Berita Terbaru

Bulan Syawwal: The Power of Silaturahmi

No comments

Bulan Syawal bagi masyarakat Indonesia merupakan bulan istimewa, setelah sebulan lamanya melaksanakan shaum (puasa) pada bulan Ramadhan, maka tibalah lebaran yang dirayakan sangat meriah. Silaturahmi atau silaturahiim menjadi agenda utama setelah melaksanakan shalat Idhul Fitri bersama keluarga dan handai taulan. Pemaknaan silaturahim yang pada awalnya adalah menyambung ikatan keluarga mengalami perluasan makna menjadi berkunjung dengan karib kerabat dan handai taulan baik yang masih satu rahiim ataupun rekan dan kenalan. Silaturahiim dalam makna ziarah (mengunjungi) kenalan dan teman adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam sehingga ianya memiliki hikmah tersendiri. Apalagi jika dilakukan untuk menjunjung tinggi kemuliaan Islam, Allahu Akbar.

Masih di bulan Syawal ini, Kepala Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI menerima kunjungan silaturahmi dari Bpk. Edi Putraga, selaku Staff BNI Syariah Cabang Depok. Ajang silaturahmi berlangsung di Ruang Muamalah Lt. 2 Gedung Seville STEI Tazkia ini berlangsung hangat. Dr. M memaparkan mengenai prospek dan kekhasan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) serta kajian-kajian mengenai Islamic Banking di prodi ini. Sementara Bapak Edy memberikan penjelasan secara detail mengenai sistem perbankan syariah yang saat ini terus mengalami perubahan dan tantangan yang lebih besar.

Silaturahiim ini menjadi ajang diskusi antara akademisi dan praktisi dalam bidang perbankan syariah, dari mulai belum pahamnya masyarakat terhadap ekonomi syariah hingga muncul beberapa komunitas yang mengkritisi keberadaan bank syariah di Indonesia. Dr. M menyebutkan bahwa secara akademik pemahaman yang belum komprehensif pada masyarakat memunculkan anggapan yang salah mengenai bank syariah sehingga solusinya adalah sosialisasi secara terus menerus mengenai perbankan syariah khususnya dan ekonomi Islam pada umumnya. Sementara Pak Edy menyebutkan bahwa tantangan perbankan syariah di Indonesia adalah belum pahamnya sebagian komunitas mengenai eksistensi dari perbankan syariah itu sendiri, khususnya dalam hal kebijakan dari pemerintah dan nilai bisnisnya. Menurut praktisi perbankan yang sudah malang-melintang di dunia perbankan selama kurang lebih 23 tahun ini bahwa memahami perbankan syariah tidaklah hanya dengan nash syar’i saja, melainkan juga dengan realitas yang ada. Sehingga pemahaman terhadap fiqh waqi’ (hukum-hukum yang berkaitan dengan realitas kekinian) sudah selayaknya untuk terus ditingkatkan.

Silaturahmi ini menghasilkan banyak masukan baru khususnya bagi Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dan juga perbankan syariah. Selain itu juga dilanjutkan dengan kerjasama untuk penulisan buku “Islamic Banking in Indonesia” sekaligus kerjasama penelitian, pengabdian serta magang bagi mahasiswa prodi ini. “Hikmah yang bisa diambil dari silaturahmi ini adalah bahwa kolaborasi dan diskusi antara akademisi dan praktisi ekonomi syariah menjadi hal yang urgent sebagai kekuatan untuk mengembangkan ekonomi syariah di Nusantara tercinta ini” demikian pungkas Dr. M dengan penuh semangat.

Rizqi ZakiyaBulan Syawwal: The Power of Silaturahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *