Rubrik Tanya Jawab-Nasher Akbar


2016-04-08 09:11:48

Nashr Akbar, S.EI, M.EI

Dosen Ilmu Ekonmi Islam STEI Tazkia.

 

Apa Yang Membedakan Ekonomi Syariah dengan Ekonomi Lainnya?

Assalamualaikum wr.wb.

Saat ini banyak orang yang mengkampanyekan tentang ekonomi syariah dan perbankan syariah. Sebenarnya apa yang membedakan ekononi syariah dengan ekonomi lainnya yang berlaku saat ini?

Wassalam,

Hamid.

 

Wa’alaikumsalam wr.wb.

Saudara Hamid yang dirahmati Allah SWT. Perbankan syariah adalah sebagian kecil dari ruang lingkup ekonomi syariah. Ekonomi syariah tidak hanya berbicara tentang perbankan, tapi juga tentang asuransi syariah, pegadaian syraiah, transaksi jual beli di pasar, mall maupun pasar modal. Ekonomi syariah mengatur segala lini kehidupan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi.

Mengapa harus ekonomi syariah? Perlu diketahui bahwa ekonomi yang berkembang saat in adalah sebuah tatanan ekonomi yang dibangun atas pemisahan antara ekonomi dan agama atau biasa yang dikenal dengan sekularisme. Bangunan ekonomi ini tidak memiliki nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Sistem ekonomi yang diciptakan oleh pemikiran manusia yang terbatas dengan membuang jauh-jauh nilai-nilai ilahi.

Pola pikir di atas melahirkan paradigm yang berbeda dengan ekonomi syariah tentang tujuan dari kehidupan manusia dan pandangan manusia terhadap harta. Ekonomi konvensional memandang kehidupan manusia sebatas di dunia. Tidak dikenal tengang hari pembalasan. Oleh karenanya, mereka berusaha meraih kepuasan di dunia dengan harta sebagai ukurannya. Semakin banyak harta maka semakin puas kehidupannya di dunia ini. Dalam hal ini, kegiatan yang bersifat social seperti zakat, sedekah dan infaq dianggap sebagai hal-hal yang dapat mengurangi kesejahteraan. Dalam benak meraka, orang yang berbuat demikian adalah orang yang irrational (tidak logis).

Hal di atas tentunya berbeda dengan konsep ekonomi syariah dimana Allah dan Rasul-Nya mengajarkan bahwa kehidupan manusia tidak hanya terbatas di dunia, tetapi juga ada kehidupan akhirat. Harta bukanlah sebagai tujuan untuk kepuasan duniawi. Harta adalah amanah dari Allah yang harus ditunaikan dengan semestinya. Harta adalah wasilah (perantara) untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Apabila harta sebagai tujuan dan mengingkari adanya hari pembalasan, maka segala cara dapat dilakukan untuk menggapai tujuan. Tidak peduli apakah yang dilakukan itu perbuatan yang halal ataupun haram. Tidak peduii apakah tindakannya dapat merugikan orang lain atau tidak. Apakah sistem ekonomi seperti itu yang kita inginkan? Sebagai ikhtisar, ekonomi syariah adalah perekonomian yang bertujuan tercapainya falah atau kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat, yang berlandaskan kepada ajaran Islam, yakni al-Quran dan as-Sunnah. Wallahu A’lam.

Nashr Akbar

Dosen Ilmu Ekonmi Islam STEI Tazkia.

© 2017 Tazkia Markazia.