Persiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ

No comments

 

Sentul City, 12 Januari 2022 / 8 Jumadil Akhir 1443 H. Institut Agama Islam Tazkia menunjukkan komitmen untuk mewujudkan World Class University, dengan melakukan Studi Banding ke Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta yang telah mendapatkan Akreditasi Internasional AQAS. Hadir dalam kesempatan ini Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP selaku Rektor IAI Tazkia, Dr. Afif Zaerofi selaku Direktur LPM, Sekretaris LPM Syafiqha I. H Basri dan Kabag SDM Zulfikar, MM. Tim manajemen berkunjung dengan semangat untuk meningkatkan kualitas Penjaminan Mutu (Quality Assurance) dan Rekognisi Tazkia di tingkat Global.

Rektor Tazkia dan Tim Penjaminan Mutu disambut oleh jajaran Manajemen Pascasarjana UNJ, diantaranya, Direktur Pascasarjana Prof Dr. Dedi Purwana, M.Bus, Wadir 1, Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si, Wadir 2, Prof. Dr. M. Japar, M.Si dan Tim AQAS, Dr. Faisal Madani dan Dr. Mutia Delina, M.Si. Madani, ketua Tim akreditasi AQAS, menjelaskan dokumen yang dibutuhkan dan proses akreditasi dari mulai persiapan, submit dokumen hingga site visit. Penjelasan ditutup dengan kunci sukses diperolehnya akreditasi AQAS, komitmen semua stakeholder yang terlibat dan kerjasama tim tingkat Universitas, Fakultas dan Prodi.

Rizqi ZakiyaPersiapan Akreditasi Internasional, IAI Tazkia Adakan Kunjungan Ke UNJ
read more

Kepemimpinan dalam Konteks Islam

No comments

 

“Ketahuilah: kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang rakyat yang dipimmpinnya. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang keluarga yang dipimpinnya. Isteri adalah pemelihara rumah suami dan anak-anaknya. Budak adalah pemelihara harta tuannya dan ia bertanggung jawab mengenai hal itu. Maka ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari)

Bogor, 10 Januari 2022 / 7 Jumadil Akhir 1443 H. Apel Pagi IAI Tazkia menghadirkan Dr. Andang Heryahya, M.Pd. sebagai pemateri yang menyampaikan tentang pentingnya kepemimpinan dalam konteks Islam. Mengutip hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Umar tentang Kepemimpinan, Dr. Andang menyampaikan bahwa setiap orang dapat memberi manfaat jika memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Konteks yang disampaikan dalam redaksi hadits Rasulullah tentang kepemimpinan sangat relevan sekali untuk memotivasi setiap individu agar memiliki dampak/ pengaruh dimanapun berada.

Konteks kepemimpinan menjadi perhatian penting di IAI Tazkia dikarenakan sejalan dengan visi IAI Tazkia untuk melahirkan calon pemimpin bisnis berkaratakter Tauhid, Amanah, Zero Defect & Quality, Knowledge & Competence, Innovative & Istiqomah serta Achievement Through Team Work sebagai Value TAZKIA. Karena itu pemateri menyampaikan agar setiap individu kita bertanya kepada diri kita apakah kita telah memberikan pengaruh yang baik di sekitar kita, mulai dari rumah, masyarakat, tempat kita bekerja/belajar, dan dimanapun kita berada. Atau justru kita menjadi beban bagi orang lain saat kita berada di tempat tersebut.

Pada akhir sesi, pemateri kembali menyampaikan bahwa setiap dari kita tidak kekurangan bekal untuk menjadi pemimpin. Pasti Allah Ta’ala yang telah mewajibkan kita untuk menjadi pemimpin dalam setiap peran dalam kehidupan kita, juga telah mempersiapkan bekal terbaik. Mulai dari lahir kita sudah dibekali pendengaran, penglihatan, hati akal pikiran. Sehingga dengan mengoptimalkan semua potensi tersebut, karakter pemimpin akan terbentuk dengan baik dalam kehidupan kita. Sebaliknya jika kita sia-siakan, maka kita harus siap untuk mempertanggung jawabkan semua beban yang kita hadirkan pada orang sekitar kita.

Rizqi ZakiyaKepemimpinan dalam Konteks Islam
read more

Sharing bersama Mahasiswi Wisudawati Terbaik 2021

No comments

Sebagai seorang mahasiswa yang sedang dalam proses menempuh pendidikan dan pembelajaran tentu sangat menginginkan hasil yang memuaskan selama proses menempuh pendidikan tersebut. Lulus dengan predikat cumlaude merupakan bentuk tertulis keberhasilan mahasiswa dalam pembelajarannya di perguruan tinggi. Cumlaude ini juga menjadi suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi para Mahasiswa.

Pada kategori ini Institut Tazkia telah menetapkan wisudawan terbaik tepatnya pada hari rabu 27 November 2021 / 22 Robiul Akhir 1443 di Grand Ballroom Puri Begawan, Bogor. Pada momentum bersejarah ini, Institut Tazkia menobatkan gelar wisudawan terbaik umum dengan kategori IPK 4.00 diberikan kepada Aisyah As Salafiyah sebagai Mahasiswa Terbaik Umum dalam program studi Hukum Ekonomi Syariah. Selain IPK sempurna ternyata Aisyah juga merupakan Hafidzah 30 juz, maka Institut Tazkia memberikan bentuk apresiasi kepada Aisyah berupa hadiah umrah dan beasiswa S2 di Institut Tazkia.

Bisa belajar dan berbagi pengalaman langsung dengan wisudawan terbaik merupakan suatu momen yang berharga untuk para mahasiswa. Nah, pada kesempatan kali ini Club Science of Hafidzpreneur Akhwat bisa langsung bertatap muka dan sharing bareng ka Aisyah As Salafiyah. Selain seorang mahasiswa ka Aisyah ini juga Muhafidzah dalam program Hafidzpreneur Institut Tazkia, mahasiswa biasa memanggilnya Zah Aisyah. Zah Aisyah ini juga merupakan pembina dalam Club Science of Hafidzpreneur Akhwat.

