Berita Terbaru

Murniati: Keuangan Syariah Indonesia Bisa Belajar dari Inggris

1 comment

Rektor STEI Tazkia Indonesia Murniati Mukhlisin mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang dapat dipelajari dari geliat keuangan syariah di Inggris Raya, yaitu dari segi penegakan hukum, teknologi, dan pendidikan.

Terkait phukum, kata Murniati, di negara Theresa May ini penegakan hukumnya sangat ketat, perangkat hukum dibuat secara jelas dan tegas.

“Untuk keuangan syariah, rujukannya adalah UK Financial Services Regulation yang tergabung dengan European Union Financial Directives dan Basel Capital Adequacy Standards,” jelas Murniati dalam ulasan bertajuk “Islamic Finance in Britain, how to benefit from it and bring it to Indonesia”.

Ulasan itu disampaikan penulis buku “Sakinan Finance” itu melalui telekonferensi saat pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Perwakilan UK periode 2017-2018 di Kota Durham, Inggris, 12 Maret lalu.

Adapun dari sisi teknologi, lanjut Murniati, sejumlah instansi lembaga keuangan syariah di Inggris Raya mengadopsi teknologi yang cepat dan canggih yang mengarah ke “total paperless”. Para nasabah cukup puas dengan pelayanan yang diberikan walaupun ada beberapa hal yang masih menjadi kendala misalnya transaksi online pada hari libur yang masih dibatasi.

Dari segi pendidikan, sudah banyak universitas yang mempunyai pusat ekonomi syariah atau menawarkan program studi keuangan syariah di tingkat S2 dan S3 atau kursus-kursus singkat.

“Banyak mahasiswa Indonesia yang berbondong-bondong ke Inggris Raya untuk melanjutkan studinya dalam bidang ekonomi syariah salah satunya adalah karena karya-karya dosennya dikenal di level internasional serta promosi ekonomi syariah yang gencar di sana,” ungkapnya.

Murniati menegaskan, saat ini lembaga keuangan syariah di Indonesia sudah banyak berkembang dari sisi yang dia sebutkan. Demikian pula perangkat pemerintah sudah banyak mendukung. “Namun tetap harus banyak belajar dari negara lain supaya dapat mempercepat pertumbuhannya,” pungkasnya.

Terkait program kerja MES UK, Ebi Junaidi mengatakan program sosialisai ekonomi syariah yang dijalankan nanti akan menyambung program-program dari kepengurusan yang sebelumnya serta memperbanyak sinergi.

Menurutnya, kepengurusan kali ini berencana bukan saja belajar dan membawa pengalaman perkembangan ekonomi syariah di Inggris yang menjadi financial hub ekonomi syariah Eropa, namun juga melakukan “show case” praktik ekonomi syariah Indonesia kepada publik dan akademisi Inggris Raya. Hal ini akan dilakukan melalui “Indonesia Conference on Islamic Economics and Finance” yang rencananya akan belangsung Juli mendatang bekerja sama dengan Durham Centre for Islamic Finance di bawah arahan Mehmet Asutay, guru besar di Durham University. (suara-islam.com)

Miftahul AnwarMurniati: Keuangan Syariah Indonesia Bisa Belajar dari Inggris

1 comment

Join the conversation
  • Mohammad Arief Arianto - Januari 23, 2018 reply

    Asslm sya berminat sekali dgn keuangan syariah, setelah sy bekerja 12 thn di bank publik konvensiobal, sy ingin lanjut Phd Riset , ada info menarik ? wa saya 08114200874
    wassalm M. Arief Arianto

    • No.HP/WA: 08114200874

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *