Berita Terbaru

Tazkia Resmikan Pusat Kajian Fintech Syariah

No comments

Sabtu, 30 September 2017

Dewasa ini, kegiatan perekonomian masyarakat global tidak bisa terpisahkan lagi dari penggunaan Fintech. Kemudahan dan kenyaman yang ditawarkan dalam setiap transaksi ekonomi membuat para penggunanya memiliki ketergantungan tersendiri dalam penggunaannya. Di Indonesia sendiri, perekembangan Fintech terhitung begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dengan bermunculannya perusahaan-perusahaan/bisnis Start Up yang dalam waktu yang relatif singkat mampu meraup omset atau pendapatan yang begitu tinggi, semisal Gojek dan  Buka Lapak. Bukan hanya itu, Fintech juga sudah masuk dalam semua bentuk kegiatan atau transaksi ekonomi, baik Jual Beli, Investasi, Asuransi, dan yang lainnya.

Berdasarkan fakta ini, STEI Tazkia sebagai lembaga pelopor pendidikan Ekonomi Islam di Indonesia, tidak mau ketinggalan untuk mengkaji lebih dalam tentang perkembangan Fintech di Indonesia. Sehingga pada tanggal 30 September 2017 STEI Tazkia meresmikan dan memperkenalkan sebuah pusat studi atau kajian mengenai Fintech Syariah pertama di Indonesia. Pusat kajian Fintech Syariah ini ditujukan untuk mengkaji secara mendalam dan menyeluruh mengenai perkembangan Fintech di Indonesia, peluang yang bisa dioptimalkan dan tantangan yang akan dihadapi, dan tentu saja nilai-nilai Syariah yang harus menjadi landasan dan acuan dalam setiap kegiatan atau transaksi Fintech.

Bersamaan dengan peresmian Pusat Kajian Fintech Syariah, STEI Tazkia mengadakan acara seminar yang bertajuk “Islamic Fintech Seminar Series, Arah dan Tantangan Fintech Syariah di Indonesia”, sebagai acara pembuka. Seminar ini menjadi spesial karena langsung mendatangkan para ahli dengan latar belakang yang berbeda yang membahas Fintech Syariah dari berbagai sisi dan sudut pandang yang berbeda.

Dr. Muhaimin Iqbal & Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. dalam sesi tanya jawab

Dr. Muhaimin Iqbal & Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. dalam sesi tanya jawab

Dari lembaga pemerintahan diwakili oleh Dr. Hendrikus Passagi (Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK) dan Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H. (Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia) yang membahas masalah regulasi dan upaya-upaya pemerinta (badan terkait) untuk menunjang perumbuhan dan perkembangan Fintech di Indonesia. Dari praktisi (pelaku sektor Fintech) diwakili oleh KH. Yusuf Mansur (Founder of Paytren), Dr. Muhaimin Iqbal (Chairman of Indonesia Startup Center I-Grow), dan Eko Budhi Suprasetiawan (Vice President IT Operator & Application Development) yang membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam perkembangan Fintech di Indonesia. dari dunia perbankan diwakili oleh Rima Dwi Permatasari, S.H. (Kepala Divisi Dana & Transaksi BNI Syariah) yang membahas peluang dan kerjasama dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan untuk kenyamanan para nasabah. Dan terakhir perwakilan dari bidang akademisi yang diwakili  oleh Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc. (Wakil Ketua STEI Tazkia) dan Dr. Mahbubi Ali (Research Fellow of International Institute of Advanced Islamic Studies & Dosen Pascasarjana STEI Tazkia) yang membahas dari sisi pencatatatan keuangan (auditing) kegiatan Fintech dan kesesuaian kegiatan Fintech dengan nilai-nilai Syariah. (Anwar G)

Miftahul AnwarTazkia Resmikan Pusat Kajian Fintech Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *