Seminar International dengan tema, “Maqashid as-Syariah dan Pengaruhnya dalam Pembentukan Masyarakat Madani”, Bersama pakar Maqasid Syariah dari Universitas Hamad bin Khalifah di Qatar, Prof. Dr. Mohammed Mahmud al-Gamal.

Seminar International dengan tema, “Maqashid as-Syariah dan Pengaruhnya dalam Pembentukan Masyarakat Madani”, Bersama pakar Maqasid Syariah dari Universitas Hamad bin Khalifah di Qatar, Prof. Dr. Mohammed Mahmud al-Gamal.

user

Humas Tazkia

Fakultas Syariah, Prodi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Tazkia, Sentul, Bogor, kembali menyelenggarakan Seminar International dengan tema, “Maqashid as-Syariah dan Pengaruhnya dalam Pembentukan Masyarakat Madani”, Bersama pakar Maqasid Syariah dari Universitas Hamad bin Khalifah di Qatar, Prof. Dr. Mohammed Mahmud al-Gamal. Acara dilangsungkan pada hari Kamis (22/12), di Ruangan International Program, IAI Tazkia, Sentul, Bogor. Seminar ini terselenggara dengan sukses atas dukungan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Basmalah.

Seminar dibuka oleh Rektor IAI Tazkia, Assosiate Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, bu Rektor mengatakan bahwa tema yang dibahas sangatlah menarik dan tentu saja akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga buat kalangan civitas akademika IAI Tazkia”. “Apalagi seminar ini menghadirkan orang yang tepat dan menguasai persoalan yang ada”, tambahnya.

Acara kemudian dilanjutkan oleh Moderator, Dr. Arip Rahman, Lc, DESA, dengan memberikan prolog terkait tema seminar dan juga gambaran tentang kondisi Negara Qatar yang saat ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. “Setelah Qatar sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan berhasil mempertontonkan masyarakat muslim madani. Tentu saja Masyarakat Qatar adalah pemenang utama dalam event internasional tersebut, karena menghapus stigma Islamphobia dan segala isu negatif terhadap agama fitrah ini”, ujarnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Mohammed Mahmud al-Gamal dengan dibantu penerjemah oleh Dr. Unang Fauzi, Lc.,M.E.I (Dekan Fakultas Syariah). Diawal paparannya, Prof. Ghamal mengungkapkan rasa kagum dan takjubnya dengan Kampus IAI Tazkia. “Bagi saya kampus Tazkia ini luar biasa. Bangunannya bagus, ruangan seminar juga sangat bagus terlebih terus mahasiswa dan dosennya juga aktif”, ujarnya. Selanjutnya beliau memaparkan materi menggunakan slide ppt sesuai dengan tema yang ada. Dalam paparannya terkait Maqhosid Syariah, beliau banyak menukil dari Imam As Syatibi. “Kalau kita telaah, tidak satupun hukum Allah yang tidak mempunyai tujuan, karena hukum yang tidak mempunyai tujuan sama dengan membebankan sesuatu yang tidak dilaksanakan”, ujarnya. Kemudian beliau menjelaskan tentang konsep maslahah, “Adapun terkait maslahah, maslahah itu sendiri bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut rezeki manusia, pemenuhan penghidupan manusia, dan perolehan apa-apa yang dituntut oleh kualitas-kualitas emosional dan intelektualnya, dalam pengertian yang mutlak”, katanya. Adapun konsep masyarakat madani menurut beliau adalah, sebuah tatanan negara baik pemerintahan maupun warga negaranya yang menerapkan ajaran-ajaran al-Qur‘an dan Sunnah dalam kehidupan, dimana pemerintahnya menjalankan kewajibannya dan menunaikan hak-hak rakyatnya serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip keimanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan, serta masyarakatnya menjadi masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sekaligus nilai-nilai ketuhanan, menonjolkan dimensi material sekaligus dimensi spiritual yang dibangun di atas pilar agama serta maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Apabila hal ini terealisasi, maka akan terwujudlah negara yang makmur dan sejahtera.

Acara seminar ini berlangung kurang lebih 2 jam dari pukul 10.00 – 12.00 WIB. Dipertengahan dan dipenghujung acara terdapat 3 pertanyaan dari peserta dan juga beberapa pertanyaan dari pemateri ke peserta. Lalu ditutup acara ditutup dengan pemberian cendera mata berupa plakat IAI Tazkia yang langsung diserahkan oleh Rektor IAI Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama narasumber, moderator, dosen, rektor, dekan, KPS, panitia dan perwakilan dari berbagai HMJ yang ada. Diharapkan seluruh peserta yang hadir dapat mengambil pengetahuan yang telah disampaikan oleh narasumber dan menambah wawasan sebagai pertanggung jawaban kata Kaum Intelektual yang disematkan kepada para mahasiswa.