Pada kesempatan tersebut ka Aisyah menyampaikan beberapa pesan yang patut dijadikan teladan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

  1.       Niat

Perbaiki niat, perbaiki hati hanya untuk mencari ridho ilahi. Hakikatnya hal yang kita cari di dunia ini adalah ridho Allah. Bukan harta yang berlimpah, prestasi yang banyak tapi ridho Allah lah sepatutnya kita kejar. Bukan dunia, tapi akhirat yang semestinya menjadi tujuan akhir kita. jaga hubungan sama Allah, maka Allah akan menjaga hubungan kita dengan apapun. Dahulukan Allah, karena semua yang terjadi ini berdasarkan kehendak Allah. Kalau mau hidupnya menjadi mudah Maka jagalah hubungan dengan Allah mulai dari hal hal yang kecil. Iya, Gimana Allah mau memberi amanah yang besar, kalau terhadap amanah yang kecil aja masih lalai ?

Ketika niat telah kokoh maka tekad pun akan menjadi benteng terhadap permasalahan yang akan dihadapi. Dan apabila niat kita benar, apa sih hal yang mustahil bagi Allah? Bukannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?. Maka tidak bisa kita pungkiri lagi, niat menjadi tolak ukur utama dalam mencapai suatu keberhasilan.

  1.       Fokus pada bidang/passion

“Setiap dari kita punya bidangnya masing masing. Ka aisyah suka menulis, kalian ada yang suka melukis, publik speaking, main voli dan yang lain sebagainya. Tentunya kita juga akan memiliki kesuksesannya sendiri, Jadi fokus pada bidang kita masing masing dan berusaha kembangkan terus bidang itu”- tuturnya dalam sharing moment tersebut.

Benar sekali terkadang kita selalu mengukur diri kita dengan keberhasilan orang lain, sehingga kebanyakan dari kita susah menemukan bidang/passion masing-masing yang sebenarnya juga bisa memberikan nilai plus untuk diri kita dan melalui passion itu juga kita bisa menebar kebaikan untuk sesama.

  1.       Buat Jadwal harian

Ka Aisyah menyatakan bahwa beliau itu suka banget menyusun jadwal kegiatan sehari hari. Mulai dari yang pertahun, perbulan sampai perharinya. Bahkan kalau setiap jam itu sudah ada jadwalnya masing masing. Tapi pasti ada sebagian dari kita yang tidak suka dengan jadwal yang terlalu detail dan kadang sering kurang konsisten dalam menjalankan jadwal tersebut, boleh juga ikuti saran ini “Usahakan setiap waktu yang kita pakai itu untuk kegiatan yang bermanfaat. Tidak ada waktu yang terbuang sia sia”.

Intinya bangun kesadaran diri terhadap tanggung jawab dan menghargai waktu yang kita miliki saat ini dengan memanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena waktu kita yang telah kita habiskan pun juga akan dipertanggungjawabkan nantinya. Banyak sudah kisah orang sukses yang mereka sangat memanfaatkan setiap detik waktu yang mereka miliki.

  1.       Selalu Merasa Bersyukur

Bersyukur dalam kondisi apapun, ketika diberi nikmat ataupun ujian. Karena kalau kita ga punya uang susah, banyak uang juga pusing. Jadi belajarlah menjadi pribadi yang merasa cukup terhadap nikmat yang Allah beri. Bersyukur atas apa yang telah dimiliki bukan berarti pasrah terhadap takdir Allah swt. tapi rasa syukur itu merupakan bentuk wujud terimakasih atas nikmat yang telah Allah swt. curahkan dalam hidup setiap hambanya yang jarang sekali kita sadari. Bahkan Allah telah membenarkannya dan tertulis dalam Al-Qur’anul Karim “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.( QS. Al-Baqarah [2] : 243)  tapi disisi lain Allah juga telah menjelaskan kabar gembira bagi mereka yang mampu bersyukur sesuai dengan firmannya “Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7). Jadi, yuk perbanyak syukur J walaupun kita sadar bakal banyak ujian yang akan dialami. Zah Aisyah berpesan “Dunia Ini Memang Tempat Ujian. Semakin lama kita hidup di dunia, tentunya ujian yang kita dapati akan semakin beragam. Dari mulai ujian kecil sampai yang besar. Ya itu tadi karena memang hidup ini untuk di uji, kalau mau beristirahat nanti ketika di surga.”

 

  1.       Istiqomah

Mempertahankan hal hal baik, mempertahankan kebiasaan baik, Ini perlu belajar dan bisa dimulai dari sekarang. Keberhasilan adalah buah keistiqomahan seseorang dalam perjalanannya. Memulai itu tidak susah, tapi mempertahankan itulah yang banyak tantangannya.

Itulah beberapa pesan yang disampaikan oleh ka Aisyah As Salafiyah dalam sesi sharing inspiration and motivation pada kesempatan kali itu. Penulispun teringat akan nasihat yang diberikan Zah Aisyah, beliau berucap “Kita sama-sama belajar, kita semua ingin menjadi sosok yang lebih baik menjadi muslimah yang yang sebenar-benarnya yang diinginkan Allah salah satunya dengan kita belajar bagaimana memperindah akhlak , belajar bagaimana agar tidak ada satu katapun dari lisan kita yang menyakiti sesama saudara, tidak ada satu pandangan pun yang mengarah pada sesuatu yang tidak dihalalkan. Mari kita bersama-sama belajar untuk memperdalam ilmu agama di mana keilmuan yang sangat diprioritaskan oleh Islam adalah keilmuan yang bersangkutan dengan ilmu agama, belajar bagaimana meneguhkan iman kita agar keyakinan kita pada kebenaran agama yang kita yakini sama sekali tidak diragukan itulah yang membuat kita tidak enggan untuk mengabdikan diri di jalan kebaikan supaya nantinya kita punya mindset asalkan untuk kepentingan agama kita tidak ragu untuk tampil yang pertama. kita juga belajar bagaimana memperluas pergaulan bukan menjadi pribadi yang nyaman dengan kesendirian mungkin kita semua bisa jadi ada yang introvert tapi kita bukan individualis tapi kita belajar untuk menjadi orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru mudah beradaptasi dengan siapapun”.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan acara makan-makan dan foto bareng Wisudawan sekaligus guru terbaik yang bisa dijadikan contoh dalam bertindak dan berucap. Barakallahu Fiik Ustazah Aisyah As Salafiyah.

Pada sesi acara salah satu mahasiswa menuliskan kesan dalam mengikuti kegiatan ini yaitu “MasyaAllah nikmat Allah hari ini, Sangat bermanfaat bagi kami semua yang hadir pada acara itu. Cerita dzah Aisyah sangat menginspirasi dan memotivasi. Saya sangat bersyukur berada bersama orang hebat seperti dzah Aisyah dan berkumpul bersama teman teman keren yang ambis seperti mereka mereka yang tergabung di klub sains ini”.

Dalam closing statement ka Aisyah menyampaikan “Kalau kita jaga hubungan kita dengan Allah maka Allah akan jaga hubungan kita dengan apapun itu. Jadikan tujuan kita adalah Akhirat. Jadilah orang yang elegan, bertutur kata baik, berperilaku baik, dan selalu menjadi orang orang yang berusaha memperbaiki diri”

MasyaAllah sekali ya kegiatannya, semoga bisa menjadi ibroh dan membuka wawasan baru serta memperbaiki iman dan mindset pribadi kita untuk bisa menjadi mahasiswa berkarakter pribadi muslim yang sebenar-benarnya muslim.

Semoga bermanfaat, Syukron Jazakumullah Khairan Katsir.

Mia Sari
Mahasiswi Hafizpreneur IAI Tazkia Angkatan 20

Rizqi ZakiyaSharing bersama Mahasiswi Wisudawati Terbaik 2021
read more

Beri Apresiasi, Rektor Undang Mahasiswa Juara Temilnas Fossei XX

No comments

Selasa, 19 Oktober 2021, Rektor IAI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Mengundang Mahasiswa IAI Tazkia yang telah menorehkan prestasi kancah nasional dalam Temu Ilmiah Nasional XX 2021 yang diadakan secara daring oleh Universitas Diponegoro. IAI Tazkia Menjadi Juara di Berbagai Bidang yang dilombakan, mulai dri Olimpiade, Bisnis Plan, Essay, Poster dan berbagai cabang lomba lainnya.
Prestasi yang diraih Tazkia dalam even Nasional berkali-kali ditorehkan oleh mahasiswa. Hal ini menjadi kesyukuran bagi Pihak Tazkia namun lebih lanjut, Rektor IAI Tazkia yang lebih akrab disapa Madam Ani men-challange mahasiswa Tazkia untuk naik level ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya puas dengan level Nasional tapi juga mentargetkan pencapaian global. Upaya sinergi dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan PPI Dunia yang menjadi wadah organisasi mahasiswa antar kampus dari berbagai Negara.
Pada kesempatan ini, hadir pula Kemahasiswaan IAI Tazkia, Arif Sumandar dan Rizqi Zakiya yang ikut menemani sekaligus memotivasi mahasiswa agar dapat mengejar pencapaian yang menjadi PR bagi mereka selanjutnya. Kemahasiswaan IAI Tazkia tahun ini mentargetkan 100 pencapaian Prestasi Mahasiswa dalam dan Luar Negeri. Dengan perahu Tazkia Juara sebagai wadah bagi pembekalan mahasiswa yang mengikuti lomba untuk menggapai juara dengan senior mereka sebagai mentor bagi mereka. Sinergi berbagai pihak menjadi strategi utama untuk mewujudkan target besar ini, tidak hanya dengan lingkaran organisasi mahasiswa, tapi juga himpunan mahasiswa jurusan, begitu juga alumni yang telah berkiprah di berbagai profesi di masyarakat.

Rizqi ZakiyaBeri Apresiasi, Rektor Undang Mahasiswa Juara Temilnas Fossei XX
read more

Wapres Tekankan Kolaborasi Dengan Tazkia dan Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal

No comments

KBRN, Jakarta : Perkembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan daya tahan di tengah kondisi Pandemi COVID-19.

Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2020 Bank Indonesia menyebutkan, ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan PDB nasional.

Sebagai kunci dalam mengakselerasi ekonomi syariah sekaligus mencapai visi Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia, pemerintah pun mempercepat pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) industri halal.

“Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk mengakselerasi pengembangan UMKM industri halal. Juga, tidak kalah penting adanya kemitraan dari usaha besar yang saling menguntungkan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin pada “Kick Off Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal” melalui konferensi video, Rabu, (25/08/2021).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) tersebut, Wapres menekankan, adanya perhatian besar dari banyak pihak kepada UMKM merupakan modal yang harus dioptimalkan.

“Sejumlah inisiatif juga telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu UMKM naik kelas. Sebagai contoh, apabila UMKM industri halal membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, maka tersedia dukungan dari bank syariah, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah, Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah, saham syariah, serta pembiayaan dari financial technology (fintech) syariah,” paparnya.

Sementara, untuk meningkatkan penjualan, lanjut Wapres, UMKM tersebut dapat bekerja sama dengan penyedia layanan pemasaran digital.

“Demikian pula guna meningkatkan kualitas operasional perusahaan maka terdapat banyak provider digital yang siap membantu UMKM,” ungkapnya lagi.

Wapres berharap Pilot Project Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal yang hari ini dicanangkan, dapat menjadi gerakan awal yang akan mensinergikan berbagai inisiatif penguatan UMKM dan bisnis industri halal di Indonesia dalam suatu ekosistem yang saling memberikan kemanfaatan.

“Pada tahap awal terdapat 13 lembaga dan perusahaan yang telah bersinergi sebagai Sahabat UMKM Industri Halal.  Saya sangat berharap inisiatif ini akan terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan agar mempercepat terbentuknya ekosistem digital ekonomi syariah di Indonesia yang akan mendukung ekonomi nasional Indonesia,” ucap Wapres.

Di samping itu, Wapres menyampaikan bahwa KNEKS dengan lima inkubator perguruan tinggi yaitu UI, IPB, ITB, Unpad, Tazkia dan Bank Syariah Indonesia University, telah menyusun delapan Modul Dasar UMKM Industri Halal yang membantu memahami pola pikir pengusaha sesuai syariah dan ilmu mengelola usaha secara syariah.

“Saya berharap modul ini dapat digunakan oleh berbagai pihak yang membina UMKM Industri Halal, di antaranya BUMN, perusahaan swasta dan perguruan tinggi. Sinergi ini juga hendaknya dapat dipercepat dengan dukungan IAEI melalui berbagai perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Manajemen Eksekutif KNEKS,” imbaunya.

Khusus terkait sertifikasi halal pelaku UMKM, Wapres meyakini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dapat mengoptimalkan sinergi dengan 12 pemangku kepentingan yang ada untuk mempercepat implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) bagi pelaku UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga mengimbau pelaku UMKM Industri Halal bersinergi dengan Kawasan Industri Halal (KIH) yang sudah memiliki izin di Indonesia.

“UMKM bisa mendapatkan pembinaan, dan menggunakan fasilitas-fasilitas di dalam KIH tersebut. Dengan demikian, kapasitas UMKM Industri Halal bisa meningkat dan efisiensi produksi diharapkan dapat tercapai,” jelas Wapres.

Wapres turut memberikan apresiasi kepada KNEKS serta kementerian/lembaga/pelaku usaha yang telah berperan dalam merancang dan melaksanakan Pilot Project ini.

“Saya berharap dengan adanya Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal, cita-cita kita untuk menjadi pusat halal dunia bisa terwujud dan UMKM Indonesia bisa naik kelas. Kedepan, sinergi yang dilaksanakan diharapkan tidak hanya berhenti dan terbatas sampai di sini saja, tetapi bisa dikembangkan lebih luas dengan pihak – pihak lain yang memiliki potensi, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (Foto : Setwapres RI)

 

Source : Wapres Tekankan Kolaborasi Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal – Ekonomi | (rri.co.id)

Rizqi ZakiyaWapres Tekankan Kolaborasi Dengan Tazkia dan Berbagai Pihak Kembangkan UMKM-Halal
read more

Peran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

No comments



Jumat, 6 Agustus 2021/ 27 Dzulhijjah 1443 H. Pusat Studi Fintech Syariah (PSFS) Hadir dalam Agenda Rapat Anggota Tahunan 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). PSFS yang diketuai oleh Bpk. Yaser Taufik Syamlan, SE, ME, CIFP merupakan salah satu Center of Excellence dalam bidang keuangan digital di bawah Naungan Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IAI Tazkia.


Acara dihadiri oleh berbagai kalangan yang memiliki satu perjuangan untuk memajukan fintech Syariah di Indonesia. Hadir dalam acara ini Bapak Dr. Adiwarman Karim & Dr. Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat AFSI, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP., selaku Dewan Pengawas AFSI, juga Bapak Triono Gani selaku GIKD Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiga nya memberikan sambutan, apresiasi, dukungan serta masukan untuk AFSI sebagai Asosiasi yang memiliki peran besar mendukung perputaran keuangan syariah, khususnya di masa Pandemi.

Agenda ini merupakan langkah nyata Tazkia berperan serta dalam potensi pengembangan keuangan syariah dalam kondisi apapun, khususnya di masa Pandemi, saat banyak orang tidak banyak memiliki pilihan, diantaranya yang terbuka lebar adalah dengan memanfaatkan fintech yang ada untuk kebutuhan dan pengembangan bisnis yang diharapkan. Tanpa adanya fintech Syariah, maka jeratan rentenir online, lintah darah digital, para pelaku riba dunia maya akan semakin merebak dan menjerumuskan banyak muslim dalam jeratan riba yang merupakan salah satu dosa besar yang banyak dilupakan. Semoga Kiprah PSFS bersama AFSI dapat terus semakin besar dan membuka mata Dunia khususnya muslim untuk sadar betapa besar potensi pengembangan keuangan syariah yang ada dengan berbagai tantangan seiring kemajuan teknologi yang semakin masif belakang ini. Aamiin

Ref :
https://tazkia.ac.id/dosen/assoc-prof-dr-murniati-mukhlisin-m-acc/ https://tazkia.ac.id/dosen/yaser-taufik-syamlan-m-e-cifp/ https://fintechsyariah.id/id/about dan https://sharianews.com/posts/memupuk-semangat-idealisme-perjuangan-afsi
@afsi.id : https://www.instagram.com/p/CSWXKiFBH06/

Penulis/Kontributor: Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI)
https://tazkia.ac.id/dosen/afrad-arifin-m-e-sy/
https://id.linkedin.com/in/afrad-arifin-cipa-aaoifi-ba842437

Rizqi ZakiyaPeran serta PSFS Tazkia dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia
read more

Aku dan Hafalanku

No comments

Disudut ruangan yang kosong itu, aku duduk menyendiri dengan Al-Quran yang ku genggam erat di tanganku. Aku lihat Al-Quran itu dengan seksama sambil menahan bendungan air mata. Pikiranku berkecamuk dengan hebat. Banyak pertanyaan yang terlintas di otakku, membuatku menjadi takut untuk memutuskan menjadi seorang hafidzah. Seketika dadaku mendadak menjadi sangat sesak dan tanpa disadari bendungan air mata yang tadinya kuat tertahan kini telah tumpah. Al-Quran yang ku genggam dengan erat kini telah basah akibat cucuran air mata. Aku menangis tersedu-sedu, lirih bibirku mengeluarkan pertanyaan yang membuat aku tidak yakin dengan diriku sendiri.

Ini adalah pengalaman pertama yang membuatku tak bisa menyimpan apa yang ku rasakan sendirian. Tempat mengaduku kala itu adalah Ibu. Aku ceritakan semua yang ku rasakan padanya dengan cucuran air mata yang begitu deras membasahi pipiku tanpa henti. Tetapi Ibu memberikanku motivasi luar biasa yang membuatku menjadi yakin bahwa aku mampu melewati semuanya. Ibu juga mengatakan padaku bahwa aku tidak sendiri dan Allah selalu bersamaku.

Tanpa aku sadari, air mata ibu juga mulai membasahi pipinya. Walaupun air mata itu bercucuran, tetapi Ibu tetap bisa memberikan senyum manis yang membuat hatiku tenang dan jiwaku yang berkecamuk menjadi damai. Ibu juga berhasil meyakinkanku untuk mencoba menghafal kitabullah tersebut. Memang sulit untuk  melewati setiap ujian yang datang terus menerus. Rasa ingin menyerah pun pernah datang tanpa kuundang. Tetapi setiap aku ingin menyerah, kata-kata indah ibu selalu tiba-tiba muncul di pikiranku dan membuatku kembali semangat.

Dan akhirnya yang awalnya aku hanya mencoba membaca  Al-Quran, kini aku belajar dengan intensif di kampus program Hafidznomics Institut Tazkia, menghafal Al-Quran malah menjadi candu untukku setiap saat. Yang dulunya aku rasa berat dan aku tak mampu, ternyata aku bisa. Kini rasa syukur selalu kuucapkan setiap sujud dikala aku shalat. Setiap kali tangan menengadah, lisanku selalu mengucapkan terimakasih pada Allah yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menghafal ayat-ayat Nya di tempat yang sangat baik ini.

Meskipun saat ini hafalanku belum sebanyak teman-temanku yang lain, tetapi tidak ada rasa minder ataupun malu yang terbesit di benakku lagi. Aku selalu ingat dengan kata-kata “jangan pernah bandingkan dirimu dengan orang lain tetapi bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan yang dahulu”. Tetapi bukan berarti juga aku lalai dengan hafalanku. Aku tetap terus berjuang dan berusaha semampuku karena aku yakin tidak ada usaha yang menghianati hasil. Aku pecaya bahwa setiap proses yang kita hadapi kelak hasilnya akan membuat kita rindu pada proses itu kembali.

Hal terberat yang aku rasakan selama aku menghafal Al-Quran sejauh ini adalah bagian muroja’ah. Masya Allah, ternyata mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkan. Sehari saja hafalan yang sudah kita dapat tidak di murojaah, hafalan itu bakalan macet seperti kendaraan yang mudik. Nah, bayangkan kalau kita tidak murojaahnya berhari-hari. Hmmm Allahu A’lam hafalannya akan seperti apa. Jadi aku mengambil hikmah bahwa, selain menghafal, kita juga harus bisa meluangkan waktu kita untuk murojaah. Kalau kita bisa tekun melakukan hal itu, Insya Allah hafalan yang kita dapat bisa makin Mutqin (kuat).

Tanpa aku sadari, sudah hampir setahun aku kecanduan dengan menghafal kitabullah, aku sudah berada di semester kedua jenjang perkuliahan di Institut Tazkia, dan selama itu pula, aku selalu dekat dengan Al-Qur’an, sehingga hati rasanya menjadi damai dan tenang. Setiap masalah yang datang Insya Allah lebih mudah terselesaikan. Sebegitu indahnya rasa kecanduan menghafal Al-Quran. Apalagi jika kita menggap Al-Quran sebagai sahabat sejati kita.

Kalau kita sudah bisa menjadikan Al-Quran sebagai sahabat kita, pastinya tidak akan ada rasa bosan ataupun jenuh pada saat dekat dengannya. Tanpa kita duga, Allah akan selalu memberi solusi untuk setiap masalah yang sedang kita alami. Allah tidak akan pernah memberikan sesuatu yang sia-sia untuk hamba Nya, sungguh ini adalah hal yang sangat luar biasa harus aku syukuri.

Dulu, karena berfikir sulit maka aku menganggap hal itu tidak akan bisa aku lakukan. Ternyata aku salah. Aku harus mencoba hal itu dahulu baru aku bisa menyimpulkan bahwa aku bisa atau tidak. Kalau dalam melakukan sesuatu ada perasaan  sulit hingga membuat capek dan ingin berhenti, jangan pernah berhenti dahulu. Jangan buat dirimu nantinya menyesal. Karena sejatinya Allah ingin melihat kesungguhan dan proses yang sedang kamu lalui. Allah tidak akan pernah menguji hamba Nya diluar kemampuan hamba itu sendiri.

Untuk para penghafal Al-Quran, jangan menyerah ya. Yuk semangat terus. Aku, kamu dan kita semua pasti bisa melewati setiap ujian yang datang dari Allah. Tetaplah menghafal apapun keadaannya. Karena sekali lagi, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Menangis boleh saja, tapi jangan sering-sering ya. Ada waktu untuk hapus air mata dan mulai kembali menghafal Al-Quran kita. Hafidzah 30 juz sedang menunggu kita, insya Allah.

Dan untuk teman-teman yang tertarik untuk menjalani kuliah sambil menghafal Al-Quran sepertiku, sekarang bisa ikut juga dengan mendaftar program Hafidznomic Institut Agama Islam Tazkia, Bogor. Nah, kabar gembiranya lagi, di kampus ini kita juga akan belajar Ekonomi Syariah. Masya Allah dapat ilmu dunia akhiratnya. Untuk jurusannya juga banyak pilihan dan cocok untuk milenial seperti. Jadi yuk teman-teman yang mau menghafal Al-Quran sambil kuliah, mari bergabung dengan kampus Institut Agama Islam Tazkia, Bogor.

Aku tunggu ya.

Oleh: Ardhita Fitri (Mahasiswi Hafidzpreneur IAI Tazkia Semester 2)

Editor: Aisyah As-Salafiyah (Muhafidzah Hafidzpreneur IAI Tazkia)

Rizqi ZakiyaAku dan Hafalanku
read more

Al-Qur’an Camp Institut Tazkia Resmi Dibuka!

No comments

Berbahagialah orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai sebaik-baik sahabat. Setiap hari ia akrab dengan Kalam Rabb-nya. Membacanya, mengamalkannya, menghafalnya, mempelajarinya, bahkan mendakwahkannya. Ia menjadi sebaik-baik manusia sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Sering sudah kita mendengar keutamaan dan kemuliaan orang-orang yang senantiasa membersamai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupannya. Ada yang Allah mudahkan segala urusannya, ada yang Allah berkahi kehidupannya, ada yang Allah berikan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya dan masih banyak cerita menakjubkan lain yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tunjukkan kepada orang-orang yang senantiasa bersahabat dengan kalam Nya. Sehingga salah satu bentuk-nya begitu banyak orang-orang ingin menjadi penghafal Al-Qur’an karena keutamaannya baik itu untuk dunia maupun untuk akhirat, tapi sejatinya sungguh rugi jika hanya mengharapkan keuntungan dunia semata. Keberhasilan kita bersahabat dengan Al-Qur’an bukan dilihat dari seberapa banyak ayat yang telah kita hafal kan namun bagaimana dengan Al-Qur’an yang telah kita jaga bisa pula menjaga hati dan lisan kita sehingga bisa menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang yang beruntung.” (QS Al Imran ayat 104).

Salah satu upaya kampus Matrikulasi Tazkia ini yang diisi oleh mahasiswa dan mahasiswi program Hafidzpreneur adalah dengan program Qur’an Camp. Kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai ketika awal juli dan baru diresmikan pada 21 juli 2021 oleh pimpinan program Hafidzpreneur sekaligus Direktur kampus Matrikulasi Tazkia yakni Ustadz Miftakhus Surur, M.Sc (FIN) dan berakhir pada bulan September 2021. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan hafalan dan pencapaian program hafalan bagi para Mahasiswa dan Mahasiswi Hafidzpreneur dan Hafidznomics Tazkia dan juga untuk mengisi kekosongan waktu sebelum masuk perkuliahan semester baru dengan memfokuskan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam pembukaan program Ustadz Miftahkhus Surur menyampaikan nasihat yang sangat berkesan khususnya pagi para mahasiswa Hafidzpreneur dan Hafidznomics. Salah satunya bagi para Mahasiswa mereka harus punya skala prioritas dan satu kalimat yang sangat berkesan “tua itu pasti, dewasa itu pilihan”. Sudah berapa banyak orang yang tua tapi tidak dewasa? Baik dalam hal mengambil keputusan atau dalam hal yang sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Karena penelitian menunjukkan generasi millenial Indonesia mengalami percepatan Baligh dan perlambatan ‘Akil, hal yang sungguh sangat memprihatinkan. Tidak lain itu semua disebabkan oleh faktor media dan tontonan yang kurang edukatif serta pengaruh lingkungan serta teman yang kurang baik. Namun lain halnya di kampus Matrikulasi Tazkia yang diisi oleh para mahasiswa dan mahasiswi hafidzpreneur dan hafidznomics yang insyaAllah menjadi salah satu wasilah membentuk karakter dan lingkungan yang sangat mendukung dalam menghindari hal-hal yang kurang baik khususnya untuk para generasi muda.

Program ini diawali pada awal Juli 2021, usai liburan semester dan halaqoh yang cukup lama kurang lebih 1 bulan, ketika para mahasiswa kembali ke asrama mereka dikarantina untuk beberapa hari terlebih dahulu. Bukan hanya program karantina saja tapi selama proses karantina Mahasiswa dituntut untuk Tilawah Al-Qur’an 5 juz per hari sebagai upaya untuk memfasih kan kembali bacaan dan menambah kedekatan dengan Kitabul Karim selam 1 pekan Setelah karantina selesai, maka program selanjutnya yaitu pekan muraja’ah selama 2 pekan terhadap hafalan yang telah ada, masing-masing ada yang memiliki hafalan 3-5 juz 6-10 juz 11-15 juz bahkan 16-30 juz. Muraja’ah adalah kegiatan yang mengulang kembali tentang apa yang telah terjadi, namun yang paling identik adalah Muraja’ah Al-Qur’an. Kenapa tidak? Karena tidak ada hafalan tanpa Muraja’ah. Itulah sekarang yang tengah dilakukan oleh para hafidz dan hafidzah institut Tazkia tepatnya di kampus Matrikulasi.

MasyaAllah Tabarakallah, tapi seyogyanya bukan lah kita mengukur hanya dengan kuantitas semata namun kepada kualitas yang lebih utama. “Tidak peduli banyak atau sedikit yang telah kau hafal, yang penting harus disyukuri dan nikmati prosesnya tentunya dengan penuh semangat dan tanpa lelah berjuang, karena kelak kau akan beristirahat di surga Nya” begitulah yang saya dengar dari salah satu teman Halaqoh Al-Qur’an.

Terlihat sekali antusias teman-teman dalam memuraja’ah hafalan yang telah dimilikinya hingga larut malam bahkan di awal pagi.

Kegiatan ini terbagi menjadi 2 yakni halaqoh fardi dan halaqoh jamaah. Halaqoh fardi adalah proses para mahasiswa mempersiapkan muraja’ahnya untuk disetorkan kepada mara muhafidzah masing-masing atau dengan kata lain dikenal dengan kata Halaqah Mandiri waktunya dari jam 08:11 pagi dan dilanjutkan dengan maghrib sampai ba’da isya. Kemudian pada subuhnya sampai jam 7:30 pagi itu kegiatan Halaqoh jamaah subuh dan menyetorkan hafalannya untuk dikoreksi oleh Muhafidzah begitu juga pada waktu Ashar sampai jam 17:30.

Begitulah seterusnya setiap hari kegiatan ini berlangsung selama 2 pekan. Para mahasiswa dituntut untuk bisa membuat planning terhadap target untuk menyelesaikan muraja’ah hafalannya dalam 2 pekan. Setelah seluruh mahasiswa menyelesaikan Muraja’ah Hafalan Al-Qur’annya, baru mereka diizinkan untuk Menambah hafalan baru atau Ziyadah Al-Qur’an.

Dalam proses peresmian kegiatan Qur’an Camp ada 3 prinsip utama yang disampaikan oleh Ustad Miftakhus Surur kepada para Mahasiswa yakni pertama kemandirian yang menjadi pondasi kedewasaan seseorang, kedua kedisiplinan karena ini merupakan modal terbesar yang telah Allah swt. berikan kepada seluruh makhluk sudah berapa banyak yang berhasil karenanya dan juga sudah berapa banyak yang celaka karena–nya maka dari itu perlunya pendisiplinan waktu dan manajemen waktu yang baik, yang terakhir yaitu determinasi lebih sederhana ngotot dan gak mau nyerah untuk mendapatkan sesuatu disinilah prinsip kerja keras dan tanggung jawab serta tawakal berjalan.

Kegiatan Program Al-Qur’an Camp ini diisi dengan Penambahan hafalan Al-qur’an, Kegiatan muraja’ah Al-Qur’an, olah raga setiap pekan serta program Bahasa inggris setiap Jumat nya dan kegiatan tausiyah yang diisi oleh para Muhafidzah/Pembina dan juga teman-teman seangkatan yang tentunya sangat menginspirasi dan membuka pikiran. InsyaAllah kegiatan ini akan berlangsung sebelum memulai program perkuliahan dan diharapkan dengan kegiatan ini para mahasiswa bisa lebih memaknai kedekatan dengan Al-Qur’an dan kebersamaan dalam jamaah untuk mencapai tujuan yang sama sebagai salah satu bekal kelak bisa berkontribusi untuk umat dan dakwah ini.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. As-Saff Ayat 4)”.

“Sekarang, kalian sedang berjihad. Berjihad memperjuangkan 30 juz dan menjadi Hafidzpreneur dan Hfidznomics untuk kebangkitan ummat, Semangat Lillah”. Begitulah kata terakhir yang diucapkan oleh ustad Miftakhus Surur dalam kegiatan peresmian program Qur’an Camp.

InsyaAllah seperti itulah agenda yang akan dijalankan selama program Al-Qur’an Camp walau sejatinya para mahasiswa dan mahasiswi setiap harinya tidak terlepaskan dari Al- Al-Qur’an karena ada rasa tanggung jawab tersendiri yang muncul dalam diri terhadap apa yang sudah dipelajari dan sesuai dengan perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq “Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia.” Apalagi Al-Qur’an maka pastilah dijaga dengan segenap jiwa karena sakitnya tak terbantahkan jika sudah hilang dalam ingatan. InsyaAllah semoga dengan program ini bisa membentuk insan yang berakhlakul karimah serta kuat aqidahnya sesuai dengan 2 misi utama Rasulullah yakni penyempurnaan akhlak dan menguatkan aqidah yang berlandaskan qur’an dalam setiap langkah khususnya langkah untuk membersamai ummat langkah untuk membimbing dan memimpin umat tentunya tetap berkreativitas dengan berkahnya Al-qur’an. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Kemudian setelah program Qur’an Camp selesai Kegiatan berjalan seperti normal, kuliah dan ngafal Al-Qur’an juga. Eiitss tapi muraajaahnya gak di tinggal begitu aja ya.. Yuk ada yang berani? dimana lagi kita disediakan lingkungan yang sangat kondusif untuk membentuk kembali generasi emas islam yang telah banyak punah? Jawabannya ya Kampus Tazkia di program Hafidzpreneur dan Hafidznomics.

#YukTazkia

#Yukperbaikidiri

 

Oleh: Mia Sari (Mahasiswi Hafidzpreneur IAI Tazkia Semester 2)

Editor: Aisyah As-Salafiyah (Muhafidzah Hafidzpreneur IAI Tazkia)

 

Rizqi ZakiyaAl-Qur’an Camp Institut Tazkia Resmi Dibuka!
read more

Menghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda

No comments

Rabu, 5 Mei 2021 / 23 Ramadhan 1442 H, Kementrian Bisnis dan Ekonomi Kreatif BEM REMA IAI Tazkia mengadakan Webinar Bincang Serius Tapi Asik (BISIK).


Dengan tema “How to Thrive Your Business During Pandemic” menjadi bekal sendiri bagi mahasiswa untuk membuka wawasan potensi pengembangan bisnis di masa pandemi. Menghadirkan Mas Ivan Anwar sebagai Internet Marketer dan juga sekaligus CEO PT Nasional Yunior Sportindo Media agenda berlangsung menarik dengan sharing yang menarik dan inspiratif dari pembicara. Aditya sebagai moderator membawakan acara dengan baik serta mendorong mahasiswa untuk proaktif dan mengambil sebanyak mungkin ilmu aplikatif dari pembicara.


Agenda ditutup dengan pembagian sertifikat dan penentuan penerima dorprize bagi peserta teraktif. Agenda BISIK merupakan realisasi ide kreatif dari kemenbekraf sebagai kementerian baru di REMA 2020/2021 tahun ini, sebagai upaya pengembangan potensi bisnis mahasiswa dengan mengundang narasumber berpengalaman dengan ilmu “daging” yang sangat berguna bekal softskill dunia bisnis rill bagi mahasiswa.

Rizqi ZakiyaMenghadirkan Pakar Digital Marketing Kemenbekraf Menginspirasi Pebisnis Muda
read more

Ekonomi Islam di Indonesia

No comments

INDONESIA  merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu 87,2 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan hal ini, tidak asing lagi bagi Indonesia terhadap ekonomi Islam. Dari segi perkembangannya, ekonomi Islam di Indonesia masih jauh di bawah ekonomi konvensional. Akan tetapi, umat Islam terus berusaha dalam mengembangkan ekonomi Islam, khususnya di Indonesia.

