Berita Terbaru

Orientasi Kemaslahatan Organisasi,Agar Sukses di Dunia dan Selamat di Akhirat

No comments

Oleh Dr. Achmad Firdaus. Msi (Kepala Program Pascasarjana Magister Ekonomi Syariah STEI TAZKIA)

Sederetan gedung sekolah menjulang tinggi, megah dan tertata rapih. Gedung sekolah dilengkapi dengan berbagai fasilitas layaknya hotel berbintang. Tembok besar dan kokoh melingkupi seluruh kawasan sekolah. Guru-guru yang mengajar adalah lulusan terbaik di bidangnya. Maklum, si empunya sekolah adalah pebisnis sukses. Hal ini kontras dengan lingkungan di sekitarnya. Banyak gedung sekolah yang hampir roboh. Fasilitas penunjang pendidikan minim. Angka putus sekolah dan jumlah masyarakat buta huruf yang tinggi. Dalam kondisi tersebut, pantaskah sekolah dikatakan telah memberikan kemaslahatan bagi masyarakat sekitar?

Hal yang sama terjadi pada sebuah kawasan pertambangan. Berton-ton tambang telah dikeruk dari dasar bumi. Dua puluh empat jam tanpa henti, perusahaan tambang mengeksploitasi kawasan. Lobang dan goa besar bekas galian, tampak di seluruh kawasan pertambangan. Tanah di sekitar menjadi tandus. Tidak ada lagi air bersih yang tersedia bagi penduduk di sekitar. Para pekerja bekerja dengan penuh semangat. Ketika jenuh dan penat melanda, mereka mengobatinya dengan hiburan duniawi. Minuman keras menjadi teman sehati, prostitusi menjamur di sekitar kawasan. Penyakit sosialpun melanda masyarakat sekitar. Kemiskinan dan kebodohan yang menimpa masyarakat sangat kontras dengan kehidupan para penikmat hasil tambang. Fenomena kehidupan terbalik, dimana kemiskinan dan kebodohan terjadi di daerah yang kaya sumber daya alam nan melimpah ruah. Mengapa maslahah begitu susah untuk diwujudkan?

Organisasi didirikan dalam rangka merealisasikan tugas manusia sebagai khalifah Allah di bumi. Hal ini sejalan dengan firman Allah QS al-Baqarah 2: 30.

“Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.

Pengelola organisasi harus menyadari dengan sepenuhnya bahwa organisasi yang mereka dirikan adalah sebagai sarana peribadatan kepada Allah SWT. Tindakan dilakukan dengan memberikan kemaslahatan bagi diri sendiri dan keluarga, pekerja dan keluarga, pelanggan, pemasok, mitra, masyarakat sekitar dan lingkungan.

Untuk itu, organisasi hendaknya didirikan dengan tujuan untuk mendapatkan kesuksesan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat. Konsekuensinya adalah  pengelolaan organisasi dilakukan bukan semata-mata karena keinginan pribadi, tugas, regulasi, kewajiban ataupun paksaan, tetapi sebagai sarana peribadatan kepada Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Memberi Rizki, Yang Maha Memberi Kesuksesan, Yang Maha Memberi Keselamatan.

Kemaslahatan organisasi memiliki makna bahwa organisasi menciptakan nilai secara keberlanjutan. Artinya kemaslahatan organisasi tidak dibatasi oleh usia organisasi atau usia pengelola organisasi. Kemaslahatan organisasi akan terus menerus mengalir bahkan ketika organisasi ataupun pengelola organisasi sudah meninggal dunia. Oleh karena itu, keberlanjutan kemaslahatan merupakan tujuan yang harus dijaga dan dipelihara.

Tercapainya kemaslahatan dalam pengelolaan organisasi, sangat bergantung pada pemenuhan enam aspek orientasi kemaslahatan yaitu orientasi ibadah, orientasi proses internal, orientasi bakat, orientasi pembelajaran, orientasi pelanggan dan orientasi harta kekayaan.

Orientasi Ibadah adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya agama di dalam organisasi. Orientasi ibadah merupakan jawaban atas pertanyaan ‘agar keselamatan hidup di akhirat dan kesuksesan hidup di dunia dapat berkelanjutan, bagaimana organisasi menerapkan agama di kehidupan sehari-hari kepada Allah, pemangku kepentingan dan lingkungan?’.

Orientasi proses internal adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya jiwa organisasi. Orientasi proses internal merupakan jawaban atas pertanyaan ’agar keselamatan hidup di akhirat dan kesuksesan hidup di dunia dapat berkelanjutan, bagaimana mengelola proses internal?’.

Orientasi bakat adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya generasi penerus pengelola organisasi yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan visi dan misi pendiri/pengelola organisasi. Orientasi bakat merupakan jawaban atas pertanyaan ’agar keselamatan hidup di akhirat dan kesuksesan hidup di dunia dapat berkelanjutan, kegiatan apa yang harus dilakukan kepada generasi penerus organisasi (bakat)?’.

Orientasi pembelajaran adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya akal dan hati. Orientasi pembelajaran merupakan jawaban atas pertanyaan ’agar keselamatan hidup di dunia dan kesuksesan hidup di akhirat dapat berkelanjutan, kegiatan pembelajaran apa yang harus dilakukan?’

Orientasi pelanggan adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya hubungan dengan pelanggan. Orientasi pelanggan merupakan jawaban atas pertanyaan ’agar keselamatan hidup di akhirat dan kesuksesan hidup di dunia dapat berkelanjutan, kegiatan apa yang harus dilakukan bagi pelanggan?’

Orientasi harta kekayaan adalah untuk menjelaskan terjaga dan terpeliharanya harta. Orientasi harta kekayaan merupakan jawaban atas pertanyaan ‘’agar keselamatan hidup di dunia dan kesuksesan hidup di akhirat dapat berkelanjutan, usaha apa yang harus dilakukan dalam mendapatkan harta kekayaan dan membelanjakan harta kekayaan?’ (MAG)

Miftahul AnwarOrientasi Kemaslahatan Organisasi,Agar Sukses di Dunia dan Selamat di Akhirat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *