannya yang berada di daerah Yogyakarta. Aktivitas ini berjalan hingga saat ini.

Hingga di tahun 2021 ini kami memiliki portofolio beberapa brand di kategori kuliner, pertanian dan perkebunan, edukasi, dan kesehatan serta kecantikan.

Motivasi menjadi pengusaha

Dalam menjalankan usaha tentunya ada dorongann yang begitu kuat untuk Azzm menjadi seperti yang sekarang ini. Ia memberikan Motivasi awal untuk menjadi pengusaha yang memiliki beberapa mentor baik dari kalangan dosen, teman, dan profesional yang banyak memberi pengertian bahwa kalau tujuan berbisnis ingin bisa bebas finansial dan waktu itu kurang tepat. Beberapa menyebutkan bahwa justru hal tersebut hanya merupakan salah satu efek samping dari bisnis yang bisa dikatakan sudah berhasil. Mereka juga menyampaikan bahkan banyak pebisnis hebat yang waktunya tetap ‘tergadai’ bahkan pada skala bisnis yang sudah sangat besar sekali pun, karena memang bukan itu tujuannya. Akhirnya setelah melalui penempaan mental dan mindset panjang, semakin ke sini Azzam semakin sadar bahwa motivasinya menjadi pengusaha hanya satu, yaitu untuk memberikan dampak pada kehidupan orang lain, atau bahkan berdampak pada hal yang lebih besar seperti negara misalnya.

Dan sepanjang sejarah, orang-orang yang mampu memberikan dampak besar adalah orang dengan mental dan mindset yang tangguh dan tidak biasa-biasa saja. Ini menjadikan Azzam terus terpacu dan terpicu untuk selalu mengembangkan kemampuan diri baik dari sisi hard skill maupun soft skill. Hard skill mencakup kemampuan yang terlihat seperti mampu menguasai berbagai tools marketinf dan soft skill mencakup kemampuan yang hanya bisa dirasakan seperti kemampuan berpikir panjang, analisis kritis, dan mental tidak mudah menyerah menghadapi segala resiko.

Sikap mental sebagai pengusaha

Disini Azzam berbagi berdasarkan pengalamannya mengenai sikap mental yang harus ditanam untuk pengusaha di era sekarang ini seperti :

  1. Mental yakin, optimis, dan bahagia.
  2. Belajar secara efektif.
  3. Hilangkan sifat menunda-nunda.
  4. Banyak action meminilmalisir terlalu lama menimbang-nimbang sesuatu.
  5. Fokus (Stop eksplorasi jika sudah yakin terhadap sebuah pilihan).
  6. Tahan kesenangan di awal dan bangun mental menggulung bola salju.
  7. Tawakal kepada Allah.

Mahasiswa berwirausaha

Untuk rekan-rekan mahasiswa yang ingin berwirausaha, setidaknya ada 7 pesan hal yang mungkin menurut Azzam akan berguna jika dipahami dengan baik dan diamalkan. Keempat hal tersebut adalah :

  1. Niat yang kuat dan serius jika tidak kuat maka gampang sekali kehilangan arah dan motivasi dalam menjalankan bisnis.
  2. Cari mentor.Saran dan masukan dari orang (mentor) yang sudah berpengalaman seringnya lebih berguna di lapangan daripada tumpukan teori yang ada di mana-mana.
  3. Start small. Mulai dari hal yang kecil, termasuk punya modal banyak sekali pun. Kamu bisa mulai menjual produk milik produsen yang sudah mapan atau menjual jasa dengan skill yang kamu punya. Beberapa ide bisnis yang bisa kamu jalankan :
    1. Reseller produk snack, fashion, dan produk lain yang mudah dijual, penyimpanan mudah, pengiriman mudah, daya tahan cukup lama.
    2. Dropshipping
    3. Bisnis afiliasi
    4. Buka booth minuman/makanan ringan siap saji
    5. Ternak akun media sosial (Instagram)
    6. Blogging (adsense)
    7. Translator bahasa
    8. Desain grafis
    9. Pengajar privat untuk anak SD/SMP/SMA
    10. Calo properti
    11. Influencer media sosial
  1. Temukan ritme. Setelah menemukan apa yang ingin dikerjakan. Lakukan dan temukan ritmemu sendiri. Ritme di dalamnya paling tidak mencakup :
    1. Momen di mana kamu sudah bisa membagi waktu untuk kuliah dan wirausaha.
    2. Momen di mana kamu sudah mendapatkan keuntungan, bukan sebaliknya alias ngabisin uang.
  2. kamu harus segera memikirkan bagaimana bisnis ini bisa terus berjalan. Misalnya saja kamu harus mulai memikirkan bagaimana terus-terusan mencari konsumen atau klien baru untuk bisnismu. Bagaimana membuat orang yang sudah beli bisa beli lagi. Intinya bagaimana agar bisnismu bisa selalu ngomset dan untung.
  3. Belajar delegasikan. Mungkin kamu harus mempertimbangkan untuk mencari orang yang bisa mengerjakan pekerjaan rutin yang mudah.
  4. Perbesar Kamu bisa mencoba untuk memperbesar skala bisnismu.
Miftahul AnwarKisah Inspiratif Alumni : “Usaha Kecil Dengan Keuntungan Meroket”
read more

Pemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba

No comments

Wakil Bupati Siak Husni Merza menginginkan badan usaha milik desa di Kabupaten Siak bisa di syariahkan.

“Kita akan buat bagaimana badan usaha milik desa yang ada di Kabupaten Siak ini sebanyak mungkin kita syariahkan dalam hal simpan pinjam dan jual beli yang jauh dari riba,” kata Husni saat membuka secara resmi rapat kerja regional FoSSEI (SUMBAGTENG) ke-16 tahun 2022 di Gedung Tengku Maharatu Kecamatan Siak, Sabtu (12/2/2022).

Acara itu sekaligus seminar nasional bertema Peran Generasi Millenial Dalam Menggunakan Digitalisasi Demi Pengoptimalan Ekonomi Syari’ah yang Inklusif.

“Saya sangat tertarik dengan tema seminar ini, maka mari kita dorong bagaimana bermitra dengan perbankan yang syariah jika tidak kita yang mulai siapa lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, ini merupakan kajian tentang ekonomi syariah dan edukasi kepada masyarakat.

Turut hadir disana mendampingi Wabup Ketua STAI, Ketua Baznas , Kepala Bank Riau Kepri, Kepala Bank Syari’ah Indonesia, Ketua lembaga MUI.

Disisi lain Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Siak Iwan Agus Supriono menyampaikan bahwa pihaknya telah dua periode ini menamatkan wisudawan dan wisudawati yang berbasis ekonomi syariah, ini proses yang panjang selama 2 tahun.

Dia sangat mendukung kegiatan itu dan disini mahasiswi diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah FoSSEI.

Sementara itu Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin yang datang langsung dari Bogor menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Dia menjelaskan peranan mahasiswa milenial memang sangat diharapkan yaitu pertama mendukung dan mengembangkan program ekonomi syariah yang berbasis digital.

Kedua, mempelajari industri digital yang sudah berkembang saat ini. Literasi tentang digital syariah masih sangat minim bahkan karenanya banyak yang terjerumus ke pinjol ilegal.

Murniati yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi FinTech Syariah Indonesia ini juga mengharapkan para hadirin untuk ikut menjadi pelaku industri digital. Misalnya, berpartisipasi sebagai pedana aktif atau pelaku UMKM di FinTech Syariah.

Dia juga ikut menjelaskan tentang metaverse, NFT, robotrading, investasi kripto, dan bagaimana rambu-rambu syariah harus dipastikan di dalam semua transaksinya. (JaringNasional.net)

Miftahul AnwarPemerintah Siak Ingin Badan Usaha Milik Kampung Jauh Dari Riba
read more

PEMKOT BANDA ACEH TERIMA KUNJUNGAN INSTITUTE TAZKIA BOGOR

No comments

Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan dari Institut Tazkia Bogor, kegiatan dalam rangka silaturahmi dan penandatanganan kerjasama dalam bidang pendidikan dan ekonomi syariah ini digelar di Aula DSI Kota. Selasa (8/2/2022)

Dalam sinergisitas yang berlangsung hangat tersebut, hadir langsung Rektor Institut Tazkia Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, IFP.

Sementara dari Pemko Banda Aceh hadir Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Teuku Syahluna Polem,S.Sos, Plt Kadis DSI Kota Ridwan,S.Ag.,M.Pd dan Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh Muhammad, S.Sos beserta jajarannya.

Dr. Murniati Mukhlisin atau yang akrab disapa madam Ani dalam presentasinya mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan beasiswa jalur khusus bagi santri-santri Kota Banda Aceh yang memiliki prestasi dibidang hafalan qur’an.

Begitupun peningkatan implementasi dibidang sosial ekonomi dan peningkatan kualitas SDM Pegawai ASN Pemko Banda Aceh untuk memenuhi tujuan dari kedua lembaga tersebut.

Sementara itu, Plt. Kadis DSI Kota Ridwan mengatakan bahwa kerjasama ini sangat menarik, mengingat pengalaman Institut Tazkia yang telah melahirkan para hafiz-hafiz qur’an yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Wali Kota Banda Aceh selain mempunyai visi dan misi menciptakan kota gemilang dalam bingkai syariah, juga ingin menciptakan seribu tahfiz di Kota Banda Aceh. Kita juga memiliki lembaga sertifikasi tahfiz”Pungkas Ridwan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh dan Kadisdik Dayah Kota Banda Banda Aceh. jika kerjasama ini bisa terjalin maka banyak program yang akan dapat dikembangkan kedepannya. (syariatislam.bandaacehkota.go.id)

Miftahul AnwarPEMKOT BANDA ACEH TERIMA KUNJUNGAN INSTITUTE TAZKIA BOGOR
read more

Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi

No comments

Program Studi Akuntansi Syariah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia mengadakan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi Pesantren pada tanggal 19-20 Januari 2022.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Ibu Murniati Mukhlisin menyampaikan bahwa penting mengajarkan akuntansi sejak dini kepada para siswa dan santri. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah Institut Tazkia, Assoc. Prof. Dr. Achmad Firdaus, M.Si. Bapak Achmad Firdaus menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pendidikan akuntansi syariah ada di pesantren. Pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan nilai-nilai Islam, sudah selayaknya juga mempraktikkan pencatatan laporan keuangan berdasarkan metode dalam akuntansi syariah. Tidak hanya itu, sistem yang berjalan di pesantren seharusnya juga tetap bisa bertahan, walaupun pendiri awal pesantren sudah meninggal atau berganti. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren berhasil melanjutkan kemaslahatan yang terus mengalir dan membawa banyak manfaat.

Pedoman akuntansi pesantren merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Seperti yang disampaikan oleh narasumber pertama Bapak Dr Sigid Eko Pramono, SE Ak, MIBA, CA, penguatan ekonomi syariah di Indonesia salah satunya dimulai dari Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren. Pada umumnya, pesantren memiliki aliran dana dari iuran pendidikan yang dibayarkan oleh para santri, usaha mandiri pesantren, dan juga wakaf. Pedoman ini dibuat untuk memudahkan pengelolaan asset dan juga transaksi operasional pesantren. Seringkali pesantren menghadapi kesulitan ketika ingin mengetahui mengenai berapa total dana yang diterima, berapa total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan, bahkan berapa jumlah total utang dan piutang yang dimiliki pesantren.

Pedoman Akuntansi Pesantren disusun sebagai hasil kerja sama antara Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2017 dan diperbaharui di tahun 2020. Pada tahun 2018, Bank Indonesia menginisiasi aplikasi SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia). Aplikasi ini adalah sistem pencatatan transaksi keuangan pesantren berbasis pedoman akuntansi pesantren. Tujuannya adalah untuk mengelola transaksi keuangan dan administrasi siswa pesantren serta memudahkan proses kontrol transaksi keuangan dari sisi unit bisnis dan pembayaran biaya pendidikan santri.

Dr. Sigid Eko Pramono, yang juga selaku inisiator Pedoman Akuntansi Pesantren dan aplikasi SANTRI menambahkan, jika kunci sukses penerapan pedoman ini ada pada pimpinan pondok pesantren. Pimpinan pondok pesantren harus berkomitmen untuk melakukan pemisahan harta yayasan/pesantren dan harta pimpinan pondok. Tanpa komitmen yang kuat, pelaksanaan penerapan pedoman ini akan sulit dilakukan.

Pedoman Akuntansi Pesantren mengacu pada PSAK 112 mengenai akuntansi wakaf dan ISAK 35 mengenai penyajian laporan keuangan entitas berorientasi non laba. Dalam paparannya, narasumber kedua Ibu Dr. Dr. Sugiyarti Fatma Laela, M.Buss. Acc., CMA. CIBA menyampaikan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi wakaf, merujuk pada PSAK 112. Pesantren sejak dulu hidup dan berkembang berkat dukungan masyarakat. Lahan tanah yang di atasnya didirikan bangunan umumnya tanah-tanah wakaf. Lebih lanjut, badan hukum yang menaungi pesantren, pada umumnya adalah yayasan. Menilik dari tujuannya, yayasan tidak mencari profit atau keuntungan, namun demikian diperbolehkan memperoleh pendapatan dari badan usaha yang didirikan. ISAK 35 mengatur mengenai penyajian Laporan Keuangan Entitas yang berorientasi Nonlaba.

Dalam kaitannya dengan standar keuangan, pesantren sebagai suatu entitas, harus memahami tiga hal penting berikut ini. Pertama mengenai Pengakuan (Recognition). Pesantren harus memahami kapan sebuah transaksi boleh dicatat dan diakui dalam laporan keuangan. Berikutnya, mengenai Pengukuran (Measurement). Setelah mengidentifikasi transaksi yang akan dilaporkan, pesantren diharapkan mampu mengukur besaran transaksi yang akan dicatat, khususnya transaksi berupa asset non moneter/bukan berbentuk uang. Yang terakhir adalah bagaimana cara melaporkan dan menyajikan transaksi tersebut sesuai standar (disclosure). Pada paparannya, Ibu Sugiyarti Fatma Laela menjelaskan mengenai pengakuan, pengukuran, dan penyajian sebagaimana yang telah diatur dalam PSAK 122. Kemudian beliau melanjutkan dengan penjelasan lima (5) jenis laporan keuangan entitas nonlaba menurut ISAK 35. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Materi selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Grandis Imama Hendra, M.Sc. Acc., SAS yang membahas mengenai teknis akuntansi pesantren. Dalam materinya, Bapak Grandis memaparkan dengan detail mengenai pesantren sebagai entitas pelapor, penyajian laporan keuangan, akuntansi asset pesantren, akuntansi liabilitas, akuntansi liabilitas pesantren, akuntansi asset netto pesantren, akuntansi penghasilan dan beban, akuntansi arus kas, dan catatan atas laporan arus kas. Pada paparannya,beliau juga menyampaikan jika pesantren harus menyimpan dengan baik dokumentasi bukti-bukti transaksi untuk memudahkan pencatatan keuangan. Selanjutnya, juga diperlukan  komitmen dan disiplin dalam melakukan pencatatan berdasarkan bukti-bukti transaksi untuk menyusun laporan keuangan

Rangkaian acara ini, tidak hanya berhenti sampai acara webinar pada tanggal 19-20 Januari 2022, namun insya Allah akan dilanjutkan hingga pendampingan pelaksanaan pedoman Akuntansi Pesantren pada pesantren yang terpilih. Rangkaian kegiatan hari pertama ini akan dilanjutkan esok hari, Kamis 20 Januari 2022 dengan materi pengenalan Aplikasi SANTRI kepada para peserta.

Hari I – Rabu, 20 Januari 2022

 

melvinaSosialisasi dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Akuntansi
read more

Persiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ

No comments

 

Sentul City, 12 Januari 2022 / 8 Jumadil Akhir 1443 H. Institut Agama Islam Tazkia menunjukkan komitmen untuk mewujudkan World Class University, dengan melakukan Studi Banding ke Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta yang telah mendapatkan Akreditasi Internasional AQAS. Hadir dalam kesempatan ini Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP selaku Rektor IAI Tazkia, Dr. Afif Zaerofi selaku Direktur LPM, Sekretaris LPM Syafiqha I. H Basri dan Kabag SDM Zulfikar, MM. Tim manajemen berkunjung dengan semangat untuk meningkatkan kualitas Penjaminan Mutu (Quality Assurance) dan Rekognisi Tazkia di tingkat Global.

Rektor Tazkia dan Tim Penjaminan Mutu disambut oleh jajaran Manajemen Pascasarjana UNJ, diantaranya, Direktur Pascasarjana Prof Dr. Dedi Purwana, M.Bus, Wadir 1, Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si, Wadir 2, Prof. Dr. M. Japar, M.Si dan Tim AQAS, Dr. Faisal Madani dan Dr. Mutia Delina, M.Si. Madani, ketua Tim akreditasi AQAS, menjelaskan dokumen yang dibutuhkan dan proses akreditasi dari mulai persiapan, submit dokumen hingga site visit. Penjelasan ditutup dengan kunci sukses diperolehnya akreditasi AQAS, komitmen semua stakeholder yang terlibat dan kerjasama tim tingkat Universitas, Fakultas dan Prodi.

Rizqi ZakiyaPersiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ
read more

Kepemimpinan dalam Konteks Islam

No comments

 

“Ketahuilah: kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang rakyat yang dipimmpinnya. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang keluarga yang dipimpinnya. Isteri adalah pemelihara rumah suami dan anak-anaknya. Budak adalah pemelihara harta tuannya dan ia bertanggung jawab mengenai hal itu. Maka ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari)

Bogor, 10 Januari 2022 / 7 Jumadil Akhir 1443 H. Apel Pagi IAI Tazkia menghadirkan Dr. Andang Heryahya, M.Pd. sebagai pemateri yang menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dalam konteks Islam. Mengutip hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Umar tentang Kepemimpinan, Dr. Andang menyampaikan bahwa setiap orang dapat memberi manfaat jika memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Konteks yang disampaikan dalam redaksi hadits Rasulullah tentang kepemimpinan sangat relevan sekali untuk memotivasi setiap individu agar memiliki dampak/ pengaruh dimanapun berada.

Konteks kepemimpinan menjadi perhatian penting di IAI Tazkia dikarenakan sejalan dengan visi IAI Tazkia untuk melahirkan calon pemimpin bisnis berkaratakter Tauhid, Amanah, Zero Defect & Quality, Knowledge & Competence, Innovative & Istiqomah serta Achievement Through Team Work sebagai Value TAZKIA. Karena itu pemateri menyampaikan agar setiap individu kita bertanya kepada diri kita apakah kita telah memberikan pengaruh yang baik di sekitar kita, mulai dari rumah, masyarakat, tempat kita bekerja/belajar, dan dimanapun kita berada. Atau justru kita menjadi beban bagi orang lain saat kita berada di tempat tersebut.

Pada akhir sesi, pemateri kembali menyampaikan bahwa setiap dari kita tidak kekurangan bekal untuk menjadi pemimpin. Pasti Allah Ta’ala yang telah mewajibkan kita untuk menjadi pemimpin dalam setiap peran dalam kehidupan kita, juga telah mempersiapkan bekal terbaik. Mulai dari lahir kita sudah dibekali pendengaran, penglihatan, hati akal pikiran. Sehingga dengan mengoptimalkan semua potensi tersebut, karakter pemimpin akan terbentuk dengan baik dalam kehidupan kita. Sebaliknya jika kita sia-siakan, maka kita harus siap untuk mempertanggung jawabkan semua beban yang kita hadirkan pada orang sekitar kita.

Rizqi ZakiyaKepemimpinan dalam Konteks Islam
read more