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai ekonomi Islam, terlebih dahulu harus mengetahui dasar-dasar dari berdirinya ekonomi Islam. Ekonomi dalam Islam, bersumber dari Alquran dan sunnah rasulullah. Hal ini tentu berbeda dengan ekonomi konvensional yang memiliki prinsip untuk memaksimalkan profit, sedangkan ekonomi Islam lebih mementingkan mashlahah. Dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1992, praktik ekonomi Islam di Indonesia terus bertumbuh pesat. Tidak hanya di sektor perbankan, ekonomi Islam juga berkembang di berbagai sektor yang salah satunya pada asuransi syariah seperti PT Asuransi Takaful, PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia, dan lain sebagainya. Selain itu, ekonomi Islam juga berkembang di sektor Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Obligasi Syariah, Reksadana Syariah, dan lain sebagainya.

Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mengalami berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu faktornya yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang ekonomi Islam, hal ini sangat berpengaruh karena ekonomi konvensional dinilai memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan ekonomi Islam. Pada dasarnya, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi Islam sebenarnya sama saja dengan ekonomi konvensional. Hanya saja, dalam ekonomi Islam tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah Swt, contohnya seperti riba. Dalam ekonomi Islam lebih mementingkan terhadap akad-akad ketika melakukan transaksinya. Meskipun sudah mengetahui ekonomi Islam secara mendalam, para nasabah banyak yang enggan berpindah ke bank syariah dengan alasan hilangnya penghasilan tetap dari bunga karena sistem bagi hasil dinilai kurang menguntungkan. Dan juga kurangnya minat masyarakat dalam memahami ilmu ekonomi Islam karena sudah terlalu nyaman dengan apa yang telah diberikan oleh ekonomi konvensional.

Permodalan juga menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam mendirikan suatu usaha. Sebagai contoh, setiap rencana untuk mendirikan bank syariah sering tidak terwujud karena tidak adanya modal. Hal ini tidak terlepas dari kaitan dengan pihak pemilik dana. Para pemilik dana belum mempunyai keyakinan yang kuat akan keberhasilan bank syariah tersebut dan takut bahwa dana tersebut akan hilang. Ekonomi Islam juga mengalami hambatan di bidang SDM. Untuk bersaing dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam harus memiliki SDM yang tidak kalah dengan ekonomi konvensional.

Banyak dari SDM ekonomi syariah yang tidak benar-benar memahami ekonomi syariah karena banyaknya praktisi-praktisi ekonomi konvensional yang langsung berpindah ke ekonomi syariah, sehingga menyebabkan lemahnya pemahaman terhadap ekonomi syariah. Peran perguruan tinggi sangat penting untuk keseragaman standar ekonomi Islam. Saat ini, masih sangat terbatas perguruan tinggi yang menyediakan Jurusan Ekonomi Islam. Diperlukan SDM yang memahami dua bidang, yaitu ekonomi keuangan konvensional dan ilmu syariah. Sering dijumpai SDM yang mempelajari ekonomi Islam hanya unggul di satu bidang. Unggul pada ilmu syariah, tetapi tidak memahami ilmu ekonomi keuangan. Begitu pun sebaliknya, unggul pada ilmu ekonomi keuangan, tetapi tidak memahami ilmu syariah. Sangat sulit bagi masyarakat di pedesaan untuk mengakses bank syariah, serta sulit ditemukan ATM bank syariah di beberapa daerah. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih bank konvensional karena mudah diakses dan ada di mana saja. Memperluas jaringan kantor dan meningkatkan pelayanan akan menjadi salah satu solusi untuk membumikan ekonomi Islam pada sektor perbankan. Berbagai tantangan inilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk tetap memperluas ekonomi islam di Indonesia. Perlu sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat luas untuk menanamkan paham ekonomi islam. Dalam mewujudkan pemahaman yang lebih terhadap ekonomi syariah kepada masyarakat, perlu adanya iven-iven berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat. Selain itu, diperlukan adanya tenaga pendidik sehingga bisa menciptakan SDM yang kuat pondasinya dalam memahami ekonomi Islam. Serta dibutuhkan pengelola yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah dalam praktiknya dan harus mempunyai komitmen dalam penerapannya secara konsisten. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat fatwa yang menjadi standar dalam menjalankan sistem ekonomi Islam.

Terdapat 138 fatwa DSN-MUI tentang ekonomi Islam yang menjadi bimbingan bagi umat.  Tetapi fatwa-fatwa ini sangat bergantung pada ekonomi klasik karena memadukan transaksi modern dengan akad-akad, sehingga fatwa hanya sebagai alat untuk membenarkan transaksi konvensional. Perlu adanya penelitian tentang perkembangan ekonomi Islam untuk menemukan kendala yang dihadapi umat Islam dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga bisa menemukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Baiknya para peneliti melibatkan pakar ushul fikih dalam penelitiannya, karena ilmu ushul fikih sangat penting dalam ilmu-ilmu syariah. Melalui ilmu inilah kita dapat mengetahui maksud dalil baik dari Alquran maupun hadis, karena ilmu ushul fikih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui hukum syariah. Pengawasan pada bank syariah sangat diperlukan agar pada praktiknya tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar mengikuti prinsip dan sistem ekonomi Islam. Apalagi pada bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, tidak menutup kemungkinan bahwa sistemnya juga menganut ekonomi konvensional. Bank syariah yang tidak patuh dan luput dari pengawasan akan merusak kepercayaan masyarakat pada bank syariah. Bukan hanya pengawasan, pembinaan terhadap pegawai bank syariah juga diperlukan. Sehingga ekonomi Islam hadir bukan untuk kesengsaraan umat, melainkan kesejahteraan umat.***

Nurul Azizah Surury adalah mahasiswi asal Kabupaten Siak yang kini sedang kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah  IAI Tazkia, Bogor, Jawa Barat.

Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Opini – Ekonomi Islam di Indonesia – Nurul Azizah Surury

Link:
https://riaupos.jawapos.com/6023/opini/04/05/2021/ekonomi-islam-di-indonesia.html

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Rizqi ZakiyaEkonomi Islam di Indonesia
read more