Berita Terbaru

Research Outlook 2019 dan Diseminasi Penelitian Pengabdian Masyarakat

No comments

Senin, 31 Desember 2018 / 24 Rabiul Akhir 1440 H

Pembicara : Andang Heryahya, M.Pd., M.Pd.I. ; Dr. Mukhamad Yasid ; Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc.

Pada penghujung akhir tahun ini, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat mengadakan kegiatan seminar “Research Outlook dan Diseminasi Penelitian dan Pengabdian Masayarakat STEI Tazkia”. Kegiatan ini dilaksanakan guna memprediksi peta penelitian bagi para akademisi pada tahun 2019 mendatang.

Pada kesempatan pertama, materi disampaikan oleh Bapak Andang Heryahya selaku Pembantu Ketua 1 Bidang Akademik. Beliau memaparkan terkait pentingnya pendidikan ekonomi di Masyarakat, Menurut beliau prediksi penelitian ini penting dilaksanakan bagi para akademisi, agar mereka mendapat gambaran atas apa yang perlu dipelajari di masa yang akan datang. Beliau menerangkan bahwasanya jurnal penelitian terkait “pendidikan ekonomi” di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain seperti, US, UK, India, Australia. Dari hasil tersebut, beliau menyarankan agar para akademisi Ekonomi Islam dapat melihat bahwasanya masih terbuka peluang bagi peneliti baru untuk berperan dalam penelitian yang memiliki dampak ke masyarakat langsung, contohnya literasi keuangan masyarakat, kemiskinan dan pengelolalaan sumber daya, perilaku hidup sehat dan tanggung jawab, Ekonomi pendidikan dan Gizi buruk.

Pembicara kedua yakni oleh Dr. Mukhamad Yasid selaku direktur pasca sarjana STEI Tazkia. Dalam pemaparan beliau, dikatakan bahwa fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi harus dilakukan secara sistematis, terus menerus, dan berkesinambungan, dalam hal ini STEI Tazkia memiliki dua fungsi dalam bidang riset, yakni Riset dasar dan Riset Terapan. Beliau menerangkan pentingnya memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam setiap tahapan riset. Hal itu berhubungan untuk pembelajaran dalam memperkuat antara hukum-hukum logika dan empiris dengan wahyu/kalam ilahi,  meneladani Rasulullah dalam memadkan wahyu dan empiris, menguji teori-teori ekonomi modern dan praktik dengan Qur’an, Hadits, Pengalaman Sahabat, dan Tabi’in, menjadikan maqashid Syariah sebagai acuan dalam merumuskan tujuan organisasi, menyeimbangkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Pada sesi terakhir, diisi oleh Dr.Murniati Mukhlisin, M.Acc. Beliau menerangkan terkait pengaruh politik pada penelitian dan pengembangan Ekonomi Islam baik di dalam negeri maupun lingkup global. Menurut beliau penting bagi para akademisi untuk mengetahui kondisi global agar dapat mendapatkan penelitian yang bagus. Beliau juga mengatakan bahwa penelitian Ekonomi Islam di Indonesia masih sedikit dikrenakan rendahnya penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Menurut Global Islamic Finance Development Indicator  (IFDI) 2018, Indonesia masih di peringkat 10, kalah dibanding dengan Malaysia yang diperingkat 1 dalam pengembangan Islamic Finance Market. Pengaruh dari Global seperti kebijakan Presiden Trump juga mempengaruhi akan perkembangan ekonomi Islam di dunia. Di Indonesia sendiri, Kebijakan yang dilakukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo antara lain mendirikan KNKS, Bank Wakaf Mikro, serta Ekonomi Pesantren. Menurut Ibu Murniati, arah penelitian 2019 mendatang akan berhubungan dengan Sustainable Development Goals dan Maqashid Syariah, beliau juga merekomendasikan riset dalam hal bisnis Financial Technology ; dari sisi akad, syarat, rukun, hukum, pajak, akuntansi serta audit, serta prospek dan tantangan (termasuk dampak sosial dan budaya) baik dalam survey pengguna maupun kasus antar negara.

Miftahul AnwarResearch Outlook 2019 dan Diseminasi Penelitian Pengabdian Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *