Al-Qur’an Camp Institut Tazkia Resmi Dibuka!

No comments

Berbahagialah orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai sebaik-baik sahabat. Setiap hari ia akrab dengan Kalam Rabb-nya. Membacanya, mengamalkannya, menghafalnya, mempelajarinya, bahkan mendakwahkannya. Ia menjadi sebaik-baik manusia sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Sering sudah kita mendengar keutamaan dan kemuliaan orang-orang yang senantiasa membersamai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupannya. Ada yang Allah mudahkan segala urusannya, ada yang Allah berkahi kehidupannya, ada yang Allah berikan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya dan masih banyak cerita menakjubkan lain yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tunjukkan kepada orang-orang yang senantiasa bersahabat dengan kalam Nya. Sehingga salah satu bentuk-nya begitu banyak orang-orang ingin menjadi penghafal Al-Qur’an karena keutamaannya baik itu untuk dunia maupun untuk akhirat, tapi sejatinya sungguh rugi jika hanya mengharapkan keuntungan dunia semata. Keberhasilan kita bersahabat dengan Al-Qur’an bukan dilihat dari seberapa banyak ayat yang telah kita hafal kan namun bagaimana dengan Al-Qur’an yang telah kita jaga bisa pula menjaga hati dan lisan kita sehingga bisa menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang yang beruntung.” (QS Al Imran ayat 104).

Salah satu upaya kampus Matrikulasi Tazkia ini yang diisi oleh mahasiswa dan mahasiswi program Hafidzpreneur adalah dengan program Qur’an Camp. Kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai ketika awal juli dan baru diresmikan pada 21 juli 2021 oleh pimpinan program Hafidzpreneur sekaligus Direktur kampus Matrikulasi Tazkia yakni Ustadz Miftakhus Surur, M.Sc (FIN) dan berakhir pada bulan September 2021. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan hafalan dan pencapaian program hafalan bagi para Mahasiswa dan Mahasiswi Hafidzpreneur dan Hafidznomics Tazkia dan juga untuk mengisi kekosongan waktu sebelum masuk perkuliahan semester baru dengan memfokuskan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam pembukaan program Ustadz Miftahkhus Surur menyampaikan nasihat yang sangat berkesan khususnya pagi para mahasiswa Hafidzpreneur dan Hafidznomics. Salah satunya bagi para Mahasiswa mereka harus punya skala prioritas dan satu kalimat yang sangat berkesan “tua itu pasti, dewasa itu pilihan”. Sudah berapa banyak orang yang tua tapi tidak dewasa? Baik dalam hal mengambil keputusan atau dalam hal yang sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Karena penelitian menunjukkan generasi millenial Indonesia mengalami percepatan Baligh dan perlambatan ‘Akil, hal yang sungguh sangat memprihatinkan. Tidak lain itu semua disebabkan oleh faktor media dan tontonan yang kurang edukatif serta pengaruh lingkungan serta teman yang kurang baik. Namun lain halnya di kampus Matrikulasi Tazkia yang diisi oleh para mahasiswa dan mahasiswi hafidzpreneur dan hafidznomics yang insyaAllah menjadi salah satu wasilah membentuk karakter dan lingkungan yang sangat mendukung dalam menghindari hal-hal yang kurang baik khususnya untuk para generasi muda.

Program ini diawali pada awal Juli 2021, usai liburan semester dan halaqoh yang cukup lama kurang lebih 1 bulan, ketika para mahasiswa kembali ke asrama mereka dikarantina untuk beberapa hari terlebih dahulu. Bukan hanya program karantina saja tapi selama proses karantina Mahasiswa dituntut untuk Tilawah Al-Qur’an 5 juz per hari sebagai upaya untuk memfasih kan kembali bacaan dan menambah kedekatan dengan Kitabul Karim selam 1 pekan Setelah karantina selesai, maka program selanjutnya yaitu pekan muraja’ah selama 2 pekan terhadap hafalan yang telah ada, masing-masing ada yang memiliki hafalan 3-5 juz 6-10 juz 11-15 juz bahkan 16-30 juz. Muraja’ah adalah kegiatan yang mengulang kembali tentang apa yang telah terjadi, namun yang paling identik adalah Muraja’ah Al-Qur’an. Kenapa tidak? Karena tidak ada hafalan tanpa Muraja’ah. Itulah sekarang yang tengah dilakukan oleh para hafidz dan hafidzah institut Tazkia tepatnya di kampus Matrikulasi.

MasyaAllah Tabarakallah, tapi seyogyanya bukan lah kita mengukur hanya dengan kuantitas semata namun kepada kualitas yang lebih utama. “Tidak peduli banyak atau sedikit yang telah kau hafal, yang penting harus disyukuri dan nikmati prosesnya tentunya dengan penuh semangat dan tanpa lelah berjuang, karena kelak kau akan beristirahat di surga Nya” begitulah yang saya dengar dari salah satu teman Halaqoh Al-Qur’an.

Terlihat sekali antusias teman-teman dalam memuraja’ah hafalan yang telah dimilikinya hingga larut malam bahkan di awal pagi.

Kegiatan ini terbagi menjadi 2 yakni halaqoh fardi dan halaqoh jamaah. Halaqoh fardi adalah proses para mahasiswa mempersiapkan muraja’ahnya untuk disetorkan kepada mara muhafidzah masing-masing atau dengan kata lain dikenal dengan kata Halaqah Mandiri waktunya dari jam 08:11 pagi dan dilanjutkan dengan maghrib sampai ba’da isya. Kemudian pada subuhnya sampai jam 7:30 pagi itu kegiatan Halaqoh jamaah subuh dan menyetorkan hafalannya untuk dikoreksi oleh Muhafidzah begitu juga pada waktu Ashar sampai jam 17:30.

Begitulah seterusnya setiap hari kegiatan ini berlangsung selama 2 pekan. Para mahasiswa dituntut untuk bisa membuat planning terhadap target untuk menyelesaikan muraja’ah hafalannya dalam 2 pekan. Setelah seluruh mahasiswa menyelesaikan Muraja’ah Hafalan Al-Qur’annya, baru mereka diizinkan untuk Menambah hafalan baru atau Ziyadah Al-Qur’an.

Dalam proses peresmian kegiatan Qur’an Camp ada 3 prinsip utama yang disampaikan oleh Ustad Miftakhus Surur kepada para Mahasiswa yakni pertama kemandirian yang menjadi pondasi kedewasaan seseorang, kedua kedisiplinan karena ini merupakan modal terbesar yang telah Allah swt. berikan kepada seluruh makhluk sudah berapa banyak yang berhasil karenanya dan juga sudah berapa banyak yang celaka karena–nya maka dari itu perlunya pendisiplinan waktu dan manajemen waktu yang baik, yang terakhir yaitu determinasi lebih sederhana ngotot dan gak mau nyerah untuk mendapatkan sesuatu disinilah prinsip kerja keras dan tanggung jawab serta tawakal berjalan.

Kegiatan Program Al-Qur’an Camp ini diisi dengan Penambahan hafalan Al-qur’an, Kegiatan muraja’ah Al-Qur’an, olah raga setiap pekan serta program Bahasa inggris setiap Jumat nya dan kegiatan tausiyah yang diisi oleh para Muhafidzah/Pembina dan juga teman-teman seangkatan yang tentunya sangat menginspirasi dan membuka pikiran. InsyaAllah kegiatan ini akan berlangsung sebelum memulai program perkuliahan dan diharapkan dengan kegiatan ini para mahasiswa bisa lebih memaknai kedekatan dengan Al-Qur’an dan kebersamaan dalam jamaah untuk mencapai tujuan yang sama sebagai salah satu bekal kelak bisa berkontribusi untuk umat dan dakwah ini.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. As-Saff Ayat 4)”.

“Sekarang, kalian sedang berjihad. Berjihad memperjuangkan 30 juz dan menjadi Hafidzpreneur dan Hfidznomics untuk kebangkitan ummat, Semangat Lillah”. Begitulah kata terakhir yang diucapkan oleh ustad Miftakhus Surur dalam kegiatan peresmian program Qur’an Camp.

InsyaAllah seperti itulah agenda yang akan dijalankan selama program Al-Qur’an Camp walau sejatinya para mahasiswa dan mahasiswi setiap harinya tidak terlepaskan dari Al- Al-Qur’an karena ada rasa tanggung jawab tersendiri yang muncul dalam diri terhadap apa yang sudah dipelajari dan sesuai dengan perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq “Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia.” Apalagi Al-Qur’an maka pastilah dijaga dengan segenap jiwa karena sakitnya tak terbantahkan jika sudah hilang dalam ingatan. InsyaAllah semoga dengan program ini bisa membentuk insan yang berakhlakul karimah serta kuat aqidahnya sesuai dengan 2 misi utama Rasulullah yakni penyempurnaan akhlak dan menguatkan aqidah yang berlandaskan qur’an dalam setiap langkah khususnya langkah untuk membersamai ummat langkah untuk membimbing dan memimpin umat tentunya tetap berkreativitas dengan berkahnya Al-qur’an. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Kemudian setelah program Qur’an Camp selesai Kegiatan berjalan seperti normal, kuliah dan ngafal Al-Qur’an juga. Eiitss tapi muraajaahnya gak di tinggal begitu aja ya.. Yuk ada yang berani? dimana lagi kita disediakan lingkungan yang sangat kondusif untuk membentuk kembali generasi emas islam yang telah banyak punah? Jawabannya ya Kampus Tazkia di program Hafidzpreneur dan Hafidznomics.

#YukTazkia

#Yukperbaikidiri

 

Oleh: Mia Sari (Mahasiswi Hafidzpreneur IAI Tazkia Semester 2)

Editor: Aisyah As-Salafiyah (Muhafidzah Hafidzpreneur IAI Tazkia)

 

Rizqi ZakiyaAl-Qur’an Camp Institut Tazkia Resmi Dibuka!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *