| Kunjungan Mahasiswa STEI TAZKIA ke BPRS BIRU |
| Oleh: Abby Seno Higar Angkatan 5 | |
| 09 Januari 2009 | |
Pada masa sekarang ini, wacana Ekonomi Islam tidaklah menjadi hal yang baru lagi. Didukung dengan terjadinya krisis global belakangan ini, hadirnya sistem ekonomi Islam merupakan jawaban terbaik untuk sistem perekonomian yang sebenarnya. Dalam sistem ekonomi Islam juga didukung dengan berkembangnya konsep dan juga prinsip-prinsip akuntansi yang berbasiskan pada Al Quran dan As Sunnah.
Akuntansi Islam menjadi sebuah wacana yang menarik sejak sekitar tahun 1980an. Hal ini terjadi karena mulai munculnya berbagai lembaga keuangan yang mencoba berusaha dengan menerapkan prinsip-prinsip islam (Adnan, 2005). Ini menimbulkan tantangan besar bagi para pakar syariah Islam. Mereka harus mencari dasar bagi penerapan dan pengembangan standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi bank dan lembaga konvensional seperti yang telah dikenal selama ini. Standar akuntansi tersebut harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam. Penyajian informasi semacam itu penting bagi proses pembuatan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan Bank Islam dan atau Lembaga Keuangan Islam lainnya.
Mengingat pentingnya hal itu, maka STEI TAZKIA hadir untuk mencoba menerapkan dan terus mengkaji aspek-aspek syariah pada seluruh unit perekonomian melalui pendidikan pasca masa sekolah menengah atas. Salah satu fokus konsentrasi STEI TAZKIA adalah Akuntansi Islam yang mencoba mengkaji bagaimana bertindak, mengukur, mengumpulkan, dan melaporkan informasi yang menyangkut keuangan suatu organisasi namun tetap dalam jalur “sholeh”. Trip ke BPRS Biru Sehubungan makin merebaknya bank-bank yang membuka lini perbankan yang berbasis syariah, tentu tak terlepas dengan studi sebenarnya bagamiana sih sebenarnya proses akuntansi yang terjadi pada bank-bank Islam atau Lembaga Keuangan Islam itu? Apakah sama sistemnya dengan bank-bank konvensional atau lembaga keuangan umum lainnya? Dalam mata kuliah Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, mahasiswa-mahasiswi STEI TAZKIA mencoba menelusuri konsep dan penerapan standar pengungkapan akuntansi pada akad Murabahah, Ijarah dan Mudharobah yang digunakan pada bank-bank Islam dan lembaga keuangan syariah tersebut. Namun, teori tidaklah sama persis dengan praktek. Apa yang dipelajari di bangku kuliahan STEI TAZKIA mungkin ada yang tidak sesuai seperti yang diimplementasikan di lapangan. Untuk lebih mengenal akad-akad tersebut dan bagaimana keadaan yang sebenarnya pada bank-bank Islam atau lembaga keuangan syariah itu, maka mahasiswa semester V program studi Akuntansi Islam mengadakan studi lapangan ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (d/h Bank Perkreditan Rakyat Syariah), atau disingkat BPRS BIRU (singkatan dari Bank Islam Rif’atul Ummah) yang beralamat di Kompleks Ruko Baru No. R 1 Jln Raya Ciomas Bogor. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari kampus STEI TAZKIA yang berada di Jl. Raya Darmaga km 7 Bogor. BPRS Biru hadir sebagai bagian dari sinergi dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat bersama dengan lembaga-lembaga keuangan syariah lainnya hadir untuk mencoba memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya golongan kecil dan mikro, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang sesuai dengan nilai dan norma masyarakat, membangun sinergi dengan sesama lembaga keuangan syariah maupun Lembaga Ekonomi Syariah lainnya, serta mengembangkan usaha perbankan yang dimiliki dan ditilik oleh rakyat, terkelola, efisien, dan sehat. Kehadiran mahasiswa-mahasiswi STEI TAZKIA menambah warna kegiatan bagi BPRS Biru itu sendiri. Mereka mencoba membuktikan penerapakan konsep dari akad muamalah pada BPRS Biru tak berbeda jauh dengan apa yang telah dipelajari. Seluruh mahasiswa dengan sangat antusias mencoba menelusuri seluruh kegiatan BPRS BIRU tersebut yang sudah aktif bergerak pada bidang pendanaan dan pembiayaan yang sekarang mengelola aset sekitar 21 milyar naik pesat dari hanya Rp.4 milyar selama 4 tahun ini.
Dibimbing oleh Bapak Ade Rachmawan, SE selaku Dirut BPRS BIRU dan Ibu Murniati Mukhlisin, B.Acc (Madam Ani) selaku Dosen Pengampu, maka terungkaplah seluruh pengetahuan yang ingin dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi tersebut. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| Depan |
| Berita |
| Mengapa Tazkia? |
| Program Studi |
| Kehidupan di Kampus |
| Pendaftaran |
| Lowongan |
| FAQs |
| Hubungi Kami |