Berita Terbaru

Lepas Rindu, Alumni Angkatan 3 mengadakan Reuni Online

No comments

Ahad, 17 Januari 2021/ 5 Jumadil Akhir 1442. Keluarga besar alumni angkatan 3 mengadakan reuni online untuk pertama kalinya. Hadir dalam kesempatan ini berbagai alumni angkatan 3 yang telah melanglang buana berkiprah di berbagai lembaga dalam dan luar negeri. Agenda Sambutan ketua Ikatan Alumni Tazkia, Taushiah, Lepas kangen, dan doa untuk Dosen, serta sahabat angkatan 3 yang sedang sakit, mewarnai serunya reuni online alumni tazkia perdana ini.

Nurizal Ismail, MA. Selaku ketua Alumni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini sebagai upaya menjalin silaturahim untuk menghadirkan keberkahan usia, rezeki, dan optimisme di masa pandemi ini. Pada kesempatan taushiah, Al Ustadz Abdul Mughni menyapa beberapa alumni yang memiliki kesan saat dulu menjalani studi di Tazkia lebih dari 10 tahun lalu. Beliau juga mengajak untuk mendoakan Dosen Tazkia, terkhusus Dr. Mukhamad Yasid dan Dr. Achmad Djazuli yang telah wafat beberapa waktu lalu. Doa, motivasi, serta perhatian juga disampaikan langsung oleh hadirin kepada Kak Edo sebagai peserta yang tetap hadir meskipun dalam masa isolasi covid-19 selepas terpapar lebih kurang 7 hari lalu dan dalam masa pemulihan akhir.

Selepas taushiah, agenda dilanjutkan dengan Kuis mengangkat pertanyaan yang memancing kenangan lama saat kuliah di asrama dramaga baik tentang lokasi maupun dosen yang mengajar di sana.

Masuk acara inti, panitia mengadakan breakroom ikhwan dan akhwat untuk lebih akrab lagi komunikasi dan ngobrol lepas rindu menanyakan kondisi dan kesibukan masing-masing. Agenda ditututup dengan informasi dari IKA Tazkia dan Tazkia terkait update data alumni, program yang tazkia sedang jalankan, serta doa untuk mahasiswa tazkia agar dapat melanjutkan kiprah alumni lebih baik lagi.

Dengan berakhirnya agenda ini, alumni angkatan 3 mengucapkan rasa syukur yang mendalam bisa melepas rindu, dan ngobrol akrab satu sama lain serta berharap dapat dilaksanakan kembali di lain waktu. Hal ini sejalan dengan harapan Tazkia untuk terjalinnya ikatan yang kuat antar mahasiswa dan alumni agar Tazkia dapat memberikan manfaat yang luas untuk masyarakat luas dengan kuatnya sinergi yang terjalin antar alumni dan mahasiswa.

Rizqi ZakiyaLepas Rindu, Alumni Angkatan 3 mengadakan Reuni Online
read more

Tazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh

No comments

30 Desember 2020/15 Jumadil Awwal 1442H

Telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama dalam bidang sosial antara Institut Agama Islam Tazkia dan Baitul Mal Aceh bertempat di Banda Aceh.

Ruang lingkup kerjasama adalah antara lain pemberian beasiswa bagi putra daerah Aceh yang tergolong mustahik untuk program kelas internasional ekonomi dan keuangan syariah juga untuk program Hafizpreneur. “Beda kedua program ini adalah target hafalan semasa studi dimana untuk program internasional saat ini target hafalan Al-Qur’an adalah 2-5 juz dan wajib asrama setahun sedangkan program Hafizpreneur 30 juz wajib asrama 4 tahun” ujar Murniati.

Selain itu kedua pihak setuju untuk menjalankan keuangan mikro syariah dibalut dengan proteksi asuransi mikro syariah. Adapun pelatihan akan diadakan untuk petugas lapangan keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberantasan rentenir dan kemiskinan di Aceh.

9 November 2020 yang lalu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025.

Kelima anggota tersebut adalah Prof. Dr. Nazaruddin. A. Wahid, M.A sebagai ketua, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si sebagai anggota, Khairina, S.T sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya S.T sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, S.T, M.I.F.P sebagai anggota.

Baitul Mal Aceh yang setara dengan Badan Amil Zakat Nasional ini didirikan pada tahun 1973. Setelah lahirnya Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2008 tentang Baitul Mal sebagai turunan dari UUPA dimana dimana di dalam pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa Baitul Mal adalah lembaga Daerah Non Struktural yang dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen sesuai dengan ketentuan syariat dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Dengan adanya ketentuan itu maka Baitul Mal Aceh menjalankan tugas-tugasnya seperti mengurus dan mengelola zakat, wakaf dan harta agama hingga membuat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Poin inilah yang dijunjung oleh keduabelah pihak untuk memastikan ekonomi syariah yang berkeadilan dikenal dan dijalankan di kalangan para mustahik.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Dr. Abdul Rani Usman, M.Si selaku Anggota Komisioner mewakili Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, M.A., Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, disaksikan pleh semua wakil komisioner dan Kepala Sekretariat, Rahmad, S. Sos.

Miftahul AnwarTazkia Tandatangani Kerjasama Bidang Sosial Bersama Baitul Mal Aceh
read more

Gemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta

No comments

Tahun 2020 ini dibatasi dengan pandemi, meski begitu banyak produk fashion yang launching di tahun ini. Beberapa diantaranya adalah produk yang cukup viral sehingga menyedot banyak perhatian.

Seperti produk fashion Zaemerci yang menggunakan bahana dasar kain denim ini banyak disoroti oleh kalangan millenial.

Zaki CEO Zaemerci mengatakan, bahwa selama pandemi covid 19 menggunakan promosi lewat sosial media.

“Alhamdulillah kita dimasa pandemi ini mendapat keberkahan, yang biasa kita omset hanya puluhan juta, namun dimasa pandemi omset kita bisa mencapai ratusan juta, ini sebabnya karena banyak millenial yang berbelanja dengan cara online,” ucap Zaki ketika diwawancara Budi Mawardi dalam sebuah acara Podcast Siaran Santri di Bandung.

Pria yang sempat menjadi santri di Pondok Gontor selama 4 Tahun dan Pondok Alumni Gontor Al Ikhlash Kuningan ini mungungkapkan, bahwa kehidupan kita di Pesantren sangat berharga.

“Saat pandemi ini kita diuji kesabaran, ilmu sabar yang saya dapati di Gontor dan Al Ikhlas saya terapkan dalam berbisnis,” ucap Zaki.

Zaki mengatakan dalam 5 Bulan terakhir selalu menarapkan membaca tilawah Al Quran pada awal jam kerja.

“Kita selalu baca Al Quran dahulu agar pekerjaan kita selalu diberkahi dan pastinya kita tidak hanya mencari dunia saja, namun akhirat juga,” ungkap Zaki.

Zaki mengatakan, di tengah pandemi, Zaemerci terus eksis melakukan produksi. Brandnya, hadir di industri denim lokal dengan memberikan pesona baru.

Ada hal yang beda dengan denim lainya dibanding dengan Zaemerci.

Salah satu keunikan yang diangkat dalam denimnya adalah kearifan lokal Indonesia.

Ia menggabungkan, desain denim yang selama ini polos dengan corak batik maupun tenun khas Indonesia. Ia juga menamai produknya Denim Nusantara.

“Ada formula dan teknis khusus yang kami lakukan sehingga mampu menghasilkan corak motif di atas kain denim,” ujar Zaki.

Teknik tersebut dinamai cabut warna. Yakni proses mengurangi warna dasar denim, sehingga efeknya lebih permanen. Berbeda dengan sablon, yang ditempelkan di atas kain.

Motif yang diangkat pun beragam, dari mulai parang hingga corak dayak.

Ada pula motif yang terinspirasi dari bangunan cagar budaya di Jawa Barat, Gedung Sate atau Jembatan Pasupati Bandung.

“Sampai sekarang sudah ada 30 artikel, ada kemeja denim, jaket denim kimono denim, outer denim, blazer, kaos denim, masker denim all about denim,” ucap zaki yang pengurus pusat Forum Bisnis (Forbis) Alumni Gontor ini dan Hipmi Kota Bandung.

Produk Zaemerci dapat dibeli langsung dengan mengunjungi web.

“Kita menggunakan promosi lewat digital (Medsos, website & marketplace) Web www.zaemerci.com dan Instgram @zaemerci,” katanya.

Kabar kembira juga bagi keluarga Pondok Modern Gontor dan Pondok Al Ikhlash Kuningan.

“Insyallah saya berikan discount 10 Persen bagi keluarga besar IKPM Gontor seluruh dunia dan keluarga besar Pesantren Al Ikhlash Kuningan dengan menghubungi customer service di 081908812742,” ucap Zaki. (kataindonesia.com)

Miftahul AnwarGemparkan Dunia Fashion saat Pandemi, Pria Jebolan Pesantren Gontor Ini Raup Omset Ratusan Juta
read more

Rektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan

No comments

Ada beberapa poin penting yang Dr. Murniati Mukhlisin sampaikan kepada Ulama Wanita Afghanistan pada hari ketiga kunjungan perdamaian ke Kabul, Afganistan, 25 Desember 2020/10 Jumadil Awwal 1442H, yaitu:

1. Berbagi tentang pengalaman peranan wanita saat proses perdamaian di Aceh. Kongres wanita Aceh dalam proses perdamaian dihadiri oleh 437 wanita diadakan pada bulan Februari 2000.

Kongres yang mengusung tema perempuan dan perdamaian “Krue Seumangat Ureung Inong Aceh Bak Duek Pakat Keu Aceh yang Aman, Damai ngon Ade” (Semangat bagi Perempuan Aceh yang Duduk Bersama untuk Aceh yang Aman, Damai dan Adil) dikenal sebagai Duek Pakat Inong Aceh (Kongres Perempuan Aceh Pertama).

2. Menganalisa terjadinya proses perdamaian (Peace Making) di Aceh pada tahun 2005, yang sebelumnya terjadi Tsunami tahun 2004. Akhirnya setelah 30 tahun konflik, dengan izin Allah SWT (melalui salah satu ujian yang didatangkan yaitu Tsunami yang menelan nyawa 230 ribu orang) telah membawa hati-hati bersatu. Allah SWT juga menggerakkan Jusuf Kalla yang pada waktu itu menjabat Wakil Presiden RI membantu mulusnya proses perdamaian.

3. Afghanistan yang sudah melalui 40 tahun masa konflik, diterpa Covid-19 dengan 51 ribu lebih kasus menduduki peringkat negara ke-90 terpapar Covid-19 terbanyak di dunia dari 40 juta penduduknya. Semoga hati-hati rakyat Afghanistan bersatu, menghadapi Covid-19 dan juga bersatu untuk perdamaian yang berkelangsungan (sustainable peace).

4. Memberikan semangat kalau bantuan Allah SWT untuk mendatangkan perdamaian adalah dekat: mataa nashrullah? Alaa, inna nahsrullahi qoriib (QS Al-Baqarah (2): 214).

5. Peace Making dan Peace Keeping penting, juga Peace Building yaitu proses dimana perdamaian yang ada dijaga dan dilestarikan dengan program-program terukur. Hal ini diperlukan untuk menghindari potensi konflik yang baru.

6. Beberapa program kerjasama Afghanistan-Indonesia yang dapat dijalankan adalah pengiriman anak-anak ke sekolah Islam atau pondok pesantren modern dan mahasiswa ke kampus Islam atas beasiswa instansi di Indonesia. Dalam hal pemberdayaan wanita, dapat juga dilakukan bagi pengusaha UMKM dan pemberdaya masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Indonesia guna mendalami sektor-sektor industri halal dan keuangan mikro syariah berbasis teknologi.

7. Sempat mengenalkan manajemen keuangan keluarga syariah dengan buku Sakinah Finance dan 7 Prinsip Pendapatan. Sayangnya mereka tidak paham untuk baca tuntas karena berbahasa Indonesia.

Semoga suatu hari buku-buku seri Sakinah Finance dapat diterjemahkan ke bahasa Pashto. Isi buku ini cukup penting yaitu untuk praktik keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Yang memotivasi delegasi untuk Misi Perdamaian ke Afghanistan ini adalah seruan ayat berikut:

Innamal mu’minuuna ikhwatun, faashlihuu bayna akhowaykum. Wattaqullaha, la’allakum turhamuun (QS Al-Hujurat (49): 10.

Semua Muslim adalah bersaudara, nyatanya 99.9 persen rakyat Afghanistan adalah Muslim, maka jika ada perselisihan, damaikan. Semoga kita adalah golongan yang bertakwa yang akan Allah SWT limpahkan rahmatNya.

Mari kita dukung dan doakan agar perdamaian segera hadir di negara saudara-saudara kita disana.

Murniati Mukhlisin
Rektor, Institut Agama Islam Tazkia/Bidang Pemberdayaan Wanita, MUI/ Pendiri Sakinah Finance

Miftahul AnwarRektor Tazkia Jadi Perwakilan Indonesia Bawa Misi Perdamaian & Pemberdayaan Wanita ke Afghanistan
read more

The Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan

No comments

President of Islamic Republic of Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani welcomed Jusuf Kalla and the delegation on the 24th December 2020 at Presidential Palace in Kabul. Jusuf Kalla, the former Vice President Republic of Indonesia acts as Chairman, Board of Indonesia Masaajid Council, and Chairman or Indonesian Red Cross Society. Members of delegation are Hamid Awaluddin, former Indonesian Ambassador for Russia Federation and former Chief Negotiator for Peace in Aceh, Muhyidin Junaidi, Vice Chairman, Indonesian Council Ulama, Sudarnoto, Foreign Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Murniati Mukhlisin, Rector of Tazkia Islamic University College and Women Affairs Section, Indonesian Council of Ulama, Solihin Jusuf Kalla, President of Kalla Group, Hussin Abdullah, Humanity Operation, Indonesian Red Cross Society, and Wahban, member, Indonesian Council of Ulama.

Accompanied by his cabinet ministers among others Minister of Religious and Hajj Affairs, Minister of Industry and Trade, Minister of Women Affairs, Ghani urged Jusuf Kalla and the delegation to share experiences in peace making process in Aceh as well as the role of women in peace making.

“The purpose of our trip is to see how Indonesia can help and cooperate in Afghanistan’s peace process as a great Islamic country” Jusuf Kalla said. Indonesia has good experiences in peace as a moderate Islamic country and is ready to share memorable experiences with the government of Afghanistan, he added.

The President added that Indonesia has the largest Muslim population in the world which can be an example of a moderate Islam (Washotiyah).

Ghani said that Indonesian experiences are not only important to the Islamic Republic of Afghanistan, but also to the Taliban group, to choose the way of moderation and stop violence. The meeting that was closed with dinner that evening also attended by Indonesian Ambassador for Afghanistan, Arief Rahman and Afghanistan Ambassador for Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim.
____________

Presiden Republik Islam Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani menyambut Jusuf Kalla dan rombongan pada tanggal 24 Desember 2020 di Istana Kepresidenan di Kabul. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia bertindak sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, dan Ketua Palang Merah Indonesia. Anggota delegasi Indonesia antara lain adalah Hamid Awaluddin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan mantan Ketua Perunding Perdamaian Aceh, Muhyidin Junaidi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto, Bagian Urusan Luar Negeri – MUI, Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Solihin Jusuf Kalla, Presiden Kalla Group, Hussin Abdullah, Operasi Kemanusiaan – PMI, dan Wahban, anggota Majelis Ulama Indonesia.

Didampingi beberapa menteri di kabinetnya antara lain Menteri Agama dan Haji, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Urusan Wanita, Ghani mengajak Jusuf Kalla dan rombongan untuk berbagi pengalaman dalam proses perdamaian di Aceh. “Tujuan perjalanan kami adalah untuk melihat bagaimana Indonesia dapat membantu dan bekerja sama dalam proses perdamaian Afghanistan sebagai negara Islam yang punya banyak potensi ini” kata Jusuf Kalla. Indonesia memiliki pengalaman dalam masalah perdamaian yaitu sebagai negara dengan praktik Islam moderat dan siap untuk berbagi pengalaman dengan pemerintah Afghanistan, tambahnya. Presiden menambahkan, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia yang bisa menjadi contoh Islam moderat (Washotiyah). Ghani mengatakan, pengalaman Indonesia tidak hanya penting bagi Republik Islam Afghanistan, tetapi juga bagi kelompok Taliban dan kelompok lainnya untuk memilih cara moderasi dan menghentikan kekerasan. Turut hadir dalam pertemuan, Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rahman dan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Faizullah Zaki Ibrahim. Pertemuan ditutup dengan makan malam bersama.

Miftahul AnwarThe Rector of Tazkia accompanied Jusuf Kalla on a peace mission to Afghanistan
read more

Jusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia

No comments

Jakarta (ANTARA) – Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Duta Besar RI di Kabul Arief Rahman dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat malam, kerja sama yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar RI di Afghanistan itu adalah program Hafizpreneur yang akan diikuti oleh lima mahasiswa Afghanistan di Tazkia. Hafizpreneuradalah program dengan target hafal 30 juz Al Qur’an dalam waktu empat tahun.

Sebelumnya Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengatakan bahwa JK melakukan kunjungan ke Afghanistan sepanjang pekan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Dalam pertemuannya dengan JK di Istana Kepresidenan Afghanistan pada Kamis (24/12), Ghani meminta agar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu bersedia menjadi mediator perundingan pihaknya dengan kelompok Taliban.

Menurut Ghani, pengalaman JK dalam mendamaikan sejumlah konflik di Indonesia dapat juga diterapkan di Afganistan.

Menanggapi permintaan tersebut, JK menyatakan bersedia untuk menjadi mediator perundingan damai antara kubu Pemerintah dengan Taliban demi mengakhiri kekerasan yang terjadi di negara itu.

Dalam upaya perdamaian tersebut JK akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk meminta Taliban agar bersedia berdialog dengan pemerintah Afghanistan.

JK juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, mengingat program perdamaian ini merupakan gagasan dari pemerintah RI.

Turut ikut bersama JK dalam rombongan tersebut, antara lain Ketua Juru Runding Helsinki untuk Perdamaian Aceh Hamid Awaluddin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (antaranews.com)

Miftahul AnwarJusuf Kalla saksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KBRI Kabul dan Tazkia
read more

Rektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan

No comments

Dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian rombongan delegasi Indonesia tiba di Kabul, Afghanistan, Rabu (23/12/2020). Rencananya rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla ini akan melakukan serangkaian pertemuan dengan pihak Pemerintah Republik Islam Afghanistan.

“Biidznillah saya salah satu dari delapan delegasi Indonesia dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian telah tiba di Kabul Afghanistan. Alhamdulillah aman dan sehat,” jelas Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin, Ph.D.

Diperoleh keterangan rombongan yang dipimpin oleh Jusuf Kalla sebagai ketua delegasi ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Haji dan Agama, Majelis Ulama, Majelis Tinggi Rekonsiliasi, Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang Afghanistan, dan Presiden Republik Islam Afghanistan.

“Saya sendiri satu-satunya delegasi wanita, dengan jabatan Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal,” katanya.

“Mari kita doakan Afghanistan supaya dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan menegakkan keadilan sosial supaya dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Biidznillahsuatu saat Afghanistan akan menjadi negeri idaman Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur,” paparnya. (gontornews.com)

Miftahul AnwarRektor Tazkia Akan Bicara Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan
read more

Rektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Jadi Delegasi Perdamaian di Afganistan, Ini yang Dilakukan!

No comments


 

Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.acc, CFP salah satu dari delapan delegasi Indonesia dengan misi menyampaikan dukungan perdamaian di Kabul, Afghanistan.

Bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK),  mereka mengunjungi Afghanistan. Mereka hadir atas undangan dari Pemerintah Afghanistan untuk dimintai pendapatnya guna menyelesaikan konflik di negara tersebut.

“Biidznillah saya Dengan Jusuf Kalla sebagai ketua delegasi kami dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan dengan Kementerian Haji dan Agama, Majelis Ulama, Majelis Tinggi Rekonsiliasi, Kementerian Luar Negeri, Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kamar Dagang Afghanistan, dan Presiden Republik Islam Afghanistan,” jelasnya.

Murniati Mukhlisin, menjadi satu-satunya delegasi wanita. Di sana dirinya akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal.

“Saya sendiri sebagai satu-satunya delegasi wanita, dengan jabatan Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Bogor akan berbicara tentang pemberdayaan perempuan dengan pendekatan ekonomi syariah serta prospek dan tantangan industri halal,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia meminta doa agar dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan. “Mari kita doakan Afghanistan supaya dapat mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan menegakkan keadilan sosial supaya dapat menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Biidznillah suatu saat Afghanistan akan menjadi negeri idaman, Baldatun thayyibatun wa robbun ghafur,” tuturnya.

Adapun rombongan delegasi perdamaian tiba pada Rabu, 23 Desember 2020 waktu Kabul. “Kami tiba pagi ini, Rabu, 23 Desember 2020 waktu Kabul, Alhamdulillah aman dan sehat, akan berada di sini hingga Jumat, 26 Desember 2020,” ujarnya.

“Mohon doa agar kami semua berada dalam perlindungan Allah, fii amanillah,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan di Istana Haram Sarai, Kabul, rombongan dari Indonesia disambut Menteri Agama dan Haji Republik Islam Afghanistan Mohammad Qasim Halimi bersama Majelis Ulama Afghanistan.

Indonesia dan Afghanistan akan melakukan pendekatan agama dalam penyelesaian konflik dan perdamaian di tengah konflik, dengan melibatkan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam wasathiyah. (radarbogor.id)

Miftahul AnwarRektor Institut Agama Islam Tazkia Bogor Jadi Delegasi Perdamaian di Afganistan, Ini yang Dilakukan!
read more

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

No comments

WEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL

Dengan pemateri : Heppy Chandrayana M.I.Kom

(Mc Istana Negara-Tv Voice Over-Motivator-Public Speaking Coach Parenting Speaker)

Webinar kali ini merupakan urutan webinar ke 24 dari Prodi Tadris IPS, yang menjadi mc dan moderator dari mahasiswa Tadris IPS sendiri yaitu dari angkatan 2019. Tujuan dari webinar ini yaitu memberikan materi dasar untuk para mahasiswa agar dapat menjadi pembicara yang baik dan handal

Webinar pada malam selasa kemarin, di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pengucapan motto Tadris IPS bersam-sama. Webinar kali ini sangat memberi kesan yang berbeda dari webinar-webinar sebelumnya, dimana pematerinya seorang mc yang luar biasa yaitu mc dari istana negara – tv voice over – motivator – public speaking coach parenting speaker. Webinar ini di hadiri kurang lebih oleh 99 partisipan melalui zoom meeting.

Yang membuat webinar kali ini berbeda dari webinar-webinar sebelumnya yaitu, webinar ini tanpa ada slide ppt yang di tampilkan, tetapi materi secara langsung di berikan oleh para peserta dan ada hubungan sosial timbal balik antar pemateri dan para peserta. Seperti pemateri sering bertanya kepada peserta dan menunjuk salah satu peserta untuk memberikan contoh bagaimana berbicara yang baik di depan umum dan di komentari lansung oleh pemateri.

Ada salah satu kutipan yang di ambil dari Bapak Heppy Chandrayana, yang berbunyi “bicara itu penting jangan yang penting bicara”. Ini maksudnya menjadi pembicara pun perlu mengetahui adab dan tata cara berbicara di depan umun agar pendengar mengerti dan tertarik untuk merespon apa yang kita ucapkan bukan hanya sekedar berbicara tetapi kita sendiri pun tak tahu apakah orang lain mengerti ataupun tidak.

Webinar ini di tutup dengan sesi foto bersama pemateri dengan semua paserta webinar. (red.Novi/18)

Miftahul AnwarWEBINAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN TIPS MENJADI MC YANG HANDAL
read more

Perkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia

No comments

Kamis, 17 Desember 2020/ 2 Jumadil Awwal 1442. Bogor. Institut Tazkia kembali mendapat tamu daring melalu aplikasi zoom untuk studi banding terkait pengembangan kurikulum ekonomi syariah.

Pada kali ini yang mengajukan studi banding adalah Kampus STEI Ar Risalah Sumatera Barat. Pertemuan diadakan melalui aplikasi zoom dengan dihadiri oleh Manajemen Ar Risalah terdiri dari:

  • Ketua STEI Ar Risalah Bapak H. Ulyadi, Lc., M.A., Puket I
  • Bapak Doni Eka Putra, S.E.I., M.E
  • Puket III Bu Radia Fitri, S.E.I., M.E.
  • Ketua Prodi Ekonomi Islam Bu Afriyanti, S.H.I., M.E.

Dari Institut Tazkia hadir dalam studi banding online ini beberapa perwakilan Manajemen Institut Tazkia terdiri dari:

  • Rektor Institut Tazkia Bu Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP.;
  • Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Andang Heryahya, M.Pd;
  • Wakil Rektor III Bidang Humas, Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Faried Kurnia Rahman, M.Sc. (Fin);
  • Dekan FEBI Bapak Dr. Afif Zaerofi, MM,;
  • Koordinator Prodi Ekonomi Syariah Bapak Nashr Akbar, M.Ec.;
  • Serta Kabag Kemahasiswaan & Alumni Bapak Rizqi Zakiya, M.E.

STEI Ar Risalah yang baru memiliki 2 angkatan hingga saat ini, meminta nasihat kepada Institut Tazkia sebagai Kampus Terbaik Penyedia Pendidikan Keuangan Syariah Global dalam pengembangan kurikulum Ekonomi Syariah di STEI Ar Risalah. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pengalaman yang bisa menjadi informasi berharga bagi STEI Ar Risalah dalam melangkah ke depan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kurikulum serta persiapan kebutuhan proses akreditasi maupun pengembangan program lainnya.

Studi banding ini merupakan studi banding kesekian kalinya bagi Institut Tazkia, setelah sebelumnya dari awal Tazkia berdiri menjadi rujukan dan Inspirasi bagi kampus Negeri maupun swasta untuk pengembangan kurikulum maupun Implementasi Ekonomi Islam baik kancah nasional maupun global. Semoga peran ini dapat terus ditingkatkan oleh Institut Tazkia sehingga Visi Tazkia dapat tercapai di 2025 sebagai kampus rujukan bagi calon pemimpin bisnis dan intelektual tingkat Global berkarakter T-A-Z-K-I-A ( Tauhid, Amanah, Zero Defect Quality, Knowledge & Competence, Innovative Istiqomah, Achievement Through Teamwork).

Rizqi ZakiyaPerkuat Kurikulum Ekonomi Syariah, STEI Ar Risalah Belajar ke Institut Tazkia
